Senin, Juni 08, 2009

Memperingati Nuzulul Qur`an

Marilah kita bertaqwa dan bersyukur karena Allah menurunkan anugerah Al Qur'an yang tidak terhingga nilai dan manfaatnya bagi kehidupan ini. Al Qur'an telah menjadikan manusia mengetahui kehidupan di zaman dulu yakni zaman para rasul sebelum Muhammad SAW, dan juga kehidupan yang akan datang, yakni alam akhirat. Tanpa Al Qur'an, kita tidak akan tahu darimana kita berasal dan kemana kita akan pergi ?

Sebagai suatu kekuatan yang mendidik, Al Qur'an tidak ada bandingnya. Al Qur'an merupakan kalam Allah yang hidup dan sumber kebenaran, sehingga memelihara kemurniannya sepanjang zaman. Al Qur'an menjelaskan masa lampau yang jauh. Di dalam Al Qur'an kita bisa menemukan hikayat ummat manusia yang tidak dicemari oleh prasangka, keangkuhan dan kepentingan pribadi manusia.

Dengan benar, Allah menceritakan berbagai peristiwa kehidupan ummat manusia dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Misalnya, di masa Nabi Luth as yang marak dengan perzinahan, Allah menimpkan bencana yang memporakporandakan kota Sodom dan Gomora. Di Masa Nabi Syu'aib dimana korupsi merajalela, Allah menimpakan badai yang sangat dahsyat.

Di dalam kisah-kisah ini, tersingkap pertentangan-pertentangan dari kuasa kebaikan dan kejahatan. Pada mulanya dosa-dosa menjadi kebanggaan manusia, hingga akhirnya bencana datang silih berganti. Dalam kehancuran dan bencana ini, manusia melihat suatu kenyataan kekuasaan Allah.

Dengan membaca firman Allah, kita dibawa ke dalam hubungan pikiran yang tak terbatas. Kita tidak mengetahui kemana nanti setelah mati. Ternyata, kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Sesudah mati, masih ada kehidupan abadi dan balasan-balasan dari setiap perbuatan kita di dunia. Pelajaran dari firman Allah ini tidak akan gagal untuk memperluas dan memperkuat kemampuan-kemampuan berpikir. Jika lemah, pikiran manusia akan dikendalikan oleh iblis. Karenanya manusia hanya bisa memperkuat dirinya dengan membaca firman-firman Allah.

Rasulullah SAW bersabda :

"Bahwasanya akan datang berbagai fitnah (bencana/musibah). Para sahabat bertanya :"Apa jalan keluarnya wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab :" Al Qur'an. Di dalamnya terdapat cerita mengenai (ummat terdahulu, dan di dalamnya terdapat khabar mengenai apa yang terjadi sesudah hidupmu (akhirat), dan dia menjadi hakim atas apa yang terjadi diantara kalian. Dia adalah kalam yang jelas bukan ucapan main-main. Barangsiapa meninggalkan kehebatan Al Qur'an, maka Allah akan mencabik-cabik kehidupannya. Dan barangsiapa yang mencari petunjuk pada selain Al Qur'an, Allah akan menyesatkannya, sebab Dia adalah tali yang sangat kokoh. Dia adalah peringatan Yang Maha Bijaksana, dia adalah jalan lurus. Dialah yang dapat mengekang hawa nafsu, dan lisan para ulama tidak henti-hentinya mencari pelajaran darinya. Dan orang-orang yang menolaknya, tak akan memiliki akhlak. Tidak akan habis-habisnya keajaiban-keajaibannya sehingga tidak henti-hentinya jin memujinya sehingga ketika mendengarnya mereka berkata :" Sesungguhnya kami telah mendengar Al Qur'an yang menakjubkan yang memberi petunjuk ke jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya." Barangsiapa berkata dengan dasar Al Qur'an, maka benarlah ia, dan barangsiapa yang beramal dengan dasar Al Qur'an, maka ia mendapat pahala, dan barangsiapa memutuskan perkara dengan dasar Al Qur'an, maka ia adil, dan barangsiapa yang mengajak kepada jalan Al Qur'an, ia akan mendapat petunjuk ke jalan lurus (HR. Turmudzi)."

Melalui sabda ini, Nabi agung Muhammad SAW memberikan petunjuk yang sangat jelas, bahwa kehancuran dunia bersumber dari hawa nafsu. Akibatnya manusia mengalami krisis ruhani yang berakibat pada kehancuran diri sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan, bangsa dan negara. Banyak orang stress, gila, bunuh diri, dan mengalami berbagai penyakit kejiwaan lainnya seperti iri, dengki, hasud, serakah dan mau menang sendiri.

Sebagai contoh, di Jawa Tengah saja sudah lebih ratusan ribu orang dari berbagai lapisan masyarakat yang berpenyakit gila dan stress. Penyakit jiwa ini, telah mengakibatkan kerusakan-kerusakan dalam berbagai bidang kehidupan di dalam keluarga, tempat kerja, organisasi maupun tempat-tempat lainnya.

Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengingatkan agar kita semua mau kembali kepada Al Qur'an agar hawa nafsu kita terkendali sehingga kehidupan ini dapat terselamatkan. Dengan merasa takut kepada Allah, kita akan berhati-hati di dalam menjalani kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam berbangsa dan bernegara.

Marilah kita bertanya pada diri sendiri : sudahkah kita membca Al Qur'an dan sudahkah kita mendorong anak-anak kita, keluarga kita, dan saudara-suadara kita untuk dapat membaca dan mengetahui firman-firman Allah ?

Sesungguhnya Al Qur'an merupakan prinsip dan dasar masyarakat dalam kehidupannya. Mustahil Allah menurunkan Al Qur'an ini untuk menyengsarakan dan menghancurkan kehidupan. Sebaliknya, hawa nafsu kitalah yang menghancurkan dan membahayakan kehidupan.

Al Qur'an menyediakan bagi dunia ini manusia-manusia yang kuat dan bertabi'at teguh, yang memiliki pandangan yang benar dan perilaku yang bijaksana. Manusia-manusia seperti ini yang akan menjadi berkah bagi dunia ini.

Maka marilah kita membiasakan membaca Al Qur'an dan memasyarakatkan Al Qur'an melalui Taman Pendidikan Al Qur'an, sekolah, kelompok-kelompok pengajian maupun kelompok-kelompok lainnya, guna membaca dan menekuni teks Al Qur'an. Dan hendaknya kita membuat Program Keluarga Al Qur'an di dalam keluarga masing-masing, sehingga kita dapat meluangkan beberapa menit untuk bersama-sama keluarga menghayati firman-firman Allah.

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar