Senin, Juni 08, 2009

Bekerjalah Untuk Duniamu Seolah-olah Kau Akan Hidup Selamanya

Di dunia, kita memerlukan teman. Demikian pula di akhirat kita memerlukan teman. Sebaik-baik teman adalah teman yang dapat membantu kita di kala sedih, susah dan kekurangan. Kesedihan dan kesusahan di dunia dapat diatasi dengan berbagai cara. Namun kesedihan dan kesusahan di akhirat, hanya dapat diatasi manakala kita memiliki teman yang bernama "amal shaleh."
Dalam sebuah syair disebutkan :

"Carilah teman dari perilakumu. Namun sesungguhnya temanmu di dalam kubur adalah amal-amalmu."

Jika amalnya bagus, amal ini akan menjadi teman yang menyenangkan. Sebaliknya jika amalnya jelek, amal ini akan menjadi teman yang menyengsarakan. Teman yang berakhlak buruk akan menyengsarakan. Demikian pula amal-amal yang buruk hanya akan menambah beban di akhirat manakala bertemu dengan Tuhan. Allah SWT berfriman dalam surat Al An'am, ayat 31 yang artinya :

"Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu."

Amal shaleh yang kita kerjakan tidak semata-mata dalam bentuk ibadah seperti shalat, zakat, puasa dan haji. Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan dalam hubungan sesama manusia yang bernilai ibadah. Misalnya menghormati tamu, berbuat baik kepada tetangga, menengok orang sakit, mendoakan orang yang telah meninggal dunia, dan membantu fakir miskin. Rasulullah SAW memberi petunjuk bahwa ada 7 (tujuh) amal yang bila dikerjakan pahalanya akan terus mengalir.
  1. Mengajarkan ilmu pengetahuan. Amal kebaikan ini meliputi usaha meningkatkan pendidikan di dalam keluarga dan masyarakat seperti memberi beasiswa kepada anak-anak kurang mampu dan menyelenggarakan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) dan madrasah atau menjadi guru ngaji di mushalla dan masjid.
  2. Mengalirkan air sungai. Usaha memperlancar aliran air sungai atau membuat irigasi, memberikan manfaat besar kepada para petani, sehingga amal ini merupakan amal kebaikan.
  3. Menggali sumur atau mengusahakan air bersih.
  4. Menanam pohon kayu atau reboisasi dan penghijauan.
  5. Mendirikan masjid atau berinfak untuk memakmurkan masjid.
  6. Mewariskan kitab suci al Qur'an atau memasyarakatkan al Qur'an.
  7. Meninggalkan anak-anak sholeh yang mendo'akan orangtua

Dengan bimbingan Rasulullah Muhammad SAW kita memahami bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan umum, untuk memajukan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat merupakan amal jariyyah yang akan diberi pahala oleh Allah SWT secara terus menerus. Sesungguhnya kita tidak mampu memikul dosa-dosa ketika menghadap Allah SWT di akhirat kelak. Namun dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan di dunia, maka amal shalih ini akan menjadi kendaraan yang memudahkan kita menghadap Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :

" Sesungguhnya orang yang memiliki amal shaleh akan mengendai amal shalehnya itu pada hari kiamat."

Bukan tidak mungkin semua kesenangan-kesenangan di dunia ini, justru akan menyengsarakan kita di akhirat. Yakni, manakala hidup kita tidak ditujukan untuk mengabdi kepada Allah, maka Allah akan berpaling dari kita di akhirat kelak. Kita akan memikul dosa-dosa dikarenakan kita sibuk dengan urusan dunia dan meninggalkan Allah.
Dalam sebuah syair disebutkan :

" Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kau akan hidup selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmuseolah-olah kau akan mati besok."


Selagi hidup di dunia, kita harus bekerja keras agar kita dapat hidup secara layak, memberi manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara. Namun usaha kita untuk mencapai kemuliaan dunia, harus disertai dengan usaha kita untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Kemuliaan di dunia tidak akan ada artinya apapun manakala di akhirat kelak kita datang menemuai Allah seraya memikul dosa-dosa disebabkan melalaikan Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam surat Asy-Syura, ayat 20.

Artinya :"Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat."

Amal kebajikan merupakan cara untuk memperingan beban kita di akhirat kelak. Hal-hal sederhana pun dapat kita jadikan sebagai amal ibadah kita seperti berbuat baik kepada keluarga, tetangga, teman sekerja, masyarakat, membersihkan sampah di selokan, menanam pohon di kawasan kritis, berbagi air bersih, memperlancar aliran sungai dan memasyarakatkan Al Qur'an.

Sesungguhnya kita semua mengharap kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun kebahagiaan dunia – akhirat ini tidak akan kita peroleh tanpa usaha dan amal ibadah. Seorang pekerja tidak akan memperoleh hasil apapun tanpa pekerja, seorang petani tidak akan memperoleh apapun tanpa menanam, seorang peternak ikan tidak akan memperoleh hasil apapun tanpa menebar benih. Demikian pula seorang hamba Allah tidak akan memperoleh keuntungan akhirat, tanpa berbuat kebajikan. Semoga kita mendapat rahmat dan ampunan Allah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar