<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461</id><updated>2011-11-05T14:21:15.142+07:00</updated><category term='Lain-lain'/><category term='Islam'/><category term='Kesehatan'/><category term='Pendidikan'/><category term='Zakat'/><category term='Perempuan dan Keluarga'/><category term='Bekerja'/><category term='Lingkungan'/><category term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Menuju Cahaya Terang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1527919021277036331</id><published>2009-06-09T08:02:00.001+07:00</published><updated>2009-06-09T08:05:32.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Mewujudkan Negeri yang Baik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah bertaqwa kepada Allah, yakni dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ketahuilah, taqwa juga mengandung arti "menghindar" karena sesungguhnya orang yang bertaqwa berarti menghindar dari ancaman dan siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kebahagiaan kita adalah manakala kita hidup dalam rasa aman, adil, makmur dan sejahtera. Allah menyatakan bahwa suatu tempat, daerah atau masyarakat yang hidup dalam kebahagiaan dan kesejahteraan adalah masyarakat yang thayyib dan penuh ampunan Allah, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun". (Q.S. Saba:15)&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini bagaikan menyatakan : Kami bersumpah bahwa sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda kekuasaan Allah di tempat kediaman mereka. Yaitu wilayah yang sekarang terletak di Yaman Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang kerajaan Saba' ini adalah adalah kerajaan yang sangat makmur, aman dan sentosa sehingga Allah memerintahkan agar kaum Saba' bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. Negeri Sab'a ini memiliki pengaruh yang sangat luas hingga ke benua Afrika dan memiliki bendungan yang sangat besar dan kokoh bernama bendungan Mi'rab serta mampu mengairi seluruh wilayahnya, sehingga menjadikan tanah subur dan rakyatnya makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang harus kita perhatikan dalam firman ini.&lt;br /&gt;Pertama, "thayyibatun" berarti sesuatu yang sesuai, baik dan menyenangkan bagi seseorang. Negeri yang baik antara lain adalah yang aman sentosa, melimpah rezekinya dapat diperoleh secara mudah oleh penduduknya, serta terjalin pula hubungan harmonis kesatuan dan persatuan antar anggota masyarakatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu negeri yang baik tidak mungkin terwujud dalam pemerintahan dan tata masyarakat yang tidak teratur, suka bermusuhan dan saling merugikan. Dengan demikian, setiap orang semestinya bekerja keras dan berbuat baik agar dapat mewujudkan negeri yang baik. Yakni negeri yang dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat merasa ikhlash. Negeri yang baik, sudah pasti jauh dari korupsi dan kolusi. Sebab korupsi dan kolusi di Negara manapun di dunia ini merupakan perilaku yang merugikan Negara dan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, rabbun ghafur. Tuhan Yang Maha Pengampun. Pernyataan Allah bahwa Dia Maha Pengampun memberi isyarat bahwa satu masyarakat tidak dapat luput dari dosa dan kedurhakaan. Pada masa Rasulullah SAW pun ada anggota masyarakat beliau yang berdosa. Namun, Rasulullah SAW berjuang menyelelamatkan manusia dari dosa-dosa tersebut, sehingga negerinya mendapatkan berkah lahir bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Allah selalu melimpahkan aneka anugerah kepada kaum Saba', dan senantiasa pula membuka pintau taubat, namun mereka tidak peduli. Lalu mereka berpaling mendurhakai nikmat Allah dan tidak mensyukuri nikmat-Nya itu, maka Allah mendatangkan kepada mereka banjir yang besar yang merobohkan bendungan dan memusnahkan perkebunan mereka. Dan Allah mengganti kedua kebun yang ditumbuhi pepohonan yang berbuah pahit dan pepohonan yang tidak berbuah dan penuh duri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah memberi balasan dengan menjatuhkan siksa tersebut disebabkan karena kekafiran, yakni kedurhakaan dan keengganan mereka bersyukur. Dan Allah tidak membalas, yakni menjatuhkan siksa yang demikian itu melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kufur kepada Allah dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya. Adapun bagi orang-orang mukmin, yang bertaqwa kepada Allah, balasan atau imbalan yang mereka terima adalah imbalan yang lebih baik, yakni kebahagiaan akhirat dikarenakan mendapat ampunan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menggambarkan bagaimana akibat orang-orang yang kufur dan tidak mau mensyukuri nikmat-Nya sebagaimana dinyatakan dalam surat Sab', ayat 16-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Segala sesuatu yang dinugerahkan Allah kepada kita, hendaknya kita pelihara dengan sebaik-baiknya agar menjadikan hidup kita aman, sentosa dan makmur. Jika kita tidak dapat memelihara anugerah Allah, maka cepat atau lambat Allah akan menimpakan siksa kepada kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita menganggap siksa yang ditimpakan Allah kepada kita hanya terbatas dengan siksa neraka jahannam di akhirat. Namun segala hal yang membuat kita menjadi tidak aman, tidak sentosa dan tidak makmur, sesungguhnya merupakan penyebab datangnya siksa di dunia.&lt;br /&gt;Bentuk daripada kekafiran kita kepada Allah bukanlah semata-mata karena kita tidak shalat atau tidak puasa saja. Segala tindakan kita yang mengingkari Allah, sesungguhnya merupakan kekafiran. Na'udzubillahi min dzalik. Setiap kali orang menipu, memeras, mencuri dan merampas hak orang lain, maka perbuatan ini pun termasuk perbuatan kufur karena Allah tidak memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat kejahatan. Sebaliknya, Allah memerintahkan hamba-Nya agar berbuat baik kepada sesama, melayani orang lain dengan ramah dan hormat, berkasih-sayang, rendah hati, tidak sombong, tidak menyepelekan orang lain dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, keamanan, kesentosaan dan kemakmuran suatu negeri tidak terwujud secara tiba-tiba. Akan tetapi harus diupayakan dengan sebenar-benarnya. Mustahil kita membangun sebuah rumah yang kokoh, nyaman, dan bagus, manakala orang yang mengerjakannya tidak benar dan bahan-bahan bangunannya tidak sesuai aturan. Demikian pula negeri yang baik harus diwujudkan dengan ilmu yang baik, budi pekerti yang baik, dan bahan-bahan yang baik. Demikianlah, janganlah kita mengharapkan Negara atau masyarakat yang baik, jika kita tidak memulainya dengan perbuatan baik. Takutlah akan siksa Allah. Semoga Allah mengampuni kita semua. Amin ya rabb al 'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1527919021277036331?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1527919021277036331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewujudkan-negeri-yang-baik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1527919021277036331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1527919021277036331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewujudkan-negeri-yang-baik.html' title='Mewujudkan Negeri yang Baik'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5868262535028541064</id><published>2009-06-09T08:01:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T08:02:50.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Dua Golongan Yang Mampu Memperbaiki Ummat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah bertaqwa kepada Allah, yakni dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ketahuilah, taqwa juga mengandung arti "menghindar" karena sesungguhnya orang yang bertaqwa berarti menghindar dari ancaman dan siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam agama Islam, 'ulama digolongkan sebagai orang yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya. Oleh sebab itu, 'ulama adalah gelar yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman, tunduk, ta'at dan melaksanakan syari'at Allah, sebagaimana dinyatakan dalam surat Al Fathir, ayat 28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita adanya dua kelompok manusia yang menentukan baik buruknya masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, 'ulama. Firman Allah dalam surat Al Fathir di atas menyebut 'ulama sebagai sekelompok manusia yang paling takut kepada Allah, karena para 'ulama ataupun cerdik pandai mengetahui rahasia penciptaan makhluk Allah. Dari mengetahui makhluk Allah ini, mereka mengenal Allah dengan sifat-sifat, nama-nama dan perbuatan-perbuatan Allah. Pengenalan yang bersifat sempurna sehingga hati mereka menjadi tunduk kepada Allah. Mereka mengetahui ganjaran dan balasan setiap perbuatan yang dilakukannya, sehingga makin bertambah ilmunya, mereka makin takut kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan atas semua dampak dari setiap perbuatan inilah yang menjadikan mereka digolongkan sebagai sekelompok orang yang paling takut kepada Allah. Sesungguhnya mereka selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Allah anugerahkan kepada mereka serta membimbing manusia agar mengenal Allah dan melaksanakan perintah-perintah Allah supaya selamat dunia akhirat dan supaya Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;'Ulama adalah benteng terakhir dari setiap pertempuran antara kekuatan buruk dan baik. Sekiranya mereka tidak mengenal Allah dan tidak menjalankan syari'at Allah, pasti semua masyarakat pun akan mengikuti mereka. Dengan lain kata sudah tidak ada lagi batasan mana yang haq dan bathil karena manusia tidak mengenal Allah dan tidak mengetahui balasan-balasan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, 'umara. 'Umara berhubungan dengan imarah, yakni kemakmuran. Mereka adalah sekelompok manusia yang mengetahui kebutuhan-kebutuhan kemasyarakatan, kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran. Mereka dipercaya mampu mewakili masyarakat untuk membawa kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada dua golongan dari ummatku; jika mereka baik, maka ummatpun akan menjadi baik, yaitu pemerintah dan 'ulama". (HR. Abu Nu'aim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian pentingnya peran 'umara dan 'ulama sehingga baik buruknya 'ummat ditentukan oleh kedua golongan ini. Hal ini dapat dipahami sebagaimana kerusakan-kerusakan yang terjadi di dalam masyarakat sesungguhnya disebabkan tumbuh suburnya kebodohoan di dalam masyarakat. Masyarakat pun akhirnya tidak mengenal Allah, tidak memiliki ilmu dan karya nyata untuk memperbaiki kehidupan. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Rakyat tidak akan mengalami kehancuran sekalipun mereka dzalim dan buruk akhlaknya jika pemimpinnya suka menunjukkan ke jalan yang benar dan terpimpin pada jalan yang benar. Sebaliknya, rakyat akan hancur sekalipun mereka suka menunjukkan jalan yang benar dan terpimpin pada jalan yang benar jika keadaan pemerintahnya dzalim dan buruk akhlaknya." (HR. Abu Nu'aim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, siapapun yang berbuat dzalim tidak akan mendapatkan rahmat di hari kiamat karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat dzalim sebagaimana dinayatakan dalam surat Al Hasyr, ayat 17 yang artinya :" Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah bahwa setiap perbuatan yang melanggar perintah Allah, merusak diri sendiri dan masyarakat seperti berjudi, mengkonsumsi arak, menipu, memakan harta anak yatim dan tidak mengeluarkan infak dikategorikan sebagai kedzaliman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada iblis laknatullah 'alaih,"Berapa temanmu dari kalangan ummatku ?." Iblis menjawab,"Sepuluh golongan, yaitu penguasa yang dzalim, orang yang sombong, orang kaya yang tidak memperdulikan darimana asal hartanya dan untuk apa hartanya dibelanjakan, 'ulama yang membenarkan kedzaliman pemerintah, pedagang yang curang, penimbun barang kebutuhan masyarakat, pezina, pemakan riba, orang bakhil lagi tidak memperdulikan dariman asal hartanya; dan orang yang meminum khamr (arak).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Turmudzi dan al Hakim disebutkan :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ada enam golongan yang dikutuk Allah dan setiap Nabi yang dikabulkan do'anya. Mereka adalah : orang yang menambah-nambahi kitabullah, orang yang mendustakan ketentuan Allah atau mengkufuri qadha dan dudrat Allah, penguasa kesultanan atau pemerintahan yang otoriter sehingga ia memuliakan orang yang dihinakan Allah dan menghinakan orang yang dimuliakan Allah, orang yang menghalalkan perkara yang diharamkan Allah, orang yang menghalalkan perbuatan yang telah diharamkan Allah terhadap ahli baitku, dan orang yang meninggalkan sunnahku. Maka pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan memandang mereka dengan pandangan rahmat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudara-saudaraku bahwa kita sangat membutuhkan terwujudnya sikap saling menolong dan menopang diantara 'ulama dan 'umara, karena dengan ilmu dan kekuasaan 'ulama dan 'umara; kita semua akan dibimbing untuk mengenal Allah, mengenal dunia dan terdorong untuk berbuat kebajikan supaya kehidupan kita semua lebih baik. Demikianlah, semoga Allah memberkahi kita semua. Amin ya rabb al ' almin.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5868262535028541064?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5868262535028541064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/dua-golongan-yang-mampu-memperbaiki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5868262535028541064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5868262535028541064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/dua-golongan-yang-mampu-memperbaiki.html' title='Dua Golongan Yang Mampu Memperbaiki Ummat'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5944256824339935809</id><published>2009-06-09T07:59:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T08:01:31.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Keutamaan Memberikan Pelayanan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah bertaqwa kepada Allah, yakni dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ketahuilah, taqwa juga mengandung arti "menghindar" karena sesungguhnya orang yang bertaqwa berarti menghindar dari ancaman dan siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  riwayat yang menyebutkan kebaikan orang-orang Madinah atau kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin Makkah. Diantaranya riwayat dari Abu Hurairah bahwasanya ada seorang laki-laki yang datang kepada baginda Rasulullah SAW dalam keadaan sangat lapar. Baginda Rasul menyuruh isterinya menyediakan makanan, namun di rumah Nabi sedang tidak ada makananan kecuali air tawar. Nabi menyuruh isteri-isterinya yang lain, keadaannya pun sama. "Demi Dzat yang mengutusmu dengan haq, aku tidak memiliki apa-apa selain air tawar," kata isterinya. Lalu Rasulullah SAW berkata kepada para sahabatnya,"Adakah dari kalian yang mau menjamu orang malam ini ?." Seseorang dari kalangan Anshar berkata :"Saya, wahai Rasulullah." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya orang itu membawa tamu Rasulullah ke rumahnya. Sesampai di rumah ia berkata kepada isterinya,"Muliakanlah tamu Rasulullah ini." Padahal di rumahnya hanya tersedia makanan pas-pasan untuk anak-anaknya. Namun ia ikhlash memuliakan tamunya sehingga ia dan isterinya pura-pura sudah kenyang dan ikut menikmati makanan yang disediakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya orang Anshar tadi menceritakan kepada Rasulullah apa yang diperbuatnya tadi malam. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;"Sungguh Allah merasa senang terhadap apa yang kalian perbuat terhadap tamu kalian tadi malam." (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Rasulullah yang memuliakan tamu ini, sesungguhnya juga memerlukan makanan untuk keluarganya. Namun ia mau berbagai dengan tamu Rasulullah SAW ketika orang-orang ragu-ragu untuk memenuhi ajakan Rasulullah. Sikap ini adalah sikap lebih mengutamakan orang lain daripada diri sendiri. Ketaqwaannya kepada Allah menuntun dirinya untuk memberikan pelayanan kepada orang yang memerlukan. Meskipun ia tidak mendapat upah dari Rasulullah atas kebaikannya itu, namun ia yakin dengan ampunan dan pahala di sisi Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini juga menunjukkan bagaimana seharusnya kita mensikapi orang-orang yang membutuhkan bantuan atau pelayanan dari kita semua. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung" (Q.S. Al Hasyr:9).&lt;br /&gt;Maha Suci Allah. Mereka inilah orang-orang yang telah mendapatkan petunjuk dan yakin akan balasan Allah syurga. Kebaikan-kebaikan yang mereka berikan kepada kaum Muhajirin, sama sekali tidak mendapat upah berupa uang atau lainnya dari Rasulullah. Sesungguhnya kita perlu meneladhani dan mengamalkan sikap ini dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat orang yang bekerja, upahnya memang sama besarnya, namun berbeda ganjarannya dari Allah manakala kita bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memberikan manfaat, kebaikan dan kemudahan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh besar pahala bagi orang-orang yang mau memberikan manfaat kepada orang lain, karena sesungguhnya Allah memberikan pahala bukan berdasarkan pangkat dan golongan, melainkan berdasarkan amal ibadahnya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamannya oleh yang lain; yaitu iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama muslim."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memberi manfaat kepada orang lain bisa berupa ucapan, kekuasaan, harta benda, pikiran maupun tenaga yang kesemuanya ini membawa kemaslahatan dan kesejahteraan ummat. Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa berada di pagi hari tanpa bermaksud mendzalimi seorang pun, maka dosa-dosanya diampuni. Barangsiapa berada di pagi hari dan berniat untuk menolong orang-orang yang teraniaya serta memenuhi kebutuhan sesama muslim, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji mabrur."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak mendzalimi sesama manusia dan senantiasa memberikan manfaat kepada orang lain, berarti kita telah ikut serta membahagiakan orang lain dan menciptakan kehidupan masyarakat yang baik. Oleh sebab itu kehidupan harus dilandasi sikap saling memenuhi kebutuhan hidup dan saling membantu. Kehidupan yang baik ini pasti akan mendapat berkah Allah SWT. Dan marilah kita ingat kembali sabda Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan cara menghilangkan kelaparan dan kesusahan atau melunasi hutangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu menyekutukan Allah dan menimbulkan kamedharatan atau kerugian bagi kaum muslim."&lt;br /&gt;Oleh sebab itu orang yang beriman akan memiliki sikap antara lain :&lt;br /&gt;Pertama, cepat tanggap dan gumrigah dalam melayani masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bekerja tidak semata-mata karena mendapatkan upah material, namun juga pahala dari Allah seraya berharap senantiasa diberi kemudahan oleh Allah kelak di hari kaiamat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mau berkorban demi kepentingan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tidak mempersulit sesama makhluk Allah yang sedang membutuhkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah semoga kita semua mendapatkan barakah dan ampunan Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5944256824339935809?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5944256824339935809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/keutamaan-memberikan-pelayanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5944256824339935809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5944256824339935809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/keutamaan-memberikan-pelayanan.html' title='Keutamaan Memberikan Pelayanan Masyarakat'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1043887270389610621</id><published>2009-06-09T07:58:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:59:44.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Larangan Memilih Orang Yang Menimbulkan Kerusakan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah bertaqwa kepada Allah, yakni dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ketahuilah, taqwa juga mengandung arti "menghindar" karena sesungguhnya orang yang bertaqwa berarti menghindar dari ancaman dan siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Rasulullah SAW merupakan orang-orang yang sangat bertaqwa. Mereka berjuang menyuburkan iman dan taqwa pada masyarakat dari Jazirah Arab hingga ke seluruh dunia. Mereka memimpin masyarakat dengan iman dan taqwa dan amal shalih. Meskipun mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan kehormatan, kemuliaan, kekuatan, kekuasaan, harta benda dan segala macam kehebatan; namun mereka memilihi hidup bersama masyarakat dalam iman dan taqwa. Mereka bahkan mengorbankan jiwa-raga dan harta bendanya untuk menegakkan agama Allah. Sehingga, Allah SWT menganugerahi kehidupan yang adil, makmur sejahtera lahir bathin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh Salman al Farisi. Ia selalu mengajak rakyatnya untuk menjaga keimanan dan ketaqwaan. Ia selalu tegas di dalam menegakkan kebajikan dan mencegah kemungkaran. Dan dia sendiri adalah seorang yang bertaqwa. Ia selalu menangis sekiranya rakyatnya kelaparan, sehingga ia selalu memohon ampunan kepada Allah, padahal ia merupakan salah seorang 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk syurga. Tokh, ia tetap merasa bersalah. Karena ketaqwaannya inilah Khalifah Umar bin Khath-thab memilihnya sebagai Gubernur Kufah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia sama sekali tidak minta kekuasaan kepada Umar bin Khath-thab, namun Umar bin Khath-thab memberi kekuasaan kepadanya untuk memimpin rakyat Kufah. Karena 'Umar bin Khath-thab yakin hanya orang-orang yang beriman dan bertaqwa yang pantas mendapatkannya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai 'Abbas, wahai paman Rasulullah, diri yang engkau selamatkan lebih baik daripada kekuasaan yang tak mampu engkau emban." (HR. Baihaqi).&lt;br /&gt;Dan Allah SWT berfirman  dalam surat Ali Imran, ayat 118 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perintah ini dimaksudkan supaya kaum muslimin tidak tertipu oleh orang-orang yang kelihatannya baik, namun sesungguhnya merusak kehidupan ummat Islam. Karena sesungguhnya orang yang tidak beriman dan bertaqwa, tidak akan tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya, melainkan tunduk pada hawa nafsunya. Kepemimpinan dari orang-orang yang suka berbuat kerusakan ini, tidak lain hanyalah menyengsarakan ummat Islam. Diantara mereka terdapat orang-orang munafik yang pura-pura berbuat baik, mengaku-ngaku berbuat baik dan pura-pura berkasih sayang, padahal mereka melakukan kebohongan, mengingkari janji dan mengkhianati amanat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kita jangan mengambil orang-orang yang suka berbohong, menipu, dan merusak masyarakat menjadi teman atau pemimpin di dalam kehidupan kita, baik dalam urusan-urusan duniawi maupun ukhrawi. Jika kita mengambil mereka sebagai teman atau pemimpin, maka kita akan menyesal sepanjang masa. Dan kita akan menanggung akibat-akibata kerusakan yang diperbuat oleh para perusak itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah menyatakan : "Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: "Kami beriman"; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (Q.S.3:119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Allah ini berlaku dalam setiap keadaan. Tidak saja terbatas dalam kehidupan rumah tangga, namun juga dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Keimanan dan ketaqwaan seharusnya menjadi ukuran mendasar bagi kita semua untuk menentukan orang-orang yang hendak mengemban amanat. Jangan sampai kita terjerumus ke dalam kedurhakaan kepada Allah dikarenakan hidup kita dipimpin oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah alias mementingkan hawa nafsunya dan cenderung berbuat kerusakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh seorang perempuan yang hendak bersuami misalnya, hendaklah memilih pria yang beriman dan bertaqwa. Demikian pula seorang pria yang hendak memilih seorang isteri, hendaklah memilih perempuan yang beriman dan bertaqwa. Sebab ketika seseorang mempercayakan kehidupan dunia dan akhirat kita kepada orang-orang yang cenderung berbuat kerusakan, sudah pasti kita akan mengalami kerugian di dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hendaknya kita mendahulukan keimanan dan ketaqwaan di dalam memilih orang-orang yang akan kita jadikan pemimpin atau kita beri amanat untuk melaksanakan tugas kemasyarakatan, kebangsaan maupun kenegaraan. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari dikarenakan ketidakmampuan kita di dalam memilih atau memberikan amanat kepada orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, ingatlah, Allah akan mengazab kepada hamba-hambaNya yang melakukan kedurhkaan, sebagaimana dintakan dalam surat Al Isra', ayat 16-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta`ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya."&lt;br /&gt;"Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya."&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, sekiranya kita mendengarkan dan melaksanakan tuntunan Allah ini, niscaya kita tidak akan tersesat dan kita akan memperoleh barakah dikarenakan teman atau pemimpin yang beriman dan bertaqwa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1043887270389610621?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1043887270389610621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/larangan-memilih-orang-yang-menimbulkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1043887270389610621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1043887270389610621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/larangan-memilih-orang-yang-menimbulkan.html' title='Larangan Memilih Orang Yang Menimbulkan Kerusakan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-285070343326080703</id><published>2009-06-09T07:56:00.001+07:00</published><updated>2009-06-09T07:58:05.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Larangan Memakan Harta Yang Kotor</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah bertaqwa kepada Allah, yakni dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ketahuilah, taqwa juga mengandung arti "menghindar" karena sesungguhnya orang yang bertaqwa berarti menghindar dari ancaman dan siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Mu'adz ra adalah orang yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Ia setiap saat bisa berbicara empat mata dengan Rasulullah SAW. Namun Mu'adz radhiyallahu 'anhu tidak memanfaatkan kedekatannya dengan Rasulullah SAW untuk meminta kedudukan dan harta benda. Mu'adz ra selalu teringat firman Allah dalam surat Huud, ayat 15 dan 16 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sikap Mu'adz ra ini berbeda dengan Hakim ibn Hizan yang suka meminta ghanimah /harta rampasan perang kepada Rasulullah SAW, padahal ia seorang hartawan Makkah. Rasulullah SAW memberi puluhan unta kepada Hakim ibn Hizan. Setelah diberi, ia minta lagi. Demikian seterusnya, Hakim ibn Hizan selalu meminta-minta harta rampasan perang kepada Rasulullah sampai kemudian Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Haikm, sesungguhnya harta benda itu manis dan hijau (mempesona), tetapi tangan yang diatas lebih mulia daripada tangan yang di bawah." (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak melarang seorang muslim memiliki rumah, kendaraan, perkebunan dan harta benda, namun hendaknya kaum muslimin ingat bahwa harta benda yang diperoleh harus dengan cara yang sah, halal dan diperoleh dengan kerja keras. Sebab dengan cara yang benar, kaum muslimin akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat sebagai berkah dari harta benda yang diridhai Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka sejak itulah, Hakim berkata kepada Rasulullah : "Demi Allah, wahai Rasulullah. Demi Allah, aku tidak akan berani meminta lagi kepada seorang manusiapun sesudah engkau."  Hakim menyatakan pertobatannya di hadapan Rasulullah SAW atas sikapnya itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Renungkan wahai saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Hakim tidak memperoleh harta benda dengan cara merugikan orang lain, namun ia merasa menyesal. Bagaimanakah jika harta benda itu diperoleh dengan cara yang tidak sah, merugikan masyarakat dan negara, memeras dan menipu, korupsi dan manipulasi ? Pasti kehidupan ini akan ditimpa bencana yang tiada habis-habisnya, dan kehidupan makin hari makin sengsara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah saudara-saudaraku, Rasulullah SAW tidak mau menerima zakat. Mengapa ? Karena zakat adalah kekotoran harta manusia dan merupakan hasil pencucian hara benda kaum muslimin. Yakni, setiap orang Islam yang berharta wajib mengeluarkan zakat untuk membersihkan harta benda. Zakat diwajibkan bagi kaum muslimin dan halal dimakan oleh fakir miskin atau golongan yang berhak menerima. Namun suatu hari Rasulullah SAW melarang cucunya yang bernama Hasan makan buah kurma dari gudang zakat. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Muntahkan, muntahkan ! apakah kamu tidak tahu kita tidak boleh makan harta zakat ? "(HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hasan tidak tahu darimana kurma itu sebab ia masih kecil. Namun, nabi ingin mendidiknya untuk makan makanan yang halal dan bersih. "Kita," kata Rasulullah SAW," ahli bayt dididik untuk taat kepada Allah dan hanya makan dari yang halal dan bersih."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah. Makanan yang pada hakikatnya boleh dimakan saja, oleh Nabi dilarang dimakan demi menjaga kesucian jiwa anak cucunya sekaligus memberikan pengertian kepada kita agar menghargai hak-hak orang lain, karena sesungguhnya zakat adalah hak para fakir miskin. Sesungguhnya Allah SWT melarang memakan harta dengan cara yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu."&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini sungguh berbahaya manakala kita berbuat sewenang-wenang di dalam mencari rezeki dari Allah. Adalah tidak adil, jika ada segelintir orang hidup dalam keuntungan yang berlimpah ruah, sementara banyak orang dirugikan. Kehidupan yang hanya didasari dengan kepentingan pribadi atau golongan, sudah pasti akan merusak tatanan masyarakat; sehingga menumbuhkan kejahatan, kemiskinan, kebodohan dan kedzaliman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita sering mendegar berita di televisi, bagaimana seseorang dengan kejamnya mengeruk keuntungan ratusan milyar bahkan trilyunan rupiah untuk dirinya sendiri. Kita membaca di koran bagaimana seseorang dengan kejinya menggelapkan uang Negara hingga ratusan milyar. Apa yang akan dinikmati oleh masyarakat jika semua kekuatan negara sudah dilemahkan oleh perilaku-perilaku buruk penyelenggara negara ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya siksa yang disediakan Allah bagi orang-orang yang merampas hak orang lain dan memakan harta sesama dengan cara yang tidak benar seperti menipu, mencuri dan korupsi. Kita bisa menahan lapar dan dahaga dalam sehari atau dua hari di dunia ini. Namun kita tidak dapat menanggung siksa neraka Allah meskipun hanya satu celupan. Ketahuilah, harta benda yang kita kumpulkan selama hidup tidak akan dapat menyelamatkan kita di akhirat, melainkan apabila kita memperolehnya dengan cara yang benar dan dipergunakan di jalan Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena kita semua berlindung dari siksa Allah ini. Dan takutlah akan Hari Kiamat. "(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan (Asy-Syu'ara:88-89).," Dan hari yang tiada berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la`nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. "(Al Mukmin :52). Demikianlah, semoga kita terlindungi dari siksa api neraka. Amin ya rabb al 'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-285070343326080703?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/285070343326080703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/larangan-memakan-harta-yang-kotor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/285070343326080703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/285070343326080703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/larangan-memakan-harta-yang-kotor.html' title='Larangan Memakan Harta Yang Kotor'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1645435267089062785</id><published>2009-06-09T07:53:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:56:09.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Bahaya Munafik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Marilah bertaqwa kepada Allah, yakni dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ketahuilah, taqwa juga mengandung arti "menghindar" karena sesungguhnya orang yang bertaqwa berarti menghindar dari ancaman dan siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munafik merupakan sifat yang sangat berbahaya bagi kehidupan kita. Kemunafikan menjadikan orang tidak malu mengaku beriman, namun mendurhakai Allah. Sepak terjangnya selalu melampaui batas dan tidak sesuai dengan syari'at agama Islam, namun selalu merasa dirinya benar. Bila berkata, berbohong, bila berjanji tidak ditepati dan bila dipercaya khianat. Sifat orang munafik ini tidak memiliki manfaat sedikitpun bagi kehidupan kita karena sesungguhnya tidak seorang pun yang mau dibohongi, dan dikhianati. Rasulullah SAW  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ciri-ciri atau tanda-tanda orang munafik ada tiga. Bila berkata, bohong.  Bila berjanji, ingkar dan bila dipercaya berkhianat. " (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ada 4 (empat) hal yang barangsiapa melaksanakan empat hal ini dinamakan munfaik sejati. Dan barangsiapa yang melaksanakan sebagian dari empat hal ini dinamakan munafik. Yaitu, apabila berkata bohong, apabila berjanji mengingkari, apabila bekerja sama (berkongsi) menyeleweng dan bila dipercaya berkhianat," dalam riawayat Muslim disebutkan  meskipun dirinya shalat, puasa dan mengaku beragama Islam."(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan, ingkar janji dan penghianatan yang dilakukan oleh seorang anak kecil, mungkin tidak terlalu membahayakan masyarakat. Namun sekiranya kebohongan, ingkar jani dan khianat ini dilakukan oleh orang dewasa, apalagi orang yang berilmu, berkuasa dan terpandang, tentu sangat membahayakan masayarakat. Oleh karena itu, mustahil suatu masyarakat akan tenteram dan sejahtera manakala masyarakat hidup dalam kebohongan, pengkhianatan dan ingkar janji. Allah pasti akan menimpakan siksa yang sangat pedih di dalam kehidupan masyarakat yang senantiasa berbohong, berkhianat dan ingkat janji. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak kejadian buruk di dalam masyarakat kita yang disebabkan oleh perilaku munafik ini. Orang munafik seringkali menjadi pemicu permusuhan di dalam masyarakat kita. Karena orang munafik lebih suka mencari keuntungan diri daripada berjuang mewujudkan kemaslahatan ummat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana terjadi di zaman Rasulullah SAW. Beliau berjuang menegakkan agama Islam dan kebenaran. Diantara perilaku kaum munafik zaman Rasulullah antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mengaku beriman di hadapan baginda Rasulullah. Namun di belakang, mereka memusuhi Rasulullah dengan berbagai cara seperti  menjelek-jelekkan, memfitnah dan tidak melaksanakan perintah Allah, sebagaimana dinyatakan dalam surat Al Baqarah, ayat 13 dan 14 yang artinya :&lt;br /&gt;"Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman", mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu."&lt;br /&gt;"Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketika berperang dengan orang-orang kafir, kaum munafik menyalahkan Rasulullah, namun setelah kaum muslimin mendapatkan kemenangan mereka berebut harta rampasan perang. Mereka mengaku-ngaku berjuang, padahal mereka telah berbohong kepada Allah dikarenakan nafsu memperoleh ghanimah/harta rampasan, sebagaimana dinyatakan dalam surat Ash-Shaaf ayat 2-3 :&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?"&lt;br /&gt;"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan."&lt;br /&gt;Allah tetap menyindir kaum munafik sebagai orang yang beriman agar mereka tahu diri bahwa sesungguhnya mereka mengaku-ngaku beriman bila di hadapan Rasulullah supaya mendapatkan pujian dan ghanimah. Padahal mereka adalah orang yang membohongi Allah dan mengaku-ngaku saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyebarkan berita bohong pada kedua belah pihak sehingga masing-masing pihak termakan oleh provokasi dan fitnah. Akibatnya  mereka saling bermusuhan satu sama lain disebabkan berita bohong yang dipercayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat munafik sangat membebani kehidupan masyarakat baik dalam tatanan ideology, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, sehingga harus kita hindari dan jauhi. Sifat-sifat ini merupakan sifat yang dibenci Allah, dan barangsiapa yang bersifat demikian, akan dimasukkan ke dalam neraka yang paling bawah. Sebagaimana dinyatakan dalam surat An Nisa, ayat 145 :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka".&lt;br /&gt;Orang-orang munafik akan dilaknat Allah di Hari Kiamat. Kecuali, orang-orang yang mau bertobat dan beramal salih. Allah akan melaknat sifat munafik ini kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita menghindari jauh-jauh sifat munafik ini. Ketahuilah kesusahan-kesusahan masyarakat manakala di dalam kehidupan tumbuh subur sifat-sifat munafik. Takutlah kepada Allah dan bertobatlah sehingga kita dapat menumbuhkan rasa saling percaya, mampu melaksanakan jani dan mengemban amanat yang dibebankan kepada kita. Ketahuilah, meskipun kita shalat dan puasa, namun manakala kita tidak menghindari sifat-sifat ini, Allah akan memasukkan kita ke dalam neraka yang paling bawah. Kita semua berlindung dari sifat-sifat buruk ini. Semoga Allah merahmati kehidupan dan membimbing kita semua ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang beriman dan beramal shalih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1645435267089062785?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1645435267089062785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/bahaya-munafik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1645435267089062785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1645435267089062785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/bahaya-munafik.html' title='Bahaya Munafik'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1957793586829149592</id><published>2009-06-09T07:52:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:53:45.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Kewajiban Hidup Sederhana</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap orang yang mendambakan kebahagiaan dunia dan akhirat, pasti akan berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Namun terkadang kita lupa, bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang lebih baik, sehingga kita selalu merasa bersedih manakala Allah tidak mengabulkan segala hal yang diinginkan di dunia ini. Akibatnya, kita berburuk sangka kepada Allah dengan menganggap Allah tidak adil dan tidak memperhatikan hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan duniawi bisa menyilaukan mata, sehingga banyak orang menggunakan segala cara agar memperoleh segala kenikmatan dunia ini. Tidak peduli apakah cara yang ditempuhnya menyalahi syariat Allah atau tidak. Yang penting, semua keinginannya tercapai. Cara hidup demikian, justru tidak menjamin keselamatan dan kebahagiaan dunia. Sebaliknya seringkali berbuah kesengsaraan dan malapetaka. Jikapun kita memperoleh harta yang banyak dengan cara yang tidak sah, maka harta tersebut akan mencelakakan dirinya baik di dunia maupun di akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran, ayat 117 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan untuk memperoleh harta sebanyak-banyaknya merupakan hal yang wajar bagi setiap manusia. Namun demikin janganlah dorongan ini menjadikan kita mencari harta dengan cara yang tidak sah atau melanggar syari'at Allah dan merugikan sesama manusia. Hendaknya kita takut kepada Allah dengan senantiasa menghindar ancaman dan siksa Allah. Rasa takut ini kita wujudkan dengan bersungguh-sungguh mencari kenikmatan atau kebahagiaan dunia secara wajar dan benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengambil teladan dari pemimpin dan orang-orang shaleh di zaman dahulu. Salman al Farisi misalnya. Beliau adalah salah seorang sahabat yang dijamin masuk syurga. Beliau meninggalkan keluarganya yang kaya raya untuk mencari kebenaran agama Islam. Allah memberinya petunjuk bahwa kehidupan yang selama ini dijalankannya tidak mampu menyelamatkannya di akhirat. Sehingga ia meninggalkan Persia  dan memutuskan hidup di Madinah mendampingi Rasulullah SAW. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Khalifah Umar bin Khatab ra, beliau diangkat sebagai gubernur Kufah atau Irak. Kaum musliminin sudah menanti-nantikan kedatangannya. Mereka mengira Gubernur Salman Al Farisi akan datang ke Madinah dengan segala kemewahan dan pengawal-pengawalnya sebagaimana kebiasaan pejabat-pejabat Kekaisaran Persia.&lt;br /&gt;Namun penduduk Madinah sangat terkejut karena Salman al Farisi datang sendirian dengan mengendari seekor keledai sehingga hampir-hampir semua penduduk Kufah tidak ada yang mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman al Farisi menjalani hidupnya dengan jujur, taqwa, sennatiasa menjaga kehormatan dan menegakkan keadilan dan keseajhteraan masyarakat. Masyarakat pun mendapat petunjuk Allah untuk senantiasa mendukung Salman al Farisi dalam menjalankan amanatnya. Ia menerima gaji dari Khalifah Umar bin Khatab ra, namun tidak dipergunakan untuk berfoya-foya atau menambah kemewahannya. Ia mempergunakan gajinya sepertiga untuk keluarga, sepertiga untuk hadiah, dan sepertiga zakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung usiannya, ia menangis di hadapan pemeriksa yang akan memeriksa harta yang akan ditinggalkannya. Padahal ia hanya memiliki permadani untuk menyambut tamu-tamunya saat mereka berada di majlis pemerintahannya, sebuah tongkat untuk menopang tubuhnya ketika berkhotbah dan beberapa peralatan makan seperti piring. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya :"Mengapa engkau menangis ?"&lt;br /&gt;Salman menjawab :"aku menangis karena Rasulullah SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Hendaklah bekal seseorang diantara kalian dari dunia ini sama seperti bekal seseorang yang bepergian, (HR. Ahmad)," sedang kita terlalu memperbanyak duniawi.&lt;br /&gt;Mereka bertanya :"Dunia manakah yang diperbanyak olehmu ?." Salman menjawab :"Apakah kalian meremehkan ? Sesungguhnya aku takut bila diminta pertanggungjawaban pada hari kiamat nanti tentang permadani, tongkat dan piring ini."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, kesederhanaan hidup Salman al Farisi sama sekali tidak menunjukkan bahwa kita semua harus hidup dalam keadaan fakir miskin, namun semata-mata mengajarkan kepada untuk tidak menjadikan dunia ini sebagai tujuan hidup. Sebab jika dunia menjadi tujuan hidup, maka kita semua akan melalaikan kehidupan akhirat. Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dari kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas". (Q.S. Adh-Dhuha:4-5).&lt;br /&gt;Oleh karena itu, janganlah kita menjadikan kesempatan hidup di dunia ini hanya sekedar untuk menumpuk-numpuk harta kekayaan seraya melupakan tujuan akhirat. Sesungguhnya setiap kenikmatan yang diperoleh, pasti akan diminta pertanggungjawabannya. Ketakutan pada Allah akan menuntut kita pada sederhanaan, tidak serakah  di dalam mencari kenikmatan dunia, dan senantiasa mengingat ancaman dan siksa Allah manakala kita melanggar syari'at atau hukum-hukum-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum Allah, pasti akan merugikan orang lain, menghancurkan persaudaraan, mempermudah permusuhan, memperluaskan kebencian dan amarah sehingga akhirnya kehidupan pun menjadi tidak barakah.  Sebaliknya, kesederhanaan mengantarkan hidup manusia pada persaudaraan, kasih sayang, kesahajaan, sedekah, kemakmuran, kebahagiaan dan jauh dari laknat. Ketahuilah pula bahwa kerakusan mendekatkan manusia pada jalan syetan yang terkutuk seperti memakan harta anak yatim, tidak memenuhi hak-hak fakir miskin,  korupsi dan manipulasi; sehingga keadilan dan kemakmuran sulit diwujudkan dalam kehidupan kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, ingatlah Allah akan meminta pertanggungjawaban kita semua sebagaimana dinyatakan dalam surat At Takatsur, ayat 1-8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan `ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1957793586829149592?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1957793586829149592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-hidup-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1957793586829149592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1957793586829149592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-hidup-sederhana.html' title='Kewajiban Hidup Sederhana'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-333535192028466826</id><published>2009-06-09T07:50:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:52:00.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Belajar dari Menteri Yang Bertaqwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di dalam sejarah Islam, kita mengenal seorang bernama Ibnu Hubairah yang menjabat menteri pada masa Khalifah Al Mustajid Dinasti Abbasiyah. Ia seorang menteri yang sangat berilmu, bertaqwa dan sederhana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia mengajar para 'ulama hadist. Dia lapar karena suka berpuasa. Al Kisah, ketika orang-orang Madinah tiba di Makkah, mereka mengalami kepanasan, sedang persediaan air habis. Semua orang mencari air karena kehausan yang mencekik leher mereka dan hampir membuat mereka mati. Ibnu Hubairah mengambil air wudhu dan menadahkan tangan seraya berdo'a : "Ya Allah berilah kami minum. Ya Allah berilah kami minum." Allah mengabulkan do'anya, dan menjelang terbenamnya matahari hujan turun sehingga menyegarkan orang-orang yang kepanasan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia menyesal mengapa hanya minta air minum kepada Allah.  Penyesalannya ini bukan karena ia menginginkan Allah menganugerahi air minum, emas dan permata. Namun ia menyesal karena ia tidak memohon ampunan Allah. Ia berkata :"Sekiranya aku memohon ampun, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hubairah adalah sosok menteri atau pejabat yang berjiwa besar, pelopor dalam kebaikan, bertaqwa, takut pada Allah serta banyak membaca Al Qur'an dan Hadist. Meskipun ia seorang menteri, namun ia tidak melupakan untuk selalu membaca Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah, sebab dari Al Qur'an dan Sunnah Rasululllah inilah, kita semua akan tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Melalui bimbingan Allah dan rasulNya, kita akan mampu mengendalikan hawa nafsu, sehingga kita menjadi orang yang berilmu dan bertaqwa kepada Allah. Tiadalah satupun kebaikan di dunia ini dapat diwujudkan manakala kita semua sudah tidak takut lagi kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sikap Ibnu Hubairah merupakan sikap seorang menteri yang sangat bertaqwa. Ia merasa takut terhadap siksa Allah. Ketika berdo'a memohon air hujan, Allah mengabulkannya. Namun baginya, ampunan Allah adalah rahmat terbesar dalam hidupnya. Ia bisa menggunakan kesalehannya untuk memohon sesuatu kepada Allah. Ia pun memiliki kekuasaan dan kesempatan untuk mendapatkan segala sesuatu dari pemerintah atau rakyatnya. Namun ia tidak melakukannya, karena ia senantiasa memohon ampunan Allah.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, ingatlah bahwa harta benda yang kita miliki tidak akan dapat menyelamatkan kita di akhirat, apalagi harta benda yang diperoleh dengan cara tidak halal. Ingatlah hari dimana harta benda tidak akan dapat menolong kita di akhirat. Hari itu adalah hari kiamat. Semua manusia berkumpul di padang mashsyar, menunggu giliran dihitung amal ibadahnya. Semua jabatan, kehebatan, harta benda, anak-anak dan semua hal yang membanggakan di dunia, tidak akan berarti apap-apa.  Maha Suci Allah, sanggupkah kita mengahadapi hari dimana Allah menghitung amal ibadah kita dengan sangat terperinci ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keselamatan kita di akhirat bergantung pada amal ibadah yang bersumber dari hati yang bersih. Yaitu hati yang diliputi rasa takut kepada Allah, keimanan, ketaqwaan dan keyakinan akan balasan Allah. Kita akan memperoleh keselamatan manakala kita datang sebagai hamba Allah, sebagaimana dinyatakan dalam surat Asy-syu'ara, ayat 88-89.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak mempersiapkan diri sebaik-baiknya di dunia ini, kita tidak mungkin mampu menghadapi kedahsyatan Hari Kiamat.  Dalam beberapa firmanNya, Allah SWT menyatakan bagaimana  penyesalan manusia di Hari Kiamat sudah tidak berguna lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Allah menampakkan rahasia. Pada hari kiamat, manusia tak akan dapat menyembunyikan segala amal perbuatannya. Sehingga banyak diantaranya yang kebingungan seperti orang mabuk. Bahkan jika dihidangkan makanan yang paling enak pun, manusia tidak menghiarukannya dikarenakan rasa takut dan khawatir atas perhitungan Allah. Allah SWT berfirman dalam surat At Thariq, ayat 8-10 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manusia teringat akan perbuatannya. Akan tetapi, apakah kita semua harus menunggu datangnya kematian, untuk mengingat segala perbuatannya ? Padahal sesudah kematian, manusia tidak akan kembali ke dunia untuk memperbaiki amal ibadahnya. Oleh karena itu, sekaranglah saatnya kita mengingat amal ibadah yang telah dilakukan, dan sekarang pula kita memperbaiki amal ibadahnya supaya kita selamat pada Hari Perhitungan. Allah menyatakan hal ini dalam surat An-Nazi'at ayat 34-40, yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, manusia tidak dapat membuat-buat alasan atas perbuatan-perbuatannya. Pada hari ini mulut terkunci, tak ada alasan untuk tidak mengakui perbuatan-perbuatannya, sebab bukan mulut yang berbicara, tetapi amal-amal itulah yang akan menunjukkan apa sesungguhnya amal-amal yang telah dilakukan semasa hidup di dunia. Allah menyatakan hal ini dalam surat Al Mursalat, ayat 34-38 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa menegerikannya hari kiamat itu. Namun kengerian ini dapat kita hadapi apabila kita memiliki bekal atau amal shaleh yang cukup untuk menghadap Allah SWT. Allah akan menyelamatkan kita karena jika kita termasuk golongan kanan. Yaitu golongan orang-orang yang tidak mendustakan agama Allah dan selalu beramal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-333535192028466826?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/333535192028466826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/belajar-dari-menteri-yang-bertaqwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/333535192028466826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/333535192028466826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/belajar-dari-menteri-yang-bertaqwa.html' title='Belajar dari Menteri Yang Bertaqwa'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-3472460372598931685</id><published>2009-06-09T07:48:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:50:32.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Kekuasaan Yang Bersumber dari Allah dan Rasul-Nya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT memilih orang-orang tertentu yang diberi kekuasaan untuk mengatur masyarakat, bangsa maupun negara. Bahkan sesungguhnya kita semua memiliki kekuasaan atas sesuatu hal. Namun ketahuilah, bahwa kekuasaan-kekuasan ini bersifat semu (nisbi), karena sesungguhnya kekuasaan mutlak ada di tangan Allah SWT. Kekuasaan yang dimiliki manusia, merupakan titipan Allah sehingga harus dipertanggungjawabkan kepadaNya kelak di hari kiamat. Pada hari ini, manusia tidak dapat berbohong atas apa yang diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur'an, kekuasaan mutlak Allah dilambangkan dengan "Kursi Allah," sedangkan kekuasaan manusia dilambangkan dengan kursi Nabiyullah Sulayman 'alaihissalam. Kursi Allah bersifat mutlak dan kekal, sedangkan kursi Sulyaman dapat rusak dan dimakan rayap sebagaimana dinyatakan Allah dalam surat Shaad, ayat 34-35.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat."&lt;br /&gt;"Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursi dalam arti kekuasaan merupakan hal penting, kerena secara lansgung dapat mempengaruhi kehidupan dan nasib manusia. Penyelenggaraan kekuasaan atau pemerintahan yang benar akan  mempengaruhi kehidupan dan nasib manusia. Pemerintahan yang benar menghadirkan suasana kondusif terhadap perkembangan potensi manusia menuju kemuliaan, ketenteraman, keadilan dan kesejahteraan. Pemerintahan seperti ini dicanangkan dalam surat Shaad, ayat 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pelanggaraan terhadap hukum-hukum dan peringatan Allah akan menimbulkan akibat yang sangat dahsyat dan memberatkan masyarakat. Yakni berupa kerusakan-kerusakan masyarakat di setiap lapisan yang hampir-hampir tidak dapat diperbaiki lagi. Kehidupan masyarakat menjadi seperti berputar-putar dalam lingkaran syetan dan badai besar yang memporak-porandakan alam. Masyarakat hidup dalam saling curiga, saling memfitnah, saling memakan, tidak ingat mati, tidak waspada. Jangankan dengan orang yang dianggap musuh, dengan saudara sendiri pun tega berbuat dzalim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap tindakan yang menuruti hawa nafsu mengandung makna, bahwa tindakan itu adalah tindakan yang mementingkan diri sendiri dan merugikan masyarakat. Jika keadaan ini terus menerus terjadi, maka Allah tidak akan menjadikan masyarakat yang tenteram, penuh barakah, adil dan makmur. Sebaliknya masyarakat akan diliputi kegelisahan dan berbagai macam siksa disebabkan kita semua tidak ingat akan Hari Perhitungan atau Hari Pembalasan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah mengajarkan kepada kita agar berhati-hati di dalam menjalankan kekuasaan. Jangan meniru Fir'aun yang merasa benar sendiri, sebagaimana dinyatakan Allah dalam surat Al Mukmin, ayat 29..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Fir`aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar". (Q.S.40:29).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, penguasa yang mengikuti hawa nafsunya cepat mengembangkan kekuasaan, namun kekuasaannya menjadi bencana dalam kehidupan. Kalaupun kekuasaan Fir'auniyyah ini mampu bertahan, maka hal ini tidak lain adalah karena istidraj, yang cepat atau lambat pasti akan dibinasakan Allah. Untuk apakah jika kekuasaan hanya menjadi bencana bagi kehidupan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, "kepercayaan" memegang peranan sangat penting dalam pelbagai aspek kehidupan. Untuk berdagang, orang perlu saling percaya. Untuk berkeluarga, untuk berorganisasi dan untuk segala macam kegiatan orang perlu saling percaya. Manusia sejak awal sudah diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi. Misi kepercayaan ini adalah untuk memakmurkan bumi, memelihara perdamaian, menegakkan keadilan dan menyelenggarakan kehidupan yang sejahtera. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila tidak melaksanakan kepercayaan, maka sama artinya dengan berkhianat. Akibat pengkhianatan ini, kepercayaan menjadi hilang, dan akhirnya akan merugikan masyarakat seluruhnya. Jika kepercayaan ini hilang, manusia akan saling bermusuhan, saling menipu dan saling menerkam, sehingga kehidupan yang lebih baik yang diidam-idamkan tidak akan terwujud. Sebaliknya Allah akan menimpakan bencana yang bertubi-tubi. Na'udzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apapun amanat atau kekuasaan yang diberikan kepada kita hendaknya kita meaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai kita tidak mampu mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kiamat kelak Allah akan memperlihatkan setiap amal perbuatan kita, dan kita tidak dapat mengelak dengan dalih apapun, sebagaimana dinyatakan Allah dalam surat Al Ankabut, ayat 36-37, yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu`aib, maka ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan".&lt;br /&gt;"Maka mereka mendustakan Syu`aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, marilah kita benar-benar menyadari setiap tindakan kita. Tunduklah kepada Allah dan rasul-Nya, agar kekuasaan yang kita miliki membawa maslahat bagi seluruh masyarakat. Dan ketahuilah bahwa setiap orang adalah pemimpin, dan akan diminta pertanggungjawabannya kelak di Hari Kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-3472460372598931685?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/3472460372598931685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kekuasaan-yang-bersumber-dari-allah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3472460372598931685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3472460372598931685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kekuasaan-yang-bersumber-dari-allah-dan.html' title='Kekuasaan Yang Bersumber dari Allah dan Rasul-Nya'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1611943771416980558</id><published>2009-06-09T07:46:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:48:54.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Penyebab Kerusakan Dalam Kehidupan Bermasyarakat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah taqwa kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Dengan taqwa inilah, kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, bahwa diantara bukti taqwa kita kepada Allah, adalah senantiasa menaati Allah dan rasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseharian, kita mengenal ayat kursi, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah, ayat 255. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata "kursi" mengandung dua makna :&lt;br /&gt;Pertama, harfiyah, adalah kursi sebagaimana bendanya seperti kursi yang ada di rumah kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, maknawiyah. Kursi dapat berarti pekerjaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Kursi erat hubunbgannya dengan administrasi, birokrasi, majlis syura, pemerintah dan sebagainya. Dan karena itu pula, kursi menyimpan bertumpuk pengharapan manusia yang mendambakan kehidupan yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan administrasi misalnya, pada awalnya dimaksudkan untuk memudahkan urusan warga masyarakat. Demikian pula kehadiran lembaga ekskutif, yudikatif dan legislatif, adalah agar manusia tidak hidup liar dan senantiasa berada dalam wilayah keberadaan, namun dalam perkembangan selanjutnya hal-hal yang hakikat itu selalu ditunjukkan. Bahkan sebaliknya yang muncul adalah kendala, kesulitan dan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum kursi sering berhubungan dengan kewenangan atau kekuasaan. Ketahuilah saudara-saudaraku, kewenangan berarti memberi pelayanan kepada masyarakat, yakni memberi sejumlah jasa dan fasilitas supaya hajat atau kebutuhan  masyarakat terpenuhi.&lt;br /&gt;Tetapi pergeseran nilai, kepentingan dan keserakahan seringkali memporakporandakan tatanan. pemerintahan yang baik. Pemerintahan dapat menjadi korban manusia yang bermental brutus atau pengkhianat yang melecehkan dan menggerogoti tatanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an surat An Naml ayat 48-53, tersirat ada 9 (sembilan) oknum yang menggerogoti pemerintahan (birokrasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan."&lt;br /&gt;"Mereka berkata: "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar".&lt;br /&gt;"Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari."&lt;br /&gt;"Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya."&lt;br /&gt;"Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui".&lt;br /&gt;"Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kota atau peradaban, dapat rusak karena perilaku 9 (sembilan) orang ini. 9 orang ini, adalah symbol perusak-perusak yang bertempat dalam masyarakat maupun pemerintahan. Simbol-simbol ini memiliki segmentasi sendiri-sendiri, antara lain :&lt;br /&gt;Pertama, polisi. Yakni, jika ada oknum polisi yang merusak keamanan,  pasti kepercayaan masyarakat terhadap polisi menjadi berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jaksa. Yakni, oknum jaksa yang menuntut seseorang agar dihukum padahal orang tersebut tidakbersalah atau menjadi korban fitnah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hakim. Yakni oknum hakim yang mengadili secara dzalim, memutus perkara berdsarakan pesanan dan menghukum orang yang tak bersalah.&lt;br /&gt;Keempat, pedagang. Yakni pedagang yang menimbun bahan kebutuhan pokok sehingga rakyat kecil sengsara&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelima, majlis syura. Yakni anggota-anggota majlis syura yang mendukung atau melegalkan kemakshiatan dan membuat UU atau peraturan yang tidak memihak rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keenam, ekskutif/pejabat. Yakni pejabat yang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan sendiri atau untuk korupsi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, tentara. Yakni bukannya membela negara dan melindungi rakyat, malah membela penjahat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, para pendidik. Yakni munculnya jual beli ijazah, data-data palsu, suap menyuap, dan ilmu untuk menipu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, Dokter. Yakni membuka praktik-praktik tidak sah, pengobatan ngawur, biaya kesehatan yang sangat mahal dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum-oknum yang disebutkan di dalam Al Qur'an tersebut adalah penyebar bibit penyakit yang dapat merusak kehidupan pemerintahan maupun masyarakat secara umum. Kaum perusak ini mengaku melakukan tindakan benar yang seolah-olah membangun masyarakat, namun sesungguhnya mereka memperdayai masyarakat dengan berbagai maker, tipu daya, kemunafikan dan kelicikannya. Sesungguhnya tindakan mereka diketahui oleh Allah SWT, Dzat Yang Maha Mengatahui atas segala sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian, hampir-hampir kita berputus asa karena seluruh lapisan masyarakat telah mereka rusak. Dan orang-orang yang semula baik pun menjadi rusak diakibatkan ajakan, bujuk rayu, dan penularan bibit penyakit dari para perusak. Namun janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah, karena putus asa dari rahmat Allah sama artinya dengan membiarkan perusak-perusak itu berkeliaran di muka bumi melakuakan perusakan dari satu tempat ke tempat lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kita semua harus melakukan sesuatu agar para perusak tersebut mendapat balasan yang setimpal dari Allah, dan Allah berkenan menyelamatkan kita semua. Kita semua mesti mengambil pelajaran dari apa yang telah dilakukan oleh kaum perusak. Dan janganlah kita mengikuti ajakan, tipu daya dan bujuk rayu kaum perusak yang menjerumuskan kehidupan kita dalam kesengsaraan di masa kini dan masa yang akan datang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, kasihanilah anak cucu kita yang akan menanggung penderitaan berkepanjangan manakala kita tidak memperbaiki diri dengan turut serta membangun kebajikan-kebajikan di dalam keluarga maupun tempat kerja. Hendaknya kita menyadari bahwa kehidupan ini tidak boleh hanya untuk kepentingan diri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa anak cucu kita pun mengharapkan kehidupan yang lebih baik, adil dan makmur. Semua ini tidak akan terwujud manakala kita berbuat kerusakan. Kita tidak akan memperoleh kemajuan di dalam kehidupan berkeluarga, berbangsa dan bernegara manakala kita tidak ikut serta membantu membangun kebaikan. Sebaliknya jika kita menuruti hawa nafsu kaum perusak, maka kita akan hidup dalam lingkaran syetan selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Allah akan menyelamatkan orang-orang yang beriman dan selalu bertaqwa. Karena orang yang bertaqwa adalah orang yang takut kepada Allah dan yakin akan balasan Allah di akhirat. Maka jika kita menginginkan kehidupan ini lebih baik bagi semua pihak, marilah kita selalu bertaqwa. Ingatlah akan siksa Allah di dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1611943771416980558?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1611943771416980558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/penyebab-kerusakan-dalam-kehidupan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1611943771416980558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1611943771416980558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/penyebab-kerusakan-dalam-kehidupan.html' title='Penyebab Kerusakan Dalam Kehidupan Bermasyarakat'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1777727061551591502</id><published>2009-06-09T07:45:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:46:42.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mewujudkan Lingkungan Yang Berkualitas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Melakukan perbaikan lingkungan hidup, merupakan amanat Allah. Perbaikan ini dilakukan agar dalam memperlakukan segala ciptaan Allah tidak menimbulkan ketimpangan, melainkan bermanfaat bagi kesejahteraan ummat manusia. Dan ingatlah mewujudkan lingkungan yang baik bukan saja merupakan tantangan, melainkan suatu amanat yang tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi bernilai ketuhanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dalam lingkungan yang berkualitas, berarti hidup dalam lingkungan yang memberikan jaminan keamanan, ketenteraman dan kesejahteraan dalam arti seluas-luasnya. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang memiliki ciri-ciri :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, lingkungan yang bebas dari penyakit.&lt;br /&gt;Kedua, lingkungan yang memberikan kesempatan kerja.&lt;br /&gt;Ketiga, lingkungan yang aman,&lt;br /&gt;Keempat, lingkungan yang memberikan kesempatan rekreasi atau hiburan&lt;br /&gt;Kelima, lingkungan yang layak bagi perumahan.atau pemukiman.&lt;br /&gt;Keenam, lingkungan yang memberikan kesempatan pendidikan.&lt;br /&gt;Ketujuh, lingkungan yang mendukung hidup sehat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita dapat mewujudkan lingkungan yang berkualitas sesuai dengan ukuran di atas? Jawabannya tergantung pada falsafah lingkungan yang kita anut, kesadaran lingkungan yang kita miliki dan ilmu pengetahuan yang ada pada diri kita masing-masing. Dan perwujudannya bergantung kepada kemampuan dan kesungguhan kita memenuhi amanat Allah. Jika kita memanfaatkan dan memilih sumbedaya lingkungan dengan benar, Allah akan menganugerahkan kesejahteraan sebagai barakah bagi kita semua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan lingkungan dan  hubungan baik antara ummat manusia dengan lingkungannya, akan menyadarkan kita bahwa segala perilaku manusia tidak terlepas dari interaksi dengan lingkungan. Manusia jadi cerdas, jadi bodoh, jadi kaya, jadi miskin, jadi makmur, jadi sehat, aman, jahat dan sebagainya sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.  Allah berfirman dalam surat Ali Imran, ayat 112, yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lingkungan, khususnya lingkungan alam, apakah akan memberikan kesejahteraan, ataukah akan memberi kemiskinan, sangat tergantung kepada interaksi yang dilakukan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Jika interaksi manusia dengan lingkungan alam itu bersifat positif dalam arti, memanfaatkannya sesuai dengan azas-azas yang berlaku dalam lingkungan yang bersangkutan, maka lingkungan alam akan memberikan manfaat bagi kehidupan. Keadaan yang sebaliknya dapat terjadi, jikalau interaksi dengan lingkungan tidak serasi. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan sehari-hari seperti penebangan hutan, pembuangan sampah dan system pengairan yang kurang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang sehat dan aman tidak bisa terwujud jika kita tidak sungguh-sungguh melakukan tindakan nyata. Sebagai contoh kita masih sering melihat sampah berserakan di mana-mana : di dalam rumah, di jalan-jalan, di pasar dan di tempat-tempat umum lainnya. Bahkan masjid yang merupakan tempat suci, seringkali kita melihat tempat wudhu dan halaman masjid yang kotor. Ketahuilah, Rasulullah telah mengajarkan kepada kita bahwasanya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan bersuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang sehat, tertib, indah dan aman, akan menarik perhatian orang-orang untuk berkunjung. Namun hal ini belum dapat kita rasakan. Kabupaten Wonosobo memiliki banyak tempat yang sangat indah dan menentramkan untuk dikunjungi sebagai daerah wisata. Namun jika kita tidak memelihara kebersihan, keindahan dan keamanan lingkungan; anugerah Allah ini akan sia-sia. Padahal keindahan alam kabupaten Wonosobo ini merupakan keindahan alami, benar-benar anugerah yang kita terima begitu saja, tanpa harus susah payah membuatnya. Sebagai contoh, candi-candi Dieng, telaga-telaga dan kawah-kawah di kawasan dataran tinggi Dieng. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kita kurang mampu mensyukuri anugerah Allah tersebut. Turis atau wisatawan yang berkunjung sangat sedikit. Sehingga dataran tinggi Dieng seakan-akan tidak menarik lagi karena telaga-telaga telah kotor, tebing-tebing longsor dan candi-candi telah rusak. Bahkan mungkin orang merasa enggan berkunjung karena takut dirampas, diperas, dikompas, takut kendaraannya hilang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang sehat dapat diwujudkan dengan kesungguhan kita menjaga kebersihan. Lingkungan yang aman dapat diwujudkan dengan menegakkan ketertiban dan kedisiplinan.&lt;br /&gt;Lingkungan yang sehat dan aman merupakan modal utama di dalam membangun hubungan dengan orang lain. Tumbuhnya rasa aman, tertib dan bersih akan menarik minat orang melakukan kegiatan usaha seperti mendirikan pabrik-pabrik, lembaga-lembaga pendidikan,  dan usaha-usaha lain yang mendukung kesejahteraan dan kemajuan di bidang ekonomi, pendidikan dan kebudayaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan keramaian tempat-tempat wisata dan usaha-usaha di bidang usaha seperti pabrik dan perdagangan; perlahan-lahan kesejahteraan dan kemakmuran akan tercapai. Ingatlah, kesejehateraan dan kemakmuran harus dapat dinikmati bersama; bukan hanya oleh segelintir orang. Apalah artinya kemakmuran dan kesejehteraan segelintir orang, sementara banyak orang tidak dapat merasakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudara-saudaraku; dalam era globalisasi ini; semua hasil karya kita, tidak akan diterima oleh dunia luar; manakala tidak ramah lingkungan atau tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Bangsa kita akan dikucilkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia, manakala kita semena-mena terhadap lingkungan dan tidak mampu menciptakan rasa aman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al Maghfurlah Mbah Muntaha menyatakan bagaimana indahnya kota-kota di China dan Negara-negara non-Islam. Beliau merasa heran mengapa di negara yang mengajarkan kesucian, kebersihan, dan menghormati lingkungan; malah bertindak semena-mena dan tidak memperhatikan lingkungannya. Dalam perjalanan ke luar negeri Mbah Muntaha melihat lingkungan pedesaan yang sejuk, bersih, dan perkotaan yang tertata sangat rapi. Mbah Muntaha berkesimpulan bahwa semua ini karena mereka mendapatkan pendidikan dan teladan di dalam lingkungan serta sadar untuk melaksanakan hukum dan peraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan, keasrian, dan keindahan dengan sungguh-sungguh, agar kita semua dapat merasakan barakah dan anugerah keindahan, kenyamanan dan ketenteraman hidup. Ketahuilah, lingkungan yang berkualitas merupakan modal untuk mewujudkan kemaslahatan hidup kita. Demikianlah, semoga kita diberi kekuatan untuk senantiasa berusaha sungguh-sungguh mewujudkan lingkungan yang berkualitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1777727061551591502?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1777727061551591502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewujudkan-lingkungan-yang-berkualitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1777727061551591502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1777727061551591502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewujudkan-lingkungan-yang-berkualitas.html' title='Mewujudkan Lingkungan Yang Berkualitas'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-8726089751790741230</id><published>2009-06-09T07:43:00.001+07:00</published><updated>2009-06-09T07:44:42.980+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Keterbatasan Sumber Alam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah taqwa kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Dengan taqwa inilah, kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, bahwa diantara bukti taqwa kita kepada Allah, adalah senantiasa mau mensyukuri sumber-sumber alam dan mempergunakannya untuk kesejahteraan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua makhluk Allah bersifat fana, tidak kekal dan pasti terbatas. Alam semesta ini pun terbatas. Segala keindahan alam, gunung-gunung, dataran tinggi, perbukitan, laut dan telaga yang bisa kita nikmati setiap hari, suatu saat pasti akan binasa. Namun demikian, bukan berarti kita boleh membiarkan begitu saja, tanpa mau memperhatikan dan melestarikannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun alam bersifat terbatas, namun manusia dianugerahi Allah dengan hati, akal pikiran dan agama untuk mengelolanya. Manusia mampu mengatasi berbagai keterbatasan alam. Tetapi manusia juga seringkali bertindak semena-mena terhadap alam, sehingga alam "marah" kepada manusia dan manusia pun ditimpa kesengsaraan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, sejarah menunjukkan bawa manusia dengan kemampuan akal pikirannya mampu menghadapi berbagai tantangan lingkungan. Hanya dalam hal ini, janganlah kita mempertahankan kepentingan diri belaka, tetapi wajib mempertahankan kepentingan ummat manusia. Dengan hanya mementingkan diri sendiri, terutama dengan keserakahan atau ambisi pribadi, manusia tidak dapat menghadapi tantangan-tantangan lingkungan, bahkan akan mengancam kehidupan seluruh ummat manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, kemampuan alam sesungguhnya seperti manusia. Perlakuan yang salah dari manusia akan membebani alam, sehingga alam tidak mampu menampung dan bertoleransi terhadap masalah yang makin lama makin berat; dan akhirnya alam memuntahkan segala beban itu dengan menghancurkan kehidupan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kawasan-kawasan atau lingkungan yang telah rusak; tidak hanya menghancurkan kita semua, melainkan juga pihak-pihak yang tidak terlibat langsung. Sebagai contoh, jika kawasan hutan Wonosobo rusak, maka wilayah Banjarnegara, Temanggung dan sekitarnya pun akan merasakan dampaknya. Maka, ingatlah kita selaku makhluk yang telah diamanati Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S.6:165)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun kita harus menyadari bahwa Allah tidak menyebutkan manusia sebagai penguasa bumi, melainkan sebagi pemakmur bumi. Dengan demikian manusia tidak boleh berbuat sewenang-wenang atau menuruti hawa nafsu demi mengejar keuntungan pribadi, namun haruslah kita sadari bahwa manusia harus mengelola bumi dengan sebaik-baiknya agar menjadi sumber penghidupan. Sebaliknya, jika manusia berbuat sewenang-wenang, bumi tidak akan menjadi sumber penghidupan, malah menjadi sumber kebinasaan dan kesengsaraan kita semua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita merenungkan dengan pikiran dan hati kita, bahwa sesungguhnya manusia adalah "pekerja Tuhan", yaitu manusia harus tunduk dan bertanggungjawab kepada Tuhan atas perlakuannya terhadap bumi ini. Maka, kewenangan yang diberikan kepada kita semua untuk mengolah bumi dan memanfaatkan isi bumi, bukan berarti tanpa akhlak. Karena sesungguhnya, bumi juga makhluk Allah yang harus dipelihara sebagai suatu makhluk yang kemampuan hidupnya terbatas. Bumi memang untuk manusia, tapi apa yang diperoleh manusia dari bumi adalah sebagai rezeki Allah yang digunakan untuk keselamatan, bukan digunakan untuk berbuat kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserakahan merupakan sifat buruk manusia. Di dalam keserakahan itu akan muncul dendam, iri hati dan permusuhan, sehingga menimbulkan berbagai masalah yang sangat merugikan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya keseimbangan, keadilan dan kesederhanaan menumbuhkan persaudaraan, belas kasih dan do'a-do'a yang menyelamatkan dan menjadikan hidup ini diberkahi Allah.  Namun, kesederhanaan dan keserakahan ini semua berpulang pada seberapa kejam manusia terhadap lingkungannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, diketahui atau tidak, perusakan lingkungan dapat menyengsarakan siapa saja termasuk diri sendiri dan generasi penerus di masa yang akan datang. Sekecil apapun kerusakan yang terjadi, dapat menjadi besar apalagi bila kerusakan itu terjadi di mana-mana.&lt;br /&gt;Sudah jelas bahwa ketika peraturan tidak ditegakkan, maka segala hubungan antar sesama manusia atau sesama makhluk Allah lainnya, pun menjadi rusak. Akibatnya, manusia akan bertindak semena-mena dikarenakan sudah tidak ada peraturan yang ditaati.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (Q.S. Al A'raf:56).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Larangan membuat kerusakan ini merupakan kebijakan Allah, karena Dialah Yang Maha Mencipta dan Mengatur. Maha Suci Allah, sekiranya manusia tidak menaati larangan Allah ini, maka manusia tidak akan memahami keterbatasan alam ini.  Jangan lupa, kecerdesan manusia bisa membahayakan dirinya sendiri. Berbagai bencana buatan manusia, bermula dari inovasi dan daya pikir manusia sendiri. Jangankan nuklir, dan teknologi persenjataan, obat-obatan pun memiliki bahaya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudarakau, kita semua bisa menjadi warga bumi yang terhormat, manakala kita memahami kedudukan kita di bumi. Ketahuilah, kita bukanlah pemilik dan penguasa. Kita hanya mendapatkan amanat Allah. Jadi, setiap orang adalah pengelola sekaligus pemantau lingkungannya. Tanggungjawab sebenarnya ada pada diri masing-masing. Yaitu, kelak di hari kiamat : suatu hari dimana kita semua tidak dapat berbohong  atau menyuap para malaikat agar mendapatkan ampunan Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi keterbatasan alam ini, kita semua harus berbuat baik. Perbuatan baik ini dapat diwujudkan dengan memperbaiki lahan kritis, hutan gundul dengan menanam tanaman keras dan memelihara kelestariannya serta senantiasa mengendalikan diri dari sifat rakus,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah ni`mat-ni`mat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan". (Q.S. Al A'araf:74).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-8726089751790741230?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/8726089751790741230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/keterbatasan-sumber-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8726089751790741230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8726089751790741230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/keterbatasan-sumber-alam.html' title='Keterbatasan Sumber Alam'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-6744199785151293024</id><published>2009-06-09T07:41:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:42:58.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Keselamatan dan Berkah dari Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Lingkungan hidup bukan hanya ikan-ikan di sungai, aneka bunga di kebun, hewan-hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Masyarakat yang ada di sekitar kita juga merupakan lingkungan hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh membela gunung dan pantai supaya tetap indah sepanjang masa. Kita boleh membela hewan dan tumbuh-tumbuhan agar tetap lestari. Namun kita juga tak boleh mengotori, apalagi melukai tetangga sedikit saja. Partisipasi kita di dalam masyarakat juga merupakan taruhan utama untuk hidup dengan lingkungannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, Rasulullah mengajak kita memuliakan tetangga. Yang dikehendaki Rasulullah bukanlah hanya mengantar makanan ketika kita sedang walimah atau tasyakuran, namun yang lebih penting adalah tidak membuat susah tetangga atau lingkungannya. Sebaliknya kita mesti membahagiakan atau menyenangkan tetangga. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, melukai perasaannya dan mengganggu ketenteramannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka muliakanlah tetangganya," (HR. Bukhari)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW ini juga mengarahkan kita semua agar bijaksana terhadap lingkungan. Namun, sikap bijaksana ini sepenuhnya tergantung pada disiplin pribadi dan keteguhan hati nurani masing-masing. Bukan Undang-Undang, hukuman gantung atau kursi listrik yang dapat membuat kita berhenti melukai tetangga atau menyakiti orang lain, membuang sampah sembarangan, mencemari air, udara, tanah dan lingkungan hidup lainnya; tetapi kesadaran pribadi yang paling mendalam. Jika kita merasa tidak senang manakala orang lain berbuat buruk pada kita, maka seharusnya kita pun tidak berbuat buruk pada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula industri-industri yang merasa terpaksa mencemari sungai, laut, merusak bukit-bukit, gunung-gunung, tanah, udara dan hutan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Semua ini tergantung pada tanggungjawab dan sikap jujur masing-masing, bukan semata-mata tergantung pada peraturan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Zaman sekarang orang sudah sulit bertetangga karena terbatasi oleh jabatan, kekayaan, pagar tinggi, kedudukan dan sebagainya. Padahal bertetangga inilah asal dari kebijaksanaan kita semua dengan lingkungan.  Karena itulah, orang yang dikarunia Allah dengan kedudukan atau kekayaan, seharusnya mengunjungi orang kecil, lemah dan tertindas. Seperti Khalifah Umar bin Khotob ra yang menyamar sebagai orang biasa mengunjungi orang yang hendak melahirkan. Ia membelah kayu bakar dan setelah bayinya lahir, dibawakannya makanan. Ia pun mendengarkan bagaimana wanita yang melahirkan tersebut ngrasani pelayanan kesehatan pemerintahannya, sehingga kemudian Khalifah Umar ra memutuskan untuk memberikan tunjangan kepada bayi yang dilahirkan sampai masa persusuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang telah menjadikan pemimpin-pemimpin ummat Islam, yang memberikan teladan untuk membangun lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga hal yang perlu kita usahakan agar lingkungan kita diberkahi Allah :&lt;br /&gt;Pertama, membenahi sarana-sarana sosial.&lt;br /&gt;Termasuk di dalam sarana sosial adalah masjid, sekolahan, pondok pesantren dan lembaga-lembaga pemerintahan. Semua ini memiliki hubungan dengan masyarakat. Sehingga ketika sarana-sarana ini tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sudah tentu akan menghambat kehidupan masyarakat. Kita perlu memperbaiki bersama-sama. Janganlah kita membiarkan kemungkaran di dalam masyarakat terjadi terus menerus. Rasulullah SAW bersabda :" Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan hati, sesungguhnya merubah dengan hati ini adalah selemah-lemahnya iman (HR. Bukhari)."&lt;br /&gt;Dalam hadist ini, Rasulullah menegaskan bahwa setiap orang wajib memperbaharui dan memperbaiki keadaan-keadaan buruk yang merugikan masyarakat. Setiap orang yang diberi kekuasaan oleh Allah, harus mencegahnya dengan kekuasaannya. Setiap orang yang memiliki ilmu pengetahuan, harus memberikan bimbingan dan pelajaran supaya kemungkaran tidak merajalela. Dan setiap orang yang tidak memiliki kekuasaan dan ilmu pengetahuan, cukup dengan mendo'akan agar kemungkaran tidak merajalela.&lt;br /&gt;Apakah perubahan-perubahan ini sudah kita lakukan ? Hendaklah kita mawas diri dengan apa yang dilakukan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gotong royong.&lt;br /&gt;Gotong royong adalah sifat orang yang beriman. Yaitu mau bekerja sama dan tolong menolong untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Tolong menolong dalam melakukan kebajikan dan taqwa ini merupakan kewajiban setiap orang Islam. Setiap sesuatu yang dikerjakan secara gotong royong akan meringankan beban kita. Sikap ini juga menunjukkan kebersamaan kita semua di dalam melaksanakan kebajikan.&lt;br /&gt;Maka marilah kita mawas diri, apakah kita sudah membiasakan tolong menolong dalam kebajikan, ataukah sebaliknya ? Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal kebajikan orang-orang yang bertaqwa. Dalam surat Al Maidah, ayat 3, Allah memerintahkan agar kita tolong menolong dalam kebajikan dan ketaqwaan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyuburkan kasih sayang.&lt;br /&gt;Adalah pertanda kita semua menuju masyarakat terhormat, manakala kita tidak hanya bangga oleh adanya jalan-jalan yang mulus, komputer, pabrik-pabrik, tempat wisata, dan perdagangan; namun juga oleh kebanggaan bahwa kita dapat tumbuh menjadi ummat yang saling berbelas kasih, saling beramal dan saling peduli satu sama lain. Bukan hanya peduli dengan sesama manusia, tetapi juga sesama makhluk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. " (Q.S. An Nisa':1).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang ini, kita menjadi ummat yang saling merahmati, bukan saling melaknati, saling memangsa dan saling menindas. Sebaliknya, kita menjadi ummat yang mampu dan suka beramal shalih untuk kesejahteraan nasional maupun daerah. Ketahuilah saudara-saudaraku, sesungguhnya jika kita semua saling mengasihi, maka malaikat dan seluruh makhlukNya akan mengasihi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita benar-benar memperhatikan lingkungan hidup kita. Dan ketahuilah bahwa orang-orang yang hidup di sekitar kita, juga merupakan lingkungan hidup. Oleh karenanya Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan sesama makhlukNya. Mudah-mudahan kita semua hidup dalam berkah dan kasih sayang Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-6744199785151293024?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/6744199785151293024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/keselamatan-dan-berkah-dari-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6744199785151293024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6744199785151293024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/keselamatan-dan-berkah-dari-lingkungan.html' title='Keselamatan dan Berkah dari Lingkungan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-3890774688623015229</id><published>2009-06-09T07:39:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:41:16.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Pendidikan Lingkungan di Dalam Keluarga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memanfaatkan lingkungan secara positif telah dapat mensejahterakan manusia. Tetapi di sisi lain, telah pula terjadi kerusakan lingkungan hidup. Hal ini merupakan kenyataan yang dapat kita saksikan sehari-hari. Adanya pupuk kimiawi, mampu memacu hasil pertanian. Namun pestisida dan pupuk kimiwai ini tidak hanya membunuh hama penyakit, tetapi juga makhluk hidup lainnya yang diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah. Adanya pertambahan penduduk, memacu manusia untuk membuka lahan-lahan pertanian baru, namun seringkali tidak memperhatikan masa depan lingkungan, sehingga yang terjadi adalah keruskan lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, kita bisa memperoleh segala sesautu dari alam; dari hutan, dari bahan-bahan tambang seperti BBM, emas, perak, tembaga, gas, pasir, batu-batuan dan sebagainya. Namun jika kegiatan ini kita lakukan dengan serakah, sudah pasti anak cucu kita akan menanggung penderitaan. Mereka akan sangat kekurangan sumber alam yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan dan kerusakan lingkungan menjadi bukti bahwa pada suatu waktu baik sementara ataupun permanent, manusia akan mengalami berbagai macam kekurangan atau keterbatasan. Misalnya, udara kurang bersih, air kotor, jumlah air berkurang, Bahan Bakar Minyak (BBM) sulit didapat, cuaca menjadi sangat panas, timbulnya longsor, banjir, dan kekurangan bahan makanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya untuk mengatasi keterbatasan alam ini, kita memerlukan nilai-nilai atau budi pekerti berupa kebijaksanaan lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Zaman dahulu, kita mengenal adanya "pantangan" atau "tabu" dan larangan-larangan tertentu terhadap lingkungan. Misalnya orang tidak boleh menebang pohon yang besar karena ada makhluk halusnya. Sehingga tidak jarang ada yang memberikan sesaji pada pohon-pohon besar, sumber mata air, sedekah bumi, sedekah laut dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai ini merupakan akhlak yang harus kita kenalkan generasi kita. Nilai-nilai tradisional ini sangat bermanfaat di dalam menyadarkan diri kita agar kita memahami peran dan jasa alam bagi kehidupan kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pohon yang besar, tidak boleh ditebang, bukan karena ada makhluk halusnya; melainkan karena kemampuan pohon itu menyerap racun udara, kemampuan menyimpan air, dan menjadikan udara sejuk. Dengan demikian, tabu atau larangan-larangan terhadap lingkungan merupakan kebijaksanaan yang terbukti dapat mengendalikan perilaku manusia terhadap lingkungan. Karena memahami tabu dan patuh pada larangan-larangan inilah, kita semua terhindar dari laknat alamiah seperti banjir, kekeringan, meluasnya hama, erosi dan banjir. Oleh karenanya, janganlah kita menganggap tabu atau larangan-larangan ini sebagai takhyul; namun hendaknya menjadi dasar dari sikap dan kesadaran lingkungan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, berbuat baik terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan dapat menjaga sikap manusia dari kerakusan terhadap sumber-sumber alam. Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman bahwa alam ini akan menjadi bencana bagi manusia apabila manusia tidak memperlakukannya dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik kepada alam berarti bertanggungjawab terhadap alam sekitarnya, sehingga tidak melakukan perbuatan yang merusak alam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah saudara-saudaraku jika hutan gundul. Air hujan tidak terserap dengan sempurna oleh tanah. Akibatnya banjir dan longsor. Tanaman hancur, gagal panen, rumah-rumah diterjang banjir dan sebagainya. Hutan gundul juga mengakibatkan iklim yang tidak seimbang; hawa panas, dan aliran sungai tak terkendali sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hujan yang seharusnya menjadi rahmat, justru menjadi laknat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umpamanya saudara-saudara kita yang hidup di Kalimantan. Sungai-sungai di Kalimantan merupakan jalur transportasi yang penting. Bahan-bahan makanan dan kebutuhan hidup masyarakat diangkut melalui jalur transportasi air. Akan tetapi karena sungainya dangkal atau sangat meluap, perahu-perahu tidak berjalan, sehingga kehidupan masyarakat sangat terganggu. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah suadara-saudaraku, segala hal yang ada di alam ini, akan menceritakan kebaikan dan keburukan manusia kepada Allah. Imam Turmudzi meriwayatkan bahwa sehubungan dengan alam semesta ini, Nabi membaca surat Az Zalzalah ayat, 4 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pada hari itu bumi menceritakan beritanya," Kemudian Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya berita-berita bumi adalah dia menjadi saksi atas perbuatan-perbuatan hamba-Nya kepada bumi. Bumi memberitakan :"amal hari ini begini, begini, dan begini." Demikian pemberitaannya. (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat Az Zalzalah dan sabda Rasulullah SAW ini mempertegas keharusan manusia untuk memiliki akhlak atau budi pekerti terhadap lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kelak di akhirat mereka akan mengatakan segala hal yang telah kita lakukan terhadap mereka. Betapa banyak dosa-dosa yang kita tanggung dan betapa pedihnya siksa yang akan menimpa kita, jika ternyata kita tidak berbuat baik kepada lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segala hal yang diperoleh di dunia ini, tidak akan mencukupi untuk menebus kesalahan-kesalahan kita sebagaimana dinyatakan dalam surat Asy Syu'ara, ayat 88-89: " (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." Bersyukurlah kita semua masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Jika sekarang hutan telah dunul, maka sekarang juga kita bisa melakukan penghijauan dan penanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan lingkungan di dalam keluarga diperlukan supaya :&lt;br /&gt;Pertama, setiap keluarga memahami karuni Allah yang sangat besar berupa sumber-sumber alam. Dengan merenungkan kegunaan air, udara, tanah, tumbuh-tumbuhan dan segala ciptaanNya ini, kita akan merasakan keagungan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memberikan pemahaman atas akibat-akibat yang ditimbulkan apabila kita berbuat semena-mena terhadap lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, memahami perlunya hidup aman, sehat, rapi dan indah.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, memberikan dorongan kepada anak-anak agar bertanggungjawab terhadap lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pendidikan lingkungan, kita tidak bisa berharap adanya perubahan perilaku masyarakat. Proses pendidikan lingkungan ini tidak terbatas pada pendidikan formal seperti di sekolah dan pondok pesantren, melainkan juga dapat dilakukan di dalam keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melalui penanaman nilai dan sikap serta pengembangan ketrampilan terhadap lingkungan, kita; khususnya generasi muda akan memiliki kemampuan mengambil keputusan dan meningkatkan kesadaran dalam pembangunan lingkungan. Pendidikan ini merupakan modal dan landasan untuk memelihara serta memperhatikan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pembangunan yang berwawasan lingkungan dapat terwujud.  Maka marilah kita mulai segala kebajikan dari dalam keluarga. Mudah-mudahan Allah merahmati keluarga kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-3890774688623015229?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/3890774688623015229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/pendidikan-lingkungan-di-dalam-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3890774688623015229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3890774688623015229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/pendidikan-lingkungan-di-dalam-keluarga.html' title='Pendidikan Lingkungan di Dalam Keluarga'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-833324801462938217</id><published>2009-06-09T07:37:00.001+07:00</published><updated>2009-06-09T07:39:33.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mewujudkan Lingkungan Yang Sehat dan Aman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah taqwa kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Dengan taqwa inilah, kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, bahwa diantara bukti taqwa kita kepada Allah, adalah senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian baik di dalam diri sendiri maupun di dalam lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW mengajarkan kepada kita agar senantiasa berbuat baik kepada lingkungannya. Baginda Rasulullah SAW sangat memperhatikan kesehatan dan keamanan, sebab kesehatan dan keamanan merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia. Hal ini dapat kita renungkan, bagaimana jika kita senantiasa ditimpa penyakit dan keadaan lingkungan tidak aman. Lingkungan yang tidak aman akan menimbulkan rasa takut, khawatir dan was-was. Demikian pula lingkungan yang tidak sehat, akan menimbulkan pemandangan yang tidak indah serta dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memberikan pedoman untuk mewujudkan kesehatan dan keamanan lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Rasulullah memerintahkan para orangtua mengajarkan anak-anak berenang, memanah dan menunggang kuda. Perintah ini menunjukkan agar setiap orang Islam hidup sehat dan senantiasa menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah dan menunggang kuda." (HR. An Nasai).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Rasulullah mengutamakan orang mukmin yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah 'Azza wa Jalla daripada orang mukmin yang lemah dan lemah dari segala kebaikan." (HR. Ahmad).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin yang kuat juga berarti orang mukmin yang sehat, berani menegakkan kebajikan, tidak mudah ditindas orang lain, tidak tunduk pada kemunafikan dan sanggup mempertahankan harga diri. Orang mukmin yang kuat mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak merugikan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Rasulullah mengingatkan agar menjaga kesehatan dan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua kenikmatan yang seringkali dilupakan banyak orang, yaitu  kesehatan dan kesempatan." (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Rasulullah memerintahkan kita menjaga kebersihan rumah dan lingkunganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah itu, baik menyukai kebaikan, Allah itu bersih menyukai kebersihan, Allah mulia dan menyukai kemuliaan, maka bersihkanlah halaman rumahmu dan lingkunganmu. " (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua perintah Nabi ini menunjukkan bahwa ummat Islam harus senantiasa memperhatikan kesehatan supaya kita semua dapat melakukan ibadah dengan sebaik-baiknya dan supaya kehidupan di dalam masyarakat kita indah. Ketahuilah, tidak seorang pun yang tidak menyukai keindahan, namun seringkali kita tidak sungguh-sungguh di dalam mewujudkannya. Padahal kesehatan dan kebersihan merupakan perintah Allah, sehingga barangsiapa yang mengabaikannya pasti akan mendapatkan kerugian baik di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang kotor dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit. Oleh karenanya kita semua perlu memahami manfaat kebersihan. Lebih khusus lagi, anak-anak perlu diajari menjaga kebersihan. Hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, merupakan akhlak anak yang sangat baik, sebab tidak semua orang membuang sampah pada tempatnya. Mereka perlu diberi teladan agar menjaga kebersihan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak yang terlatih menjaga kebersihan diri, juga memungkinkan akan memiliki kepedulian menjaga lingkungannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tempat yang tidak menyehatkan secara ruhani juga perlu dihindari agar hati dapat terjaga dari noda-noda lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang sehat secara rohani menunjukkan adanya hubungan keluarga yang sehat pula. Keadaan yang tidak sehat secara ruhani ditandai dengan hubungan antar tetangga yang buruk sehingga kontrol moral dan sosial antar tetangga hancur, tidak saling mengenal dan tidak saling menjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang aman, dapat dimulai dari dalam keluarga. Nabi mengingatkan agar orangtua tidak membiarkan anak bermain-main dengan hal yang membahayakan dan tidak bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mempertunjukkan kepada saudaranya sepotong besi (untuk menakut-nakuti), maka malaikat melaknatinya, meskipun saudara itu saudara seayah-seibu (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sabdanya yang lain :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah salah seorang diantara kalian mempertunjukkan senjata kepada saudaranya, karena dia tidak mengetahui kalau syetan mengambil tangannya sehingga terjerumus ke dalam jurang neraka." (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sabdanya yang lain :&lt;br /&gt;"Barangsiapa menyakitkan kaum muslimin di jalan mereka, maka ia wajib menerima kutukan dari neraka." (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua ini mengajarkan kepada kita agar selalu berhati-hati dan mengendalikan diri dari semua tindakan yang membahayakan orang lain. Kita semua tidak ingin mendapatkan laknat Allah, karena sesungguhnya orang Islam sejati adalah orang yang dapat memelihara sesama muslim dari bahaya lisan dan tangannya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Islam sejati adalah orang yang menyelamatkan sesama muslim dari lisan dan tangannya." (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika dengan sesama muslim saja kita tidak memberikan keamanan dan rasa aman, bagaimanakah kita dapat menyebarkan salam atau  kesejahteraan, keamananan dan keselamatan kepada orang lain ? Hendaknya kita semua mengambil pelajaran dari berbagai tindak kekerasan. Selebihnya kita hendaknya mendidik anak-anaknya dengan permainan yang bermanfaat, yakni bukan permainan yang berbahaya baik bagi dirinya maupun lingkungannya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang menyelamatkan, damai dan penuh rahmat. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa memelihara ketertitaban, kenyamanan, kebersihan dan menyebarkan kasih sayang. Amin Ya rabb a' 'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-833324801462938217?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/833324801462938217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewujudkan-lingkungan-yang-sehat-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/833324801462938217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/833324801462938217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewujudkan-lingkungan-yang-sehat-dan.html' title='Mewujudkan Lingkungan Yang Sehat dan Aman'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-6910225386984530867</id><published>2009-06-09T07:35:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:37:11.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Gotong Royong Memperbaiki Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memperbaiki lingkungan, bukanlah semboyan; melainkan cara berpikir baru, perbaikan perilaku, pengelolaan lingkungan dan cara pandang yang yang baru. Mengapa demikian ? Memperbaiki lingkungan perlu terus dikumandangkan dalam diri kita semua. Janganlah kita menjadi orang yang mudah lupa, atau hanya ingat manakala bencana telah menimpa. Sebaliknya kita harus berjaga-jaga atau mengantisipasi agar kita terhindar dari bencana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, ketahuilah bahwa lingkungan hidup tidaklah terbatas pada hutan, air ataupun tanah saja; melainkan segala hal yang ada di sekitar kehidupan kita. Demikian pula tetangga, atau orang-orang yang ada di sekitar kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika musim hujan, kita melihat air meluber di jalan-jalan, berarti kita sedang melihat tanda-tanda kerusakan jalan-jalan, saluran air yang tidak beres dan sampah-sampah yang menutupi saluran air. Akibat saluran air yang tidak benar atau tidak ada sama sekali, jalan-jalan raya yang baru saja diperbaiki menjadi cepat rusak karena air memiliki daya rusak yang sangat kuat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya ketika di rumah kita banyak nyamuk, tikus dan lalat, maka sangat mungkin kebersihan di dalam rumah kita dan sekitarnya tidak terjaga. Banyak air tergenang atau orang membuang sampah sembarangan, sehingga air yang semula bersih menjadi sarang bibit penyakit. Nyamuk dapat menyebabkan Demam Berdarah (DB), kotoran tikus dapat menyebabkan leptoriosis yang menyerang otak dan paru-paru sehingga dapat menimbulkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman ini seharusnya menjadi zaman keswadayaan masyarakat. Yaitu, kita berbuat dan berusaha mengatasi masalah lingkungan dengan kekuatan dan kesungguhan kita; bukan menyerahkan segala urusan kepada orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam keswadayaan ini, yang berkuasa bukanlah orang, tetapi peraturan. Jika dulu masyarakat menyerahkan nasibnya atau segala sesuatunya pada negara dan pada tokoh-tokoh tertentu; maka pada zaman swadaya ini setiap orang harus ikut serta di dalam pembangunan; baik pembangunan agama, pendidikan, sosial, kesehatan maupun pembangunan lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, marilah kita memperbaiki keadaan lingkungan kita dengan usaha-usaha yang nyata, antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, memulai dari diri sendiri. Kita semua tidak memerlukan hukuman, melainkan teladan. Satu perbuatan lebih baik daripada seribu peraturan atau perkataan. Marilah kita memulai dari diri sendiri misalnya, dengan menyediakan tempat sampah dan tidak membuang sampah sembarangan. Kita hindarkan sungai-sungai dari sampah-sampah agar aliran sungai menjadi lancar sehingga tidak menggenangi jalan-jalan dan perumahan.&lt;br /&gt;Marilah kita beri pemahaman kepada keluarga kita untuk hidup sehat dengan memelihara kebersihan lingkungan rumah. Jika lingkungan rumah terjaga, lingkungan RT terjaga hingga linggkungan desa tertata dengan baik, maka kita akan merasakan lingkungan hidup yang nyaman dan indah.&lt;br /&gt;Marilah kita beri pemahaman kepada keluarga betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan apabila lingkungan kita telah rusak. Karenanya, di sekolah-sekolah pun hendaknya kita memberi contoh kepada anak-anak untuk memelihara lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, meninggalkan budaya acuh tak acuh.&lt;br /&gt;Kita sadari betapa kita lebih suka menyerahkan diri pada negara. Seakan-akan kita mengatakan :"biarlah negara yang mengatur perumahan kita, lingkungan kita, tata ruang kita, jumlah anak kita  dan gaya hidup kita." Segalanya diserahkan kepada negara bahkan untuk soal-soal kecil termasuk sanitasi, cara membuang sampah dan WC Umum. Adakah kita tidak ingin menolong di dalam kebaikan hidup bersama ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak masalah yang telah diakibatkan oleh karena kecerobohan dan ketidakpedulian kita. Gedung-gedung sekolah ambruk, tebing-tebing longsor, dan sampah berserakan di mana-mana, seakan-akan kita hidup dalam lingkungan yang tidak teratur, kumuh dan penuh dengan bibit penyakit. Padahal agama telah mengajarkan agar kita menjaga kebersihan, dan memandang kebersihan sebagai bagian dari iman. Oleh karenanya, lingkungan yang bersih membuktikan iman kita kepada Allah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebersihan merupakan sebagian dari iman,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagai orang yang beriman, seharusnya kita lebih peduli terhadap lingkungan. Lingkungan adalah bagian dari hidup kita. Oleh karenanya, sudah seharusnya kita sendiri yang menjaga lingkungan. Saudara-saudaraku, perhatikanlah akibat yang terjadi jika semua orang mengabaikan kebersihan, ketertiban dan kemanaan lingkungannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, siapakah yang tidak menginginkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera ? Tentu tidak ada. Namun, seringkali kita malas dan menganggap segala sesuatunya sudah ada yang mengurus. Ketahuilah kebahagiaan dan kesejahteraan tidak semata-mata berasal dari harta benda yang banyak dan rumah yang bagus. Kebahagiaan dan kesejahteraan dapat diperoleh manakala kita melihat lingkungan yang baik. Namun janganlah kita mengira, lingkungan yang baik ini akan terwujud begitu saja tanpa usaha yang sungguh-sungguh dari kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sesepuh mengajarkan kepada kita kebijaksanaan hidup. Diantaranya adalah gotong royong membersihkan lingkungan, siskamling, bersih-bersih sungai, selokan, bersih-bersih tempat ibadah, dan sebagainya. Semua ini merupakan ibadah kepada Allah SWT yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita bersama.&lt;br /&gt;Allah SWT mememerintahkan kita tolong menolong dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."(Q.S.5:2)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, kebajikan dan ketaqwaan yang kita lakukan, akan membebaskan kita dari bencana dunia dan akhirat. Dan marilah kita meningkatkan usaha dan kepedulian kita dalam membangun lingkungan. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (Q.S. Ath-Thuur:21)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-6910225386984530867?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/6910225386984530867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/gotong-royong-memperbaiki-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6910225386984530867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6910225386984530867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/gotong-royong-memperbaiki-lingkungan.html' title='Gotong Royong Memperbaiki Lingkungan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-6215408543230239234</id><published>2009-06-09T07:32:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:35:46.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mewaspadai Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT tidak menciptakan langit dan bumi ini dengan tanpa tujuan. Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi ini untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.  Alam yang disediakan Allah ini, tidak dapat diciptakan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi manusia, karenanya ala mini harus selalu kita jaga kelestariannya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jikalau kita semua tidak mensyukuri karunia alam ini, maka hampir dapat dipastikan; manusia akan tertimpa berbagai bencana. Dengan segala ciptaan Allah ini, hendaknya kita mengambil pelajaran. Janganlah kita seperti orang-orang kafir yang menganggap kehidupan hanya di dunia saja. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma`siat?" (Q.S. Shaad:27-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita perhatikan tanah, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan makhluk Allah lainnya. Mereka sangat penting bagi kehidupan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tanah memberi kehidupan kepada semua makhluk hidup di atas bumi. Namun jika tanah telah kritis, akan mempengaruhi kehidupan di muka bumi. Tanah yang tercemari oleh sampah-sampah plastik dan pestisida, bukan saja berpengaruh pada tanaman, melainkan juga pada kesehatan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tumbuh-tumbuhan menyediakan kita sumber mata air, menampung air hujan dan perkayuan. Tumbuh-tumbuhan juga mampu membersihkan udara yang kotor dan tercemar menjadi bersih. Karenanya penebangan hutan yang sembarangan dapat berakibat mengeringnyua mata air, tanah gersang dan mudah erosi, punahnya berbagai jenis satwa dan naiknya suhu udara yang berakibat kurangnya curah hujan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hewan-hewan. Hewan-hewan memberikan kepada kita keseimbangan ekosistem dan sekaligus bahan makanan. Karenanya perburuan dan pembunuhan binatang berakibat punahnya berbagai jenis binatang dan berakibat  terganggunya ekosisistem. Sebagai contoh, di kawasan Dieng, atau di Kabupaten Wonosobo memiliki jenis satwa langka, yaitu Elang Jawa. Namun karena tempat hidupnya terganggu, maka keberadaannya pun terganggu. Bahkan mungkin sekarang telah musnah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, air. Tercemarnya air tawar maupun air laut karena bahan kimia eracun, limbah rumah tangga maupun pabrik, sampah, pestisida dan minyak akan berbakibat bagi makhluk hidup lain. Air yang telah tercemar akan menimbulkan penyakit, membunuh ikan-ikan serta merusak ekosistem di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kelima, udara. Pencemaran udara oleh karena asap beracun dari kendaraan, cerobong pabrik, timbunan sampah dan sanitasi yang tidak sehat akan berakibat terganggunya pernafasan makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di sekitar kita telah menunjukkan adanya pencemaran dan perusakan tanah, perusakan tumbuh-tumbuhan, hewan, pencemaran air dan pencemaran udara. Perusakan lingkungan ini disebabkan antara lain karena :&lt;br /&gt;Pertama, akhlak manusia.&lt;br /&gt;Kita belum menyadari akibat-akibat dari tindakannya&lt;br /&gt;Keserakahan menjadikan manusia seringkali memburu keuntungan sendiri&lt;br /&gt;Manusia merasa berkuasa dan sombong atas sumber-sumber alam.sehingga memboroskan sumber alam.&lt;br /&gt;Manusia yang tidak bertanggungjawab kepada makhluk hidup lain dan tidak mengingat kepentingan generasi mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kedua, kepadatan penduduk. Jumlah penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan terhadap sumber-sumber alam makin bertambah pula.&lt;br /&gt;Ketiga, pandangan yang keliru tentang pembangunan, kesejahteraan dan hidup modern. Banyak orang menganggap kesejahteraan bergantung pada kenyang, senang dan menang, sehingga tidak memikirkan harkat, kebutuhan dan perasaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam mengajarkan kepada kita untuk menyadari arti pentingnya lingkungan hidup, menolak pencemaran dan perusakan lingkungan serta melakukan penghijauan dan kebersihan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Usaha-usaha ini antara lain dapat dilakukan dengan :&lt;br /&gt;Pertama, menanam tanaman non-pestisida dan mengajak orang lain untuk mengkonsumsi makanan sehat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kedua, membuat kelompok pecinta lingkungan hidup yang berjuang untuk mencegah pencemaran dan perusakan lingkuangan hidup.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketiga, memberikan pendidikan lingkungan di dalam keluarga. Misalnya memberi contoh agar anak-anak tidak membuang sampah sembarangan, tidak kencing sembarangan dan mengajak anak-anak kita ke hutan dan tanah pertanian untuk melihat langsung tanda-tanda-tanda kekuasaan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Keempat, menolak segala jenis perusakan dan mendukung ditegakkannya setiap Undang- undang atau peraturan yang berfaedah bagi kepentingan hajat hidup orang banyak. Saudara-saudaraku, ketahuilah bahwa di dalam Undang–Undang Dasar l945 telah disebutkan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergnakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha ini diperlukan agar anak-anak kita memiliki keberanian untuk menolak setiap perusakan lingkungan dan terdorong untuk memperbaiki lingkungan yang sudah terlanjur dirusak. Dan tidak kalah pentingnya adalah kita semua harus bertobat atau berhenti dari tindakan merusak sebelum kedatangan bencana yang lebih dahsyat. Tentu kita semua tidak sampai hati meninggalkan anak cucu kita dalam kesengsaraan dikarenakan perbuatan-perbuatan buruk kita semua. Janganlah kita mengikuti jalan pikiran dan perasaannya sendiri sehingga bertindak tanpa menghiraukan kehendak Allah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ingatlah saudara-saudaraku, bahwa Allah membalas setiap apa yang diusahakannya, dan Allah mengetahui apa yang disembunyikan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati." (Q.S. Al Mukmin:17). &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-6215408543230239234?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/6215408543230239234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewaspadai-pencemaran-dan-perusakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6215408543230239234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6215408543230239234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mewaspadai-pencemaran-dan-perusakan.html' title='Mewaspadai Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-4105565652131031371</id><published>2009-06-09T07:31:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:32:39.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Allah Menciptakan Alam dengan Tujuan yang Benar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kebutuhan manusia terhadap lingkungan hidup tidak mungkin tergantikan. Karena dari alam inilah manusia memenuhi semua kebutuhan hidupnya.  Agar alam mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia, Allah menciptakannya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (Q.S. Al Jaatsiyah:22)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan alam ini dengan tujuan yang benar, yaitu agar manusia dapat hidup dengan sebaik-baiknya di muka bumi ini. Allah menyediakan bahan makanan baik di darat maupun di laut untuk mencukupi kebutuhan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bumi merupakan satu-satunya tempat hidup yang cocok dengan manusia. Dan bumi menjadi tempat manusia untuk beribadah. Oleh karenanya, Allah akan membalas setiap perbuatan manusia di dunia dan akhirat. Janganlah kita mengira, bahwa hidup hanya di dunia saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi manusia seringkali menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya, sehingga manusia menempuh jalan sesat. Hati dan pendengarannya terkunci. Matanya pun buta dari melihat setiap kebenaran.  Orang yang tidak beriman dan menuruti hawa nafsu akan menyatakan bahwa: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa". Pandangan ini merupakan dugaan yang salah dikarenakan kita sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang alam akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita merenungkan beberapa kenikmatan Allah yang dianugerahkan kepada kita.&lt;br /&gt;Pertama, Allah menciptakan langit, bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Allah menurunkan hujan sesudah kita berputus asa dan Dialah Yang menyebarkan rahmat-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Allah memperjalankan kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Allah Yang melapangkan rezeki bagi semua makhlukNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Allah menciptakan segala sesuatunya indah, sehingga setiap orang yang memandangnya akan terkesan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bagaimana gunung-gunung yang menjulang, langit yang menjadi atap bumi tanpa tiang. Jika kita harus membayar setiap kenikmatan dan karunia yang diberikan Allah, maka seluruh kekayaan dan hidup kita pun sama sekali tidak mencukupi. Maha Suci Allah. Dialah yang menciptakan segala sesuatunya berguna bagi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti alamiah yang ada dalam kehidupan kita, merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta. Namun ingatlah manakala manusia tidak mesyukuri nikmat-nikmat tersebut, Allah akan menimpakan azab yang sangat pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur kita terhadap karunia alam ini, tidak lain adalah memanfaatkan sumber-sumber alam seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, air dan kekayaan alam lainnya untuk beribadah kepada Allah. Karena tujuan ibadah inilah, kita tidak memanfaatkan sumber alam atas dasar keuntungan sendiri tanpa memperhatikan akibat-akibatnya baik di masa kini maupun masa yang akan datang. Karena tujuan ibadah ini pula, kita bersedia memelihara sumber-sumber alam. Sebab jika kita merusak sumber alam ini, sudah pasti Allah akan menimpakan siksaNya. Ingatlah betapa dahsyatnya siksa Allah; sebagaimana dinyatakan Allah dalam surat Asy Syuura, ayat 30-31.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong selain Allah."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu marilah kita mengingat siksa atau kesulitan-kesulitan hidup yang akan menimpa kita semua, sebagaimana dinyatakan Allah dalam surat Asy Syura, ayat 33-35.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,"&lt;br /&gt;"atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka)."&lt;br /&gt;"Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian alam di sekita kita seperti banjir dan tanah longsor, dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua, agar kita senantiasa memahami tujuan penciptaan alam ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, jika kita memandang kehidupan ini hanya di dunia saja, maka manusia akan berbuat sesuka hati tanpa merasa diawasi Allah dan tanpa merasa bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah keni`matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal." (Q.S.Asy-Syuura:36).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-4105565652131031371?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/4105565652131031371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/allah-menciptakan-alam-dengan-tujuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/4105565652131031371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/4105565652131031371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/allah-menciptakan-alam-dengan-tujuan.html' title='Allah Menciptakan Alam dengan Tujuan yang Benar'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-2056503792336016688</id><published>2009-06-09T07:28:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:30:33.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Kewajiban Menjaga Kelestarian Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita bertaqwa kepada Allah, dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Diantara bukti ketaqwaan kita adalah berbuat baik kepada sesama makhluk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia menanggung amanat Allah sebagai pengelola alam semesta. Amanat Allah ini diberikan kepada manusia, karena manusia merupakan makhluk Allah yang diberi karunia akal, nafsu dan kenabian. Dengan akal, nafsu dan kenabian inilah manusia mampu mengelola alam semesta ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Q.S.Al Ahzab:72)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Ketahuilah saudara-saudaraku, amanat adalah kepercayaan dimana manusia yang diamanati bertanggungjawab terhadap amanatnya. Jika menyalahgunakan kepercayaan yang diembannya ini, manusia akan menerima sanksi, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, jika amanat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka Allah akan memberinya ganjaran di dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan amanat, kita mengenal istilah "halal dan haram" yang bertujuan agar penyakit keserakahan manusia terhadap harta benda dan kekayaan alam dapat dikendalikan sendiri oleh orang yang bersangkutan. Jika seseorang terbebas dari hukum di dunia, ia tidak akan terbebas dari sanksi moral di dalam hati nuraninya sendiri dan tentu saja hukuman di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azas-azas agama seperti amanat, halal-haram, larangan terhadap nafsu serakah, tidak berlebih-lebihan dalam memanfaatkan harta, merupakan tata krama atau etika lingkungan. Dan sudah saatnya kita mengambil nilai-nilai agama dalam kebijakan mengenai lingkungan hidup kita. Ketahuilah, akal dan hawa nafsu tidak cukup untuk membangun lingkungan hidup kita. Sebab manakala akal dan nafsu manusia keluar dari bimbingan Allah dan RasulNya, sudah pasti kemampuan dan kekuatan yang dimikili manusia tidak akan mensejahterakan, melainkan menyengsarakan kehidupan manusia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata krama lingkungan yang disertai dengan keyakinan terhadap pahala dan siksa Allah, akan sangat berguna bagi pembangunan lingkungan hidup kita. Tanpa merasa takut kepada Allah, hati dan pikiran kita tidak akan tunduk kepada Allah. Akibatnya, manusia berbuat menurut akal dan hawa nafsunya. Perhatikanlah berapa banyak kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh hawa nafsu manusia. Tanah yang semula subur, kini sudah tidak subur lagi, sehingga produktivitasnya menurun. Ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar hutan gundul, dan hanya dinikmati oleh segelintir orang. Sungguh bencana yang luar biasa bagi kehidupan bersama, manakala kita tidak segera merubah perilaku kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dataran tinggi Dieng misalnya. Seorang petani yang memiliki lahan satu hektar, pada tahun 80-an, dapat memanen 10-15 ton kentang. Namun sekarang hanya berkisar 8-10 ton. Dan sekarang, kesuburan tanah harus dipacu dengan pupuk kimiawi. Akibatnya semua tanaman bergantung pada sedikit banyaknya pupuk kimiawi.  Keadaan ini akan berakibat buruk pada generasi mendatang, dimana racun-racun kimiawi yang sudah terlanjur mencemari lingkungan, berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya cuaca yang semula sejuk dan udara yang segar, sekarang sudah berubah menjadi panas dan gersang. Keadaan ini tidak ternilai kerugiannya. Untuk udara yang sejuk, kita bisa menggunakan AC, namun berapa banyak uang yang harus dikeluarkan. Sedangkan dari hutan, kita semua memperoleh udara segar secara gratis. Kita hanya perlu menjaga dan dan tekun menanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak memperhatikan bencana-bencana yang Allah timpakan kepada kita semua, sudah pasti kita akan berbuat semaunya sendiri. Yang penting senang, kenyang dan menang. Tidak memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan sesama manusia, serta tidak memperhatikan kehidupan anak cucu kita di masa yang akan datang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, ketahuilah nasib ummat yang terdahulu yang mendurhakai Allah. Kaum Tsamud dihancurkan dengan badai yang dahsyat; kaum Luth dihancurkan dengan banjir yang dahsyat; dan ummat-ummat lainnya yang ditimpa bencana kelaparan, penyakit serta peperangan. Ingatlah saudara-saudaraku, Allah akan membalas setiap amal perbuatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka mereka ditimpa akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri (Q,S, Azzumar:51)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akibat buruk ini mengandung dua pemahaman.&lt;br /&gt;Pertama, akibat buruk tidak hanya menimpa orang dzalim saja. Hal ini karena di dunia ini berlaku hukum alam, di mana setiap kebahagiaan maupun kesengsaraan memiliki keterkaitan satu sama lain. Adanya penggundulan hutan,  semua orang akan merasakan akibatnya. Padahal penggundulan hutan  hanya dilakukan oleh segelintir atau sekelompok orang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, akibat buruk yang hanya menimpa orang yang berbuat dzalim. Yaitu di akhirat saja. Orang-orang yang berbuat dzalim akan merasakan siksa Allah dikarenakan menyengsarakan hidup sesama makhluk Allah di dunia dan melawan Allah dengan perbuatan yang merusak itu. Allah berfirman dalam surat Asy Syura, ayat 22, yang artinya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan firman ini, Allah mempertegas bahwa setiap perbuatan pasti akan membawa akibat. Jika perbuatan kita membawa kebaikan hidup, maka kehidupan akan menjadi semakin baik. Sebaliknya, jika perbuatan kita mencelakakan hidup, maka kehidupan manusia pun akan menjadi semakin buruk. Sesungguhnya setiap manusia menghendaki kehidupan yang lebih baik. Namun, terkadang akibat perbuatan sekelompok manusia, kita semua merasakan akibat-akibat buruk ini. Na'udzubillahi mindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari akibat-akibat buruk yang akan menimpa kita di dunia dan akhirat, marilah kita memahami tanggungjawab kita terhadap lingkungan hidup. Kita semua wajib menjaga lingkungan hidup agar kelangsungan hidup manusia dapat terjamin. Dengan memahami akhlak agama yang kita anut, niscaya kita akan berbuat sebaik-baiknya terhadap lingkungan kita. Sesungguhnya kebutuhan hidup manusia sangat tergantung dengan sumber-sumber alam. Demikianlah, mudah-mudahan kita selalu istiqamah di dalam menjaga kelestarian sumber alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-2056503792336016688?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/2056503792336016688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-menjaga-kelestarian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2056503792336016688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2056503792336016688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-menjaga-kelestarian.html' title='Kewajiban Menjaga Kelestarian Lingkungan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-852889082349904579</id><published>2009-06-09T07:26:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:28:39.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Kewajiban Manusia sebagai Khalifatullah fil ardh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita bertaqwa kepada Allah, dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Diantara bukti ketaqwaan kita adalah menyadari kedudukan kita sebagai khalifatullah fil ardhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memilih manusia sebagai wakil Allah di muka bumi atau khalifatullah fil ardhi. Dalam kedudukan inilah manusia bertanggungjawab atas seluruh alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".(Q.S.2:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah manusia lebih penting daripada dunianya ? Apakah matahari, tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan tak ada gunanya kalau tidak ada manusia ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang lebih unggul dibanding makhluk lainnya. Namun, tanpa makhluk lainnya, kehidupan manusia pun tidak akan ada artinya.  Kenyataannya; zaman ilmu pengetahuan dan teknologi tidak sepenuhnya menjamin keselamatan dan kesejahteraan manusia. Sebaliknya, manusia terancam hidupnya oleh kepandaiannya. Dengan kerakusan dan kesombongannya, kehidupan manusia makin cepat dalam kebinasaan. Semua ini dikarenakan manusia hanya menggunakan akal dan hawa nafsunya, dan tidak mengambil pelajaran dari firman-firman Allah.&lt;br /&gt;Manusia memiliki keunggulan akal, hati dan nafsu dibanding makhluk lain, namun tanpa bimbingan Allah dan rasulNya, manusia bisa lebih sesat daripada binatang, sebagaimana dinyatakan Allah" Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."(Q.S.7:179).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah kita mengubah cara berpikir kita. Yakni, merubah cara pandang yang mentakhtakan manusia di atas alam. Sebab meskipun manusia sebagai khalifatullah, namun manusia hanyalah sebagai pemegang amanat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu merubah perilaku dan mengedepankan akhlak lingkungan. Yakni janganlah mementingkan diri sendiri; tetapi taatlah kepada hukum alam dan mengutamakan kemaslahatan umum. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau menguasai alam, kita pun harus tunduk kepadanya. Kita harus berkawan dengan lingkungan dan menghargai semua jasa-jasa alam kepada kita. Dengan demikian, kita wajib menempatkan diri sebagai bagian dari lingkungan. Bukan sebagai penguasa mutlak, sebab yang berkuasa mutlak adalah Allah, sehingga kita pun harus tunduk pada kehendak Allah. Kita bukanlah raja bagi alam semesta. Ketahuilah raja sesungguhnya adalah Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, Allah menciptakan alam semesta ini dengan seimbang. Namun oleh sebab manusia berbuat sewenang-wenang, tidak taat hukum, dan mementingkan diri sendiri; alam menumpahkan amarah dengan berbagai bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" (Q.S. Al Mulk:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. Betapa agungnya ciptaan Allah. Dia-lah Allah Yang mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencukupi kebutuhan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan segala macam sumber alam. Allah jadikan bintang-bintang  yang menghiasi langit, sawah ladang yang indah dan lingkungan hidup yang cocok bagi manusia. Namun manakala manusia tidak mensyukuri alias mengkufuri karunia ini, Allah sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah menyatakan keadaan orang-orang kafir dan taqwa dalam surat Al Mulk, ayat 4-11 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir). Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"&lt;br /&gt;"Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".&lt;br /&gt;"Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".&lt;br /&gt;"Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita melaksanakan kewajiban sebagai "wakil Tuhan" di muka bumi dengan mengolah dan memanfaatkan bumi dengan sebaik-baiknya, agar bumi yang kita tempati ini  memberikan kemakmuran, kesejahteraan dan kenyamanan dalam hidup kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, meskipun Allah memberikan wewenang untuk mengolah alam semesta, namun manusia tidak dibenarkan merusaknya. Ingatlah akan siksa Allah di dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-852889082349904579?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/852889082349904579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-manusia-sebagai-khalifatullah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/852889082349904579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/852889082349904579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-manusia-sebagai-khalifatullah.html' title='Kewajiban Manusia sebagai Khalifatullah fil ardh'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5284213469736969862</id><published>2009-06-09T07:25:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:26:21.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Manusia Bagian dari Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita bertaqwa kepada Allah, dengan melaksnakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Sebab dengan taqwa inilah, manusia akan selamat di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan merupakan alam yang paling dekat dengan kita. Sejak pertama menyadari kehidupan, kita menamakan diri kita berada di dalam alam semesta. Kita hidup, bertempat tinggal, mencari makan, menanam pohon, dan menikmati semua pemandangan di dalam lingkungan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, kita sendiri adalah bagian dari alam. Kita diciptakan Allah dari tanah dan ditempatkan di bumi ini, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an surat Hud, ayat 61 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya)."(Q.S.Hud:61).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al A'raf juga disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur."(Q.S.7:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari firman Allah di atas, ada 4 (empat) kesadaran :&lt;br /&gt;Pertama, kesadaran bahwa manusia diciptakan dari tanah.&lt;br /&gt;Kedua, kesadaran bahwa manusia adalah pemakmur bumi.&lt;br /&gt;Ketiga, kesadaran bahwa manusia ditempatkan di bumi.&lt;br /&gt;Keempat, kesadaran bahwa bumi adalah sumber penghidupan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman Allah di atas, Allah menegaskan hubungan manusia dengan bumi yang tidak mungkin terpisahkan. Manusia menjadi bagian dari bumi karena manusia diciptakan dari tanah dan bumi merupakan sumber penghidupan. Siapakah yang dapat mengingkari bumi sebagai sumber penghidupan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga mengingatkan kepada kita bahwa bumi dan makhluk hidup lainnya seperti udara, lautan, permukaan tanah, padang rumput, gunung-gunung, matahari dan bulan adalah satu kesatuan alam. Apabila bagian-bagian dari kesatuan ini dirusak dan harmoninya dilanggar, maka akan berakibat buruk bagi kesejahteraan hidup kita semua. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kini, dibalik penguasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, kita merasa khawatir bahwa apa yang dihasilkan bukan pemakmuran, melainkan perusakan dalam jumlah yang lebih besar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dahulu, manusia cukup memancing untuk mendapatkan ikan, namun sekarang manusia meracuni sungai untuk mendapatkan ikan, sehingga mematikan ikan dan makhluk hidup lainnya yang berada di dalam air. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan ilmu dan teknologi, manusia mampu membuat pabrik, pupuk, mobil dan sebagainya. Namun, tanpa tata krama lingkungan, manusia bisa mati karena ilmu dan teknologinya. Sekiranya udara, tanah, dan air tercemari oleh zat-zat kimiawi dari pupuk, asap kendaraan dan limbah-limbah, maka kehidupan akan terganggu. Akibatnya hidup manusia dibayang-bayangi oleh penyakit seperti kanker, jantung, pernapasan dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kita perlu merenungkan tata krama terhadap lingkungan, sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Qashash, ayat 77, yang artinya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Allah melarang berbuat kerusakan. Sehingga, kita tidak boleh semena-mena dalam memperlakukan alam ini. Kita tidak boleh memperlakukannya hanya untuk pemuasan nafsu serakah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita bukanlah pemilik alam ini, sebaliknya karena kasih sayang Allah inilah, manusia diberi anugerah untuk memperoleh penghidupan di bumi. Sekiranya manusia berbuat kerusakan, maka Allah akan mencabut segala kenikmatan yang telah dikaruniakan dan manusia tidak akan mendapatkan bagian sedikit pun di akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, dengan memahami asal pencipataan manusia dari tanah, maka kita sadar; kehidupan manusia sangat bergantung dengan tanah. Jika tanah atau bumi rusak, pasti hidup manusia pun rusak. Apakah yang dapat kita nikmati dari kehidupan ini,  manakala lingkungan sudah rusak ?. Maka marilah kita mensyukuri karunia Allah yang tidak terhingga ini dengan melaksanakan tugas memakmurkan bumi. Janganlah kita mendahulukan sifat serakah tanpa memperhatikan kehidupan anak cucu kita di masa yang akan datang. Dan janganlah kita mengutamakan kepentingan sendiri, tanpa memikirkan kemakmuran dan keselamatan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang beriman, kita yakin bahwa sekecil apapun kerusakan lingkungan, pasti akan berakibat buruk, apalagi jika kerusakan itu berlangsung lama dan dalam jumlah yang sangat besar. Marilah kita mulai hidup ini dengan memperhatikan lingkungan sekitar kita. Jika mulai sekarang, kita mau merubah perilaku kita terhadap lingkungan, Insya Allah, pada masa mendatang, kita akan mendapatkan kembali lingkungan yang sehat, indah, dan mensejahterakan. Semua ini, merupakan persiapan kita bagi kehidupan anak cucu kita di masa yang akan datang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita semua menyombongkan diri dengan berbuat kerusakan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong, karena kita dalah makhluk lemah yang tergantung pada karunia dan kasih sayang Allah. Kita semua mengalami kehancuran, manakala Allah mencabut seluruh kenikmatan dan karunia-Nya. Sesungguhnya kita semua adalah makhluk yang lemah, yang senantiasa berharap belas kasihan dari Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu." (Q.S. Al Isra:37-38).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah saudara-saudarakau, sesungguhnya dunia ini, manusia diuji dengan amal ibadah. Sekiranya, kita tidak lulus, tentu kelak kita akan celaka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dialah Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5284213469736969862?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5284213469736969862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/manusia-bagian-dari-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5284213469736969862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5284213469736969862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/manusia-bagian-dari-lingkungan.html' title='Manusia Bagian dari Lingkungan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5832327039999701205</id><published>2009-06-09T07:23:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T07:24:09.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Bersikap 'Adil di Dalam Melayani Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah bertaqwa kepada Allah, yakni dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ketahuilah, taqwa juga mengandung arti "menghindar" karena sesungguhnya orang yang bertaqwa berarti menghindar dari ancaman dan siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara anugerah Allah kepada kita semua adalah menjadikan hidup manusia saling ketergantungan satu sama lain. Setiap orang dilebihkan atas orang lain. Karunia ini menunjukkan kepada kita bahwa manusia harus saling memberi manfaat kepada orang lain. Jangan sampai karunia Allah ini dipergunakan untuk mendzalimi atau merugikan orang lain. Oleh karena itu, kita tidak boleh menganggap remeh orang lain, karena setiap manusia memiliki manfaat masing-masing sesuai dengan kedudukannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dan Muslim radhyillahu 'anha meriwaytakan dari Sahl bin Sa'd As-Sa'idi, ia berkata : "Pernah ada seseorang yang lewat di hadapan Nabi Muhammad SAW. Lalu beliau bertanya kepada seseorang yang berada di dekat beliau,"Bagaimana menurutmu orang ini ?. Dia menjawab :"Orang tersebut termasuk manusia yang paling mulia. Demi Allah, jika dia meminang, pasti akan diterima; dan jika minta bantuan, pasti akan diberi." Rasulullah SAW lalu diam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, datang orang lain yang lewat di situ. Rasulullah SAW bertanya lagi,"Bagaimana menurutmu orang ini ?." Dia menjawab,"Wahai Rasulullah, orang ini dari kalangan muslim yang fakir. Jika dia meminang, tentu akan ditolak; jika dia meminta bantuan, tentu tak akan diberi, dan jika dia berbicara tentu tak akan ada yang mau mendengarnya." Rasulullah SAW bersabda : "Orang yang kedua tadi nilainya lebih baik dari dunia seisinya. Demikianlah perbandingan antara orang yang pertama dan kedua tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari riwayat ini jelas bahwa kita tidak boleh menganggap remeh setiap manusia. Belum tentu orang yang tampak memiliki kekuasaan, harta benda, jabatan ataupun terlihat mulia di sisi manusia, memiliki nilai yang unggul di sisi Allah. Ketahuilah, Allah menilai hamba-hambaNya dari ketaqwaannya. Jika kita tidak beriman, tidak berbuat baik kepada sesama; berlaku tidak sopan, pilih kasih atau mengabaikan hubungan antar sesama makhluk-Nya, bisa jadi kita tidak bernilai apapun bagi Allah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh kelak pada hari kiamat akan datang seseorang yang bertubuh tinggi besar, namun nilainya di sisi Allah lebih rendah daripada seekor naymuk (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi ini merupakan perlambang kepada kita semua, bahwa semua hal yang kita banggakan di dunia ini tidak memiliki makna apapun di sisi Allah, manakala kita tidak beriman, bertaqwa dan berbuat baik kepada sesama makhluk-Nya. Jangan menganggap derajat kita yang tinggi, harta benda kita yang banyak, nama besar kita dan segala hal yang membuat orang lain hormat bahkan takut, dapat membawa manfaat di akhirat kelak. Sungguh merugi akhir hidup kita kelak, manakala ucapan, sikap dan perbuatan kita jauh dari ridha Allah, hanya karena kita merasa dihormati, merasa penting, merasa besar, dan merasa tinggi derajatnya dari orang lain, sehingga kita enggan untuk berbuat baik kepada sesama makhluk Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Rasulullah SAW menerangkan kepada kita agar berbuat baik kepada sesama. Diantaranya : dengan cara berbuat adil dalam kepemerintahan dan Rasulullah SAW melarang berbuat curang dalam tatatanan pemerintahan sebagaimana dinyatakan dalam riwayat Siti 'Aisyah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muslim meriwayatkan dari 'Aisyah ra, ia berkata : "Aku mendengar Rasulullah SAW berdo'a di rumahku,"Ya Allah barangsiapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengatur urusan ummatku, namun lalu mempersulit mereka, maka berilah kesulitan kepadanya; sedang barangsiapa yang menjabat suatu jabatan untuk mengatur urusan ummatku, lalu mempermudah mereka, maka berilah kemudahan kepadanya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukhari Muslim juga meriwayatkan dari Ma'qil bin Yasar ra. Ia berkata,"Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Tidaklah seseorang hamba yang Allah amanati untuk menjabat suatu kepemimpinan lalu mati, sementara ia melakukan keculasan dalam kepemimpinan/jabatannya, melainkan Allah mengharamkan syurga baginya." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim disebutkan :"Tidaklah seorang pejabat yang  mendapat kepercayaan untuk mengatur urusan kaum muslimin, namun tak bersungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan dan tidak pernah mau memberikan nasihat kepada mereka, melainkan dia tidak akan masuk syurga bersama mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami ajaran Rasulullah SAW ini, hendaknya kita senantiasa berusaha sungguh-sungguh di dalam menjalan tugasnya. Perintah Rasulullah ini pun sesungguhnya tidak terbatas dalam urusan kepemerintahan baik di tingkat yang paling kecil hingga paling besar, namun sesungguhnya berlaku juga di dalam semua urusan kehidupan kita seperti di dalam berkeluarga dan berorganisasi. Oleh sebab itu, setiap tanggungjawab atau pun amanat yang kita tanggung, akan dimintai pertanggunganjawabannya oleh Allah SWT. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita tidak ingin mengalami kesulitan di dalam mempertanggungjawabkan amanat kita di hadapan Allah SWT. Kita ingin memperoleh kemudahan, rahmat dan pahala di sisi Allah. Maka janganlah kita menjerumuskan diri kita ke dalam kesulitan akhirat, dengan tidak mau mempermudah urusan sesama makhluk Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kita memandang rendah orang-orang yang membutuhkan kita sehingga mendorong kita untuk berbuat dzalim kepada mereka. Sesungguhnya setiap orang adalah bersaudara dan memiliki perasaan yang sama. Jika kita tidak menyukai disakiti, maka hendaklah jangan menyakiti orang lain. Jika kita tidak suka orang lain mempersulit kita, maka janganlah kita mempersulit mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih penting, janganlah kita mendapat kesulitan di hadapan Allah. Sebab di akhirat kelak, tidak ada lagi yang bisa menolong diri kita, selain ketaqwaan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan pokok dari segala urusan, perbaikilah duniaku yang merupakan tempatku hidup; perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai sarana bertambahnya kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai sarana pupusnya keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Q.S.16:90)"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5832327039999701205?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5832327039999701205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/bersikap-adil-di-dalam-melayani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5832327039999701205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5832327039999701205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/bersikap-adil-di-dalam-melayani.html' title='Bersikap &apos;Adil di Dalam Melayani Masyarakat'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5193052531118282798</id><published>2009-06-08T11:41:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:43:11.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Hakikat Haji Mabrur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah bertaqwa dengan sepenuh hati, dimanapun kita berada. Marilah berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Pada bulan inilah, ummat Islam dari seluruh dunia melaksanakan ibadah haji. Karena sesungguhnya, ibadah haji hukumnya wajib bagi orang yang mampu. Dan ketahuilah, pahala bagi orang yang hajinya mabrur tidak lain adalah syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pelaksanaan ibadah haji, terdapat beberapa lambang yang sangat penting dalam kehidupan kita. Diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Ka'bah, merupakan lambang aqidah, keyakinan, juga harapan Yakni setiap orang Islam harus beraqidah dengan benar, beribadah hanya kepada Allah dan memiliki harapan atas ampunan dan ridha Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Ihram, merupakan lambing bahwa manusia pada dasarnya tidak memiliki apapun dan tak ada yang bisa dibanggakan manusia setelah segala yang dimilikinya diminta kembali oleh Allah. Ia harus tunduk dengan keadaan dasarnya. Hanya kesucian hati yang dapat mempertemukan manusia dengan Tuhannya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Wukuf. Seorang haji harus berdiam sejenak menyiapkan strategi untuk melawan godaan-godaan dalam hidup ( yakni hawa nafsu dan syetan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Melempar jumrah : seorang haji harus melemparkan sifat-sifat tercela dan menggantinya dengan sifat-sifat terpuji (akhlak mahmudah). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Thawaf menunjukkan bahwa darimanapun asalnya manusia menuju pada titik yang satu. Yakni Allah Yang Maha Kuasa, Yang menciptakan alam semesta ini. Gerakan-gerakannya menunjukkan konsistensi dan integritas dalam pengabdian sebagaima manusia. Yakni apakah ia sebagai suami, isteri, pejabat dan lainnya harus mengabdi kepada Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Sa'i berarti, memahami wanita mulia yang berasal dari budak, yakni Dewi Sarah yang perjuang sendirian di tempat yang gersang dengan keyakinan supaya sang putra Ismail as tetap hidup. Dan kenyataannya Ismail as adalah harapan terbesar orang tua, yakni kehidupan anaknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;· Ibrahim as dan Ismail as menunjukkan ketaatan dan perjuangan melawan kedzaliman raja Namrud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bepata indahnya ! Ibrahim as diselamatkan dari api Namrud, dan Ismail as diselamatkan dari pengorbanan. Keduanya berjuang di tengah kekafiran dan kebobrkan masyarakat. Keduanya adalah khalifah-khalifah Allah yang bertanggungjawab memberdayakan manusia dan mendidiknya dengan tauhid. Mereka berdua inilah arsitek rumah tauhid, "kuil tertua dan pertama di dunia," sekaligus sebagai rumah kemerdekaan, rumah cinta dan persatuan, dan rumah peribadatan yang melambangkan rahasia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai haji, engkau adalah Ibrahim, penegak tauhid, pemberantas kemusyrikan, pemimpin kaum, pembebas kebodohan, kedzaliman, dan kekufuran. Kini bangunlah sebuah rumah, bukan unruk dirimu sendiri, bukan untuk putramu, tetapi untuk "ummat manusia." Inilah rumah tempat berteduh bagi orang yang terlunta-lunta, terluka, dan tersiksa atau pun korban-korban penindasan raja Namrud, sabotase Azar dan tipu daya setan yang selalu membuntuti kemanapun manusia pergi. Inilah rumah yang aman, suci, dan terbuka bagi setiap manusia atau keluarga Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di luar rumah ini tidak ada tempat yang aman dan suci dari aib karena dunia telah berubah menjadi rumah pelacuran yang kotor. Dunia telah berubah menjadi rumah jagal, agresi, diskriminasi dan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa, pada suatu hari Rasulullah SAW ditanya "apakah amal yang paling utama ?" Baginda Rasul menjawab : Iman kepada Allah dan rasulNya. Lalu amal apa lagi ? Beliau menjawab : jihad fi sabilillah. Lalu beliau ditanya lagi,"apa lagi ya Rasulullah," Beliau menjawab : Haji Mabrur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata mabrur dalam Lisan al 'Arab, memiliki dua makna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mabrur berarti baik, suci dan bersih. Jadi haji mabrur adalah haji yang tidak terdapat di dalamnya noda dan dosa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mabrur berarti maqbul : diterima dan mendapat ridha Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua makna ini sesungguhnya berhubungan dengan keadaan seorang haji di dalam kehidupan masyarakat. Artinya, ia sungguh-sungguh menghilangkan kekotoran dirinya. Sebab, ketika seseorang melaksanakan ibadah haji, sesungguhnya ia meninggalkan segala atribut dunia. Apakah ia seorang birokrat, penguasa, orang 'alim, pedagang dan siapapun dia, semuanya miskin dan fakir di hadapan Allah. Orang yang melaksanakan ibadah haji, seperti orang yang mati. Ia harus menyelesaikan segala urusan dirinya dengan orang lain, dan harus berwasiat kepada keluarganya yang masih hidup.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" 'Umarah yang satu ke umrah yang lainnya adalah tebusan diantaranya, dan haji mabrur tiada lain ganjarannya, kecuali syurga (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;Dalam riwayat lainnya, Rasulullah SAW ditanya, apakah haji mabrur ? Rasulullah SAW menjawab :" ath'im al tha'am wa afsyu al salaam," (memberi makan fakir miskin dan menebar salam). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti haji yang mabrur pada hakikatnya adalah haji yang dapat membuat pelakunya semakin peduli terhadap persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan. Setiap pelaku haji, kata Imam al Ghazali, harus memperhatikan budi luhur atau akhlak mulia baik ketika berada di tanah suci maupun ketika pulang ke kampung halaman sebagaimana maksud firman Allah dalam surat Ali Imran, ayat 197.. Dengan demikian, ia dan masyarakat memperoleh kebaikan dari ibadah haji yang dilakukannya. Karena itu syurga memang pantas dan layak baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya ! seorang haji meninggalkan egosentrisme, menggantinya dengan senantiasa melakukan tindakan kasih sayang terhadap sesama dan menyebarluaskan perdamaian, keselamatan dan ketenangan di dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Dan ketahuilah, bahwa Allah memberi kebijaksanaan pada setiap orang yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, tebusannya adalah shalat jum'at. Karena itu wahai saudara-saudarakau marilah kita senantiasa memperbaharui diri agar kita semua memperoleh kebaikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah "(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (Q.S.2:197)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5193052531118282798?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5193052531118282798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hakikat-haji-mabrur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5193052531118282798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5193052531118282798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hakikat-haji-mabrur.html' title='Hakikat Haji Mabrur'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-2221349186640802997</id><published>2009-06-08T11:39:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:41:23.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Memperingati Nuzulul Qur`an</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita bertaqwa dan bersyukur karena Allah menurunkan anugerah Al Qur'an yang tidak terhingga nilai dan manfaatnya bagi kehidupan ini. Al Qur'an telah menjadikan manusia mengetahui kehidupan di zaman dulu yakni zaman para rasul sebelum Muhammad SAW, dan juga kehidupan yang akan datang, yakni alam akhirat. Tanpa Al Qur'an, kita tidak akan tahu darimana kita berasal dan kemana kita akan pergi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu kekuatan yang mendidik, Al Qur'an tidak ada bandingnya. Al Qur'an merupakan kalam Allah yang hidup dan sumber kebenaran, sehingga memelihara kemurniannya sepanjang zaman. Al Qur'an menjelaskan masa lampau yang jauh. Di dalam Al Qur'an kita bisa menemukan hikayat ummat manusia yang tidak dicemari oleh prasangka, keangkuhan dan kepentingan pribadi manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan benar, Allah menceritakan berbagai peristiwa kehidupan ummat manusia dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Misalnya, di masa Nabi Luth as yang marak dengan perzinahan, Allah menimpkan bencana yang memporakporandakan kota Sodom dan Gomora. Di Masa Nabi Syu'aib dimana korupsi merajalela, Allah menimpakan badai yang sangat dahsyat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah-kisah ini, tersingkap pertentangan-pertentangan dari kuasa kebaikan dan kejahatan. Pada mulanya dosa-dosa menjadi kebanggaan manusia, hingga akhirnya bencana datang silih berganti. Dalam kehancuran dan bencana ini, manusia melihat suatu kenyataan kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca firman Allah, kita dibawa ke dalam hubungan pikiran yang tak terbatas. Kita tidak mengetahui kemana nanti setelah mati. Ternyata, kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Sesudah mati, masih ada kehidupan abadi dan balasan-balasan dari setiap perbuatan kita di dunia. Pelajaran dari firman Allah ini tidak akan gagal untuk memperluas dan memperkuat kemampuan-kemampuan berpikir. Jika lemah, pikiran manusia akan dikendalikan oleh iblis. Karenanya manusia hanya bisa memperkuat dirinya dengan membaca firman-firman Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwasanya akan datang berbagai fitnah (bencana/musibah). Para sahabat bertanya :"Apa jalan keluarnya wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab :" Al Qur'an. Di dalamnya terdapat cerita mengenai (ummat terdahulu, dan di dalamnya terdapat khabar mengenai apa yang terjadi sesudah hidupmu (akhirat), dan dia menjadi hakim atas apa yang terjadi diantara kalian. Dia adalah kalam yang jelas bukan ucapan main-main. Barangsiapa meninggalkan kehebatan Al Qur'an, maka Allah akan mencabik-cabik kehidupannya. Dan barangsiapa yang mencari petunjuk pada selain Al Qur'an, Allah akan menyesatkannya, sebab Dia adalah tali yang sangat kokoh. Dia adalah peringatan Yang Maha Bijaksana, dia adalah jalan lurus. Dialah yang dapat mengekang hawa nafsu, dan lisan para ulama tidak henti-hentinya mencari pelajaran darinya. Dan orang-orang yang menolaknya, tak akan memiliki akhlak. Tidak akan habis-habisnya keajaiban-keajaibannya sehingga tidak henti-hentinya jin memujinya sehingga ketika mendengarnya mereka berkata :" Sesungguhnya kami telah mendengar Al Qur'an yang menakjubkan yang memberi petunjuk ke jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya." Barangsiapa berkata dengan dasar Al Qur'an, maka benarlah ia, dan barangsiapa yang beramal dengan dasar Al Qur'an, maka ia mendapat pahala, dan barangsiapa memutuskan perkara dengan dasar Al Qur'an, maka ia adil, dan barangsiapa yang mengajak kepada jalan Al Qur'an, ia akan mendapat petunjuk ke jalan lurus (HR. Turmudzi)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melalui sabda ini, Nabi agung Muhammad SAW memberikan petunjuk yang sangat jelas, bahwa kehancuran dunia bersumber dari hawa nafsu. Akibatnya manusia mengalami krisis ruhani yang berakibat pada kehancuran diri sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan, bangsa dan negara. Banyak orang stress, gila, bunuh diri, dan mengalami berbagai penyakit kejiwaan lainnya seperti iri, dengki, hasud, serakah dan mau menang sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, di Jawa Tengah saja sudah lebih ratusan ribu orang dari berbagai lapisan masyarakat yang berpenyakit gila dan stress. Penyakit jiwa ini, telah mengakibatkan kerusakan-kerusakan dalam berbagai bidang kehidupan di dalam keluarga, tempat kerja, organisasi maupun tempat-tempat lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengingatkan agar kita semua mau kembali kepada Al Qur'an agar hawa nafsu kita terkendali sehingga kehidupan ini dapat terselamatkan. Dengan merasa takut kepada Allah, kita akan berhati-hati di dalam menjalani kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bertanya pada diri sendiri : sudahkah kita membca Al Qur'an dan sudahkah kita mendorong anak-anak kita, keluarga kita, dan saudara-suadara kita untuk dapat membaca dan mengetahui firman-firman Allah ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Al Qur'an merupakan prinsip dan dasar masyarakat dalam kehidupannya. Mustahil Allah menurunkan Al Qur'an ini untuk menyengsarakan dan menghancurkan kehidupan. Sebaliknya, hawa nafsu kitalah yang menghancurkan dan membahayakan kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an menyediakan bagi dunia ini manusia-manusia yang kuat dan bertabi'at teguh, yang memiliki pandangan yang benar dan perilaku yang bijaksana. Manusia-manusia seperti ini yang akan menjadi berkah bagi dunia ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita membiasakan membaca Al Qur'an dan memasyarakatkan Al Qur'an melalui Taman Pendidikan Al Qur'an, sekolah, kelompok-kelompok pengajian maupun kelompok-kelompok lainnya, guna membaca dan menekuni teks Al Qur'an. Dan hendaknya kita membuat Program Keluarga Al Qur'an di dalam keluarga masing-masing, sehingga kita dapat meluangkan beberapa menit untuk bersama-sama keluarga menghayati firman-firman Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-2221349186640802997?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/2221349186640802997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-nuzulul-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2221349186640802997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2221349186640802997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-nuzulul-quran.html' title='Memperingati Nuzulul Qur`an'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-7008946853703592941</id><published>2009-06-08T11:38:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:39:34.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari lagi kita sampai pada bulan Ramadhan. Pada bulan ini ummat Islam diperintahkan melaksanakan kewajiban berpuasa. Kedatangan bulan Ramadhan ini merupakan barakah yang besar bagi ummat Islam. Mengapa demikian ? Marilah kita mengingat kembali firman Allah dalam surat al Baqarah, ayat 183.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas ummat-ummat sebelummu, agar kamu bertaqwa.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perintah tersebut ditujukan kepada orang-orang yang beriman, karena hanya orang-orang yang beriman saja yang mampu memahami dan melaksanakan puasa. Sedemikian beratnya melaksanakan ibadah puasa, apalagi dalam cuaca dan keadaan yang tidak menyenangkan. Jika panas menyengat, rasa haus pun hampir tidak dapat ditahan. Demikian pula jika dingin menerpa, rasa lapar pun hampir tidak dapat ditahan. Kita patut bersyukur hidup di bumi Indonesia yang mana waktu siang hari tidak lebih dari 14 jam. Sebab ada suadara-saudara kita yang hidup di belahan bumi di mana waktu siang lebih lama daripada waktu malamnya seperti di Belanda dan Amerika Serikat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik rasa berat tersebut, kita akan mendapat kemudahan-kemudahan. Allah akan memberikan kemudahan di akhirat kelak. Lapar dan dahaga tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan lapar dan dahaga yang dialami kelak di akhirat apabila kita durhaka kepada Allah SWT. Segala kesulitan puasa tidak seberapa jika dibandingkan dengan kesulitan yang dihadapi orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Kita tidak mungkin dapat menahan satu celupan saja siksa Allah SWT. Bagaimanakah jika Allah menyiksa kita bertahun-tahun akibat kedurhakaan kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan syurga bagi orang kafir." Sungguh benar ungkapan ini, karena segala keindahan dunia bagi orang kafir tidak ada setitik pun bandingannya dengan kepedihan hari akhir. Sebaliknya, kepedihan orang mukmin di dunia ini tidak ada setetes pun padanannya bila dibandingkan dengan keindahan akhirat yang akan diperolehnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bulan Puasa merupakan kesempatan yang besar bagi kita untuk memperbanyak amal ibadah. Sesungguhnya puasa itu sendiri menjadi zakat (pembersih) jiwa yang akan mendorong orang untuk meraih keutamaan akhlak dan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Allah SWT dalam surat Al ‘Ashr, telah memperingatkan kepada kita betapa meruginya orang-orang yang tidak beriman dan melakukan perbuatan-perbuatan tercela dan terlarang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia di dunia ini hanyalah perantara menuju kehidupan yang abadi, yaitu di akhirat kelak. Dalam pengertian bahwa hidup kita tidak hanya terbatas pada kematian. Kita seringkali mendengar kata : “eling pati, eling pati, dan eling pati.” Benar. Karena apa yang kita peroleh dalam kehidupan di akhirat kelak, merupakan hasil dari apa yang kita lakukan selama hidup di dunia. Jika seseorang berbuat baik, maka perbuatan baik tersebut akan bersemi, tumbuh dan berbuah. Sama halnya dengan perbuatan yang tidak baik. Hanya saja mungkin buahnya tidak langsung dapat dipetik. Namun, yang pasti setiap perbuatan akan mendapatkan balasan Allah SWT. Sehingga makin banyak kita melakukan perbuatan baik, makin banyak pula harapan kita kepada Allah terhadap balasan yang baik pula. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan baik dapat dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Misalnya, menyingkirkan duri dari jalan atau hal lain yang membahayakan pejalan kaki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan Ramadhan ini kita dapat memperbanyak memohon ampun dan menabung amal kebajikan. Sebab puasa yang kita lakukan, akan menjadi syafa'at kelak di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Puasa dan Al Qur'an akan menjadi syafa'at bagi manusia kelak di hari kiamat. Puasa akan berkata,"Hai Tuhan, akau mencegahnya dari makan dan syahwat, maka berilah aku syafa'at untuknya. Al Qur'an berkata :"Wahai Tuhan, aku telah mencegahnya tidur pada malam hari, maka berilah aku syafa'at untuknya. Kemudian Nabi bersabda : keduanya memberi syafa'at. " (HR. Ahmad).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan setiap ibadat yang kita lakukan di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Apalagi di dalam bulan puasa, kita merasa adanya kemudahan dan semangat untuk melaksanakan amal kebajikan dan ibadah melebihi bulan-bulan lain; seperti shalat tarawih, witir, tadarus al Qur’an dan bersedekah. Hawa nafsu yang selama ini berkeliaran tak menentu, di bulan ini terpenjara oleh lapar dan dahaga serta kesadaran betapa lemahnya manusia tanpa makanan dan minuman. Dalam keadaan seperti ini kita sangat menginginkan dekat kepada Allah; Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan hari-hari biasa, dimana kita seringkali melupakan Tuhan dikarenakan kesibukan-kesibukan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bulan Ramadhan dapat dijadikan sarana memperbaharui jiwa sehingga kita senantiasa dapat meningkatkan amal ibadah dan meningkatkan kebajikan. Disamping itu agar kondisi kita benar-benar siap menghadapi bulan Ramadhan, alangkah baiknya jika kita melaksanakan puasa sunat di akhir bulan Sya’ban. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah puasa kita hanya menahan lapar dan haus, tetapi menahan dari segala kekufuran dan kemaksiatan baik di dalam bulan puasa maupun bulan sesudahnya. Janganlah puasa kita sia-sia karena tidak memperkuat ruhani kita. Janganlah puasa kita sia-sia karena tidak meningkatkan taqwa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita melalaikan perbuatan-perbuatan baik, amal salih dan ibadah pada bulan-bulan sebelumnya, maka bulan Ramadahan inilah kesempatan kita untuk memulai dan memperbaharui diri kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, marilah kita hiasi puasa kita dengan mengadakan perbaikan diri, membaca Al Qur'an, hidup sederhana, peduli pada sesama, shalat dan dzikir malam, menambah ilmu, mengurangi fitnah dan memperbanyak muhasabah. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-7008946853703592941?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/7008946853703592941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7008946853703592941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7008946853703592941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/puasa-ramadhan.html' title='Puasa Ramadhan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5380539763579717252</id><published>2009-06-08T11:36:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T11:38:23.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Memperingati Isro` Mi`raj Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita bertaqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Sebab hanya dengan taqwa inilah, kita  akan selamat di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isra' Mi'raj merupakan peristiwa penting dalam kerasulan Muhammad SAW. Beliau telah melakukan perjalanan dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsha dan dari Masjid al Aqsha ke Shidrat al Muntaha sebagaimana disebutkan dalam surat Al Isra', ayat 1, yang artinya .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Isra' Mi'raj memiliki makna mendasar karena di dalam peristiwa inilah ditetapkan kewajiban shalat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita melaksanakan shalat lima waktu, dan hendaknya kita mengajak anak-anak dan saudara-saudara kita agar melaksanakan shalat lima waktu. Sesungguhnya shalat menjadi tiang agama, sehingga barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja sekali saja, namanya akan dicatat di pintu neraka dan di akhirat akan dkumpulkan bersama Fir'aun dan Haman. Artinya, orang-orang yang meninggalkan shalat diibaratkan seperti Fir'aun yang sombong tidak mau tunduk kepada Allah dan ia laksana Haman, raja Iblis yang juga sangat sombong kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu dengan kesempurnaan kesuciannya dan ketepatan waktunya, maka baginya memperoleh cahaya dan bukti. Dan barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun dan Haman (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat juga dikatakan sebagai tiang agama, sehingga orang yang tidak melaksanakannya dianggap telah menghancurkan tiang agama. Adapun hakikat tiang penyangga agama adalah budi pekerti dan amal shalih. Oleh karenanya, shalat memiliki dimensi moral dan sosial, yaitu mencegah dari perbuatan keji dan kemunkaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Al Ankabut  ayat 45,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah shalat bisa dijadikan sebagai tameng perbuatan dosa ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang mesti kita pahami agar shalat bermanfaat bagi kehidupan.&lt;br /&gt;Pertama, wudhu jasmani dan rohani.&lt;br /&gt;Sebelum melakukan wudhu dzahir dengan air, hendaknya kita terlebih dahulu wudhu bathin. Yakni membersihkan jiwa dengan tujuh pembersih berupa taubat, penyesalan, tidak silau dengan harta, tidak suka dipuji, tidak bernafsu menjadi yang terbesar, tak menyimpan dendam dan dengki kepada orang lain. Setelah itu barulah wudhu dhahir dengan air.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, melaksanakan shalat dengan iman dan taqwa, tunduk, takut dan penuh harap kepada Allah &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum shalat hendaknya mengendurkan seluruh nafsu jasmaninya supaya Ka'bah (Kiblat) terlihat di depan mata hatinya. Katakanlah kepada dirinya bahwa "aku berada diantara hajatku kepada Allah dan rasa takutku. Kubulatkan keyakinan bahwa Allah sedang memandangku, menjanjikan syurga di sebelah kananku dan neraka di samping kiriku. Aku juga merasa bahwa malaikat maut berdiri di belakang punggungku, siap menjemputku seraya menunggu panggilan Tuhan kepadaku. Karena itu aku selalu berpikir, inilah shalatku yang terakhir."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, melaksanakan shalat dengan niat bertaubat, sebagaimana disebutkan dalam surat Arrum ayat 31 yang artinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah",&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, melaksanakan shalat dengan keyakinan atas kehidupan akhirat , sebagaimana disebutkan dalam surat Luqman, ayat 1-4 yang artinya :.&lt;br /&gt;"Alif Laam Miim. Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan."(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang shalat dapat dikatakan sedang berhadapan langsung dengan Allah SWT. Oleh sebab itu orang-orang yang shalat hendaknya menyiapkan jiwa raganya dengan sungguh-sungguh untuk berhadapan dengan Allah SWT. Shalat dapat dijadikan sebagai usaha naik ke derajat ruhani yang lebih  tinggi (mi'raj kultural) dimana seseorang yang melakukan shalat memiliki cara berpikir dan kualitas akhlak yang lebih tinggi yang pada akhirnya membentuk  perilaku kebudayaan (kultur) yang lebih baik di dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Derajat rohani yang berkualitas ini, harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari antara lain dengan sifat rendah hati, dan merasa hamba Allah. Shalat sejati menghilangkan sifat-sifat Fir'auniyyah seperti sombong, mau menang sendiri, dan membangga-banggakan diri dengan apa yang dimilikinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shalat tidak akan memiliki makna menjauhkan dari perbuatan dosa dan munkar tanpa disertai dengan tunduk, taubat, dan yakin akan adanya akhirat. Sebab dari sikap tunduk kepada Allah dan yakin kepada akhirat inilah, manusia dapat menjauhi perbuatan keji dan munkar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah khutbah jum'at ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung yang mengerjakan shalat dengan khusyuk, senantiasa bertaubat dan yakin akan balasan di akhirat. Ya Allah, Ya Ghaffar, jadikanlah hati kami tunduk kepadaMu. Sesungguhnya hidup dan matiku ada di tangan-Mu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5380539763579717252?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5380539763579717252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-isro-miraj-nabi-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5380539763579717252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5380539763579717252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-isro-miraj-nabi-muhammad.html' title='Memperingati Isro` Mi`raj Nabi Muhammad SAW'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5398275739749885417</id><published>2009-06-08T11:34:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:36:34.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yaitu, dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Sebab dengan iman dan taqwa inilah, manusia akan selamat di dunia dan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adakah diantara kita yang menghendaki hidup dalam penjajahan ? Tidak ada. Namun bangsa Indonesia pernah mengalami musibah yang sangat besar sepanjang sejarah, yakni dijajah oleh bangsa-bangsa asing seperti Belanda dan Jepang sehingga berabad-abad lamanya bangsa ini terkurung dalam penderitaan.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam penjajahan manusia tidak dapat mengembangkan diri. Kita tidak dapat membangun kehidupan yang lebih baik, manakala hidup kita, kekayaan kita, pikiran dan hati kita diperbudak dan dijajah. Penjajahan tidak hanya mengeruk harta benda, namun juga nyawa manusia.  Syukur kepada Allah, atas berkat rahmatNya dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan yang baik, maka pada tanggal 17 Agustus l945, rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan keinginan orang-orang yang beriman untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan sehingga dapat membangun kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;Kemerdekaan menjadi sia-sia, apabila kita tidak dapat mengisi kemerdekaan ini dengan amal shaleh. Manusia harus bekerja agar Allah mengubah nasib suatu kaum/bangsa, sebagaimana  Firman Allah :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Q.S.13:11).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan ayat ini ada dua hal yang perlu kita perhatikan dalam proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kondisi subyektif manusia. Manusia adalah pelaku dari setiap perubahan. Semua keadaan hidup di dunia ini, ditentukan oleh perbuatan-perbuatan manusia. Dan perbuatan-perbuatan manusia ini, tergantung kepada hati dan pikirannya. Anggota tubuh hanyalah alat yang digerakkan oleh hati dan pikiran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perhatikanlah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah, jika segumpal darah itu baik, maka baiklah semuanya, jika segumpal darah itu rusak, maka rusaklah semuanya. Perhatikanlah, segumpal darah itu adalah hati. (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hati bisa kotor sebagaimana kotornya cermin, maka pembersihnya adalah dzikrullah. Hati bisa telanjang sebagaimana telanjangnya tubuh, maka penutupnya adalah taqwa. Hati bisa lapar sebagaimana laparnya tubuh, maka makanannya adalah mengenal Allah, mencintai Allah, beribadah kepada Allah. Jika hati tidak mengenal Allah, maka Allah tidak akan memberi rahmat, sehingga hati akan cenderung berbuat rusak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Yusuf, ayat 53:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para ahli ilmu jiwa menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi disebabkan karena hati telah terkotori oleh kecenderungan-kecenderungan buruk. Sehingga menimbulkan perilaku-perilaku buruk, Sedangkan hati yang dirahmati adalah hati yang mengenal Allah dan rasulNya sehingga terdorong beramal shaleh. Hati yang dirhamati penuh dengan akhlak terpuji. Oleh sebab itu, segala kekacauan dunia tidak lain disebabkan karena manusia telah kehilangan ruhaninya. Annemarie Schimmel, seorang ilmuwan Jerman, menyatakan bahwa sumber dari kekacauan adalah krisis spiritual. Untuk mengembalikannya, tidak lain manusia harus kembali kepada ajaran Allah dan rasulNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kondisi obyektif suatu masyarakat. Perubahan masyarakat juga ditentukan oleh bagaimana lingkungannya, Sumber Daya Alamnya, system hukum dan sebagainya. Namun semua ini dipengaruhi oleh kondisi subyektif manusia yaitu, keadaan akhlak manusia.   Allah berfirman : Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Q.S.4:79).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya kita mawas diri agar kita mengenal diri sendiri. Janganlah menyalahkan zaman. Akan tetapi kita harus mujahadah/bekerja keras mengalahkan kecenderungan-kecenderungan buruk yang merusak diri kita, masyarakat, bangsa dan Negara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan kita wajib mengisi karunia kemerdekaan ini dengan jihad fi sabilillah. Yakni bekerja keras mewujudkan segala kebaikan di jalan Allah. Di antara jihad fi sabilillah itu adalah "daf'un ma'shumun 'an al dhurari," yakni mencegah segala hal buruk yang akan menimpa orang yang ada dalam perlindungan kita. Siapakah orang yang dalam perlindungan itu ? Mereka adalah ummat manusia. Mereka harus dilindungi dari marabahaya kebodohan, kemelaratan, kedzaliman, dan penyakit. Sehingga agama Islam menyatakan bahwa pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan umum hukumnya wajib.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, marilah kita jihad dengan ikhlash. Kita tidak cukup hanya berdoa siang malam, melainkan harus disertai dengan merubah diri kita, merubah system dan perilaku kita sehingga permasalahan-permasalahan yang kita hadapi dapatr teratasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga Allah menolong kita semua dan senantiasa memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5398275739749885417?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5398275739749885417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-kemerdekaan-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5398275739749885417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5398275739749885417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-kemerdekaan-17.html' title='Memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5601964118765752460</id><published>2009-06-08T11:33:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T11:34:47.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Memperingati Hari Anti Narkoba</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Miras dan narkoba atau lebih dikenal dengan zat psikotropika merupakan ancaman yang serius terhadap manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah, ayat 90.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.&lt;br /&gt;Dengan khamr dan perjudian, sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian  lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Di dalam khamr dan judi terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamar itu haram. Dan sesungguhnya Allah berjanji kepada orang yang minum khamar, bahwasanya ia akan diberi minum lendhut (kotoran)  neraka dan keringat ahli neraka." (HR.Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha mencegah melalui Undang – Undang  Negara dan sangsi hukum saja belum cukup untuk menjamin keberhasilan pelarangan miras dan narkoba. Usaha ini harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat dan dampak ukhrawi, yakni siksa Allah SWT. Sesungguhnya kenikmatan dunia yang sekejap ini, tidak sebanding dengan siksa Allah, meskipun hanya satu tegukan api neraka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat disangkal bahwa kita akan berhasil mematuhi peraturan itu bila kita sudah merasakan akibat-akibatnya. Bahkan terkadang, meskipun murka Allah sudah ditimpakan di dunia, manusia seringkali mencari berbagai cara dan alasan untuk tidak menaati Allah. Pelacuran dan perzinaan misalnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Walau larangan agama terhadap perzinaan telah menghiasi buku-buku agama, namun kesemuanya berlalu tanpa bekas. Bahkan semakin hari semakin merajalela. Baru setelah dunia medis menegaskan hubungan AIDS/HIV dengan perzinaan, beberapa orang sadar akan bahaya yang mungkin menimpa dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahaya AIDS/HIV tidak menyerang pelaku perzinaan saja, namun dampaknya bisa mengerikan karena orang yang tidak melakukannya pun bisa terkena AIDS/HIV. Kita semua berlindung kepada Allah, bahwa penderita AIDS di Jawa Tengah mencapai ribuan orang dan tertinggi ke 7 di Indonesia. Virus AIDS dapat bertahan hingga 10 tahun. Sehingga seseorang yang terkena virus pada usia 17 tahun, mungkin baru akan terdeteksi pada usia 27 tahun. Sungguh merupakan bahaya yang tak terkira. Sehingga segala macam pencegahan hampir tidak berhasil, jika akar penyebabnya yakni perzinaan, tidak dihindari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, konsumsi miras telah mengakibatkan masalah kemasyarakatan. Untuk mengatasi kerugian yang disebabkan narkoba dan miras, Negara tidak mengeluarkan biaya sedikit. Pada tahun l995-an, Jepang menghabiskan tidak kurang dari  50 Milyar Dollar AS, sedangkan Amerika Serikat menghabiskan tidak kurang dari 117 Milyar Dollar. Jumlah ini hampir setara dengan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan di Negara-negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan perlunya sikap menghindari narkoba dan miras.&lt;br /&gt;Pertama, pentingnya hidup sehat. Miras/narkoba merupakan salah satu factor tertinggi penyebab masalah kesehatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keprihatinan akan nasib generasi muda. Di Amerika Serikat sepertiga dari pertikaian keluarga yang mengakibatkan perceraian, terputusnya hubungan anak dengan keluarga (broken home) dan tindak kekerasan disebabkan oleh miras.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pencegahan kecelakaan lalu lintas. Di Amerika Serikat, ratusan ribu anak muda tewas setiap tahunnya. Di sekitar kita pun peristiwa kecelakaan lalu lintas, tindak kekerasan dan pemerkosaan seringkali bersumber dari miras.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pemeliharaan kesehatan bayi. Bayi yang dikandung oleh ibu yang mengkonsumsi miras dapat terserang gangguan otak yang bersifat permanent. Bibit manusia yang ditanam ke rahim ibu yang berasal dari pengkonsumsi miras akan berpengaruh pada jaringan tubuh, system kekebalan tubuh dan system nalar yang mempengaruhi perilaku anak yang dilahirkan. Di AS, sekitar 300 ribu bayi pertahuan menjadi korban perilaku ibu yang tidak bertanggungjawab. Selanjunya penelitian di AS juga menunjukkan perilaku ayah yang serupa juga berakibat buruk terhadap bayi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Agama melarang budaya miras karena tubuh manusia merupakan lahan suci yang harus dipelihara dari noda, termasuk miras. Memang larangan ini harus mengorbankan kebebasan pribadi, namun demikian kebaikan jangka panjang dan kualitas hidup manusia dipertaruhkan, sehingga agama secara tegas melarang miras.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, ada beberapa hal yang perlu dikedepankan dalam upaya menyelamatkan manusia dari bahaya miras.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita mesti menyatukan pikiran dan sikap untuk memperkokoh kecenderungan anti-miras dan perilaku hidup sehat sebagai bagian penting dari budaya masyarakat dan bangsa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita harus yakin bahwa apapun alasannya, produsen, pengedar dan pengecer ikut bertanggungjawab atas akibat buruk miras/narkoba. Adalah sangat bertentangan dengan prinsip keadilan apabila sekelompok orang mengeruk keuntungan di atas penderitaan orang lain. Masyarakat dan Negara dihadapkan pada kerugian ekonomi dan sosial akibat miras dan narkoba. Masyarakat, Negara dan bangsa harus menanggung akibatnya seperti AIDS, tindak kekerasan dalam rumah tangga dan masyarakat serta akibat-akibat buruk lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sebagai hamba Allah, kita harus ikut serta mendorong tumbuhnya manusia yang sehat jasamani dan ruhani yang mampu membuktikan bahwa ia diciptakan sebagai manusia yang mampu mengelola dunia dengans ebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Demikianlah khutbah ini. Semoga kita semua dilindungi dari segala macam marabahaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5601964118765752460?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5601964118765752460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-anti-narkoba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5601964118765752460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5601964118765752460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-anti-narkoba.html' title='Memperingati Hari Anti Narkoba'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5583032385952046099</id><published>2009-06-08T11:32:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:33:26.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Memperingati Hari Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam kesemptan ini, saya wasiat kepada diri saya sendiri dan jama'ah jum'ah, marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita memasuki bulan Mei yang mana bertepatan dengan peringatan  Hari Pendidikan Nasional. Syukur Alhamdulillah Allah menganugerahi keluasan dan kesempatan sehingga kita senantiasa  memperoleh rahmatNya berupa kesehatan, umur, rezeki , iman dan Islam.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur kita sebagai orangtua, kita wujudkan dengan sungguh-sungguh di dalam menumbuhkan semangat belajar anak-anak kita sebagai bekal hidup mereka di masa yang akan datang. Sebagai orangtua, kita semua wajib mempersiapkan generasi yang berilmu dan berakhlak.  Sebab anak-anak kita memiliki hak yang paling mendasar (Hak Azasi) yaitu hak memperoleh pendidikan. Setidaknya anak-anak harus bisa membaca dan menulis. Termasuk hak asasi anak-anak, adalah hak memperoleh perlindungan jasmani dan rohani supaya anak-anak kita menjadi anak yang pandai, sehat dan kuat. Oleh karenanya, orangtua harus mempersiapkan anak-anak agar bermanfaat bagi agama, masyarakat dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hak setiap anak  atas orangtuanya adalah ia memperoleh pendidikan menulis, berenang dan memanah serta dinafakahi dari rezeki yang baik ( halal)," (HR. Turmudzi) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah ini menjelaskan bahwa setiap orangtua memiliki kewajiban terhadap anak-anaknya. Diantaranya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama mengajari anak belajar membaca-menulis. Setiap orangtua wajib mendorong dan menumbuhkan semanggat mencari ilmu pengetahuan. Jangan sampai anak-anak kita menjadi orang yang bodoh, tidak mengetahui perkara dunia dan akhirat, halal dan haram, baik dan buruk. Mula-mula anak-anak wajib memperoleh pendidikan membaca dan menulis. Sebab dari membaca dan menulis inilah awal dari ilmu pengetahuan dan pemahaman anak-anak kita terhadap kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berenang dan memanah. Maksudnya, orangtua berkewajiban menjadikan anak-anaknya tumbuh sehat dan bergas sehingga anak-anak senantiasa giat di dalam mencari ilmu atau pun hidupnya. Jika anak-anak tidak sehat, tentu akan menambah beban orangtua dan masyarakat. Dan anak tidak akan dapat belajar atau melakukan kegiatan lainnya dikarenakan terganggu kesehatannya. Sebab dengan tubuh yang sehat dan trengginas setiap pekerjaan/kegiatan dapat dilakukan dengan baik dan tuntas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga memberi nafkah yang baik dan halal. Orangtua wajib memberikan nafkah berupa sandang pangan yang halal. Yakni halal dari segi barangnya maupun cara memperolehnya. Sebab setiap makanan haram yang masuk di dalam tubuh bisa mendatangkan laknat Allah SWT.  Hati dan pikiran yang tumbuh dari makanan haram dan melanggar hukum Allah, akan menimbulkan dorongan untuk melakukan kemakshiatan kepada Allah. Padahal dunia ini menjadi rusak disebabkan kemakshiatan manusia kepada Allah.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bijak menyatakan bahwa barakah akan tercapai manakala apa yang kita usahakan sesuai dengan syari'at Allah.  Makanan yang kita berikan kepada anak-anak, disamping harus sesuai dengan syari'at Allah, juga baik menurut kesehatan. Yakni memenuhi unsur gizi. Tidak harus mewah dan mahal. Namun setidaknya dapat memenuhi unsur 4 sehat  antara lain : nasi, sayur mayur, lauk pauk seperti tahu, tempe, ikan asin dan buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar kita tidak kurang dari 12.000 anak belum bersekolah. 15.800 anak tidak melanjutkan ke SLTP, dan tidak kurang 11.700 orang masih buta aksara. Padahal agama Islam sejak puluhan abad yang lalu telah menegaskan pentingnya pendidikan. Sungguh kita merasa malu kepada Allah, jika kita tidak memperhatikan pendidikan ummat Islam. Oleh kareanya, kewajiban kita bersama untuk memajukan pendidikan anak-anak Islam; dengan mendekatkan pendidikan pada masyarakat, melalui sekolah, pesantren, sanggar baca, perpustakaan desa ataupun lainnya. Janganlah mereka hidup dalam kebodohan . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Bukhari, Rasulullah menyatakan bahwa satu dirham yang kita sedekahkan untuk pendidikan ibarat menyedekahkan gunung emas dalam jihad fi sabililillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberikan pendidikan, memberi nafkah makanan yang halal, Insya Allah hati dan pikiran akan sehat. Apabila hati dan tubuhnya sehat, maka Insya Allah kita akan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat menjadi barakah bagi kehidupan kita. Sebab dari SDM yang kuat hati, kuat pikiran dan kuat tubuhnya inilah mereka dapat mengerjakan segala kebaikan bagi kehidupannya. Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang mukmin yang kuat hatinya, kuat pikirannya, dan kuat tubuhnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Yang Maha Luhur daripada orang mukmin yang lemah dan lemah dari segala kebaikan." (HR. Ahamd)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat al Bukhari, Rasulullah SAW juga bersabda "Barangsiapa yang memberi nafkah satu dirham kepada orang yang sedang mencari ilmu, maka seolah-olah ia menakafkahkan emas murni di jalan Allah sebesar gunung Uhud."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, anak-anak kita adalah harta yang tak ternilai dengan apapun. Mereka adalah makhluk Allah yang luar biasa. Dan orangtua wajib memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka supaya mereka dapat memberkahi kehidupan kita. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita, dan mudah-mudahan Allah menguatkan hati, pikiran dan tubuh anak-anak kita. Amin Ya Rabba al 'alamin.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5583032385952046099?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5583032385952046099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5583032385952046099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5583032385952046099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-pendidikan.html' title='Memperingati Hari Pendidikan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-7343469072007093563</id><published>2009-06-08T11:30:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:32:08.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yaitu, dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Sebab dengan iman dan taqwa inilah, manusia akan selamat di dunia dan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengeluh bahwa sekarang ini sudah tidak ada lagi teladan hidup. Sehingga setiap orang, hidup dengan cara dan jalan sendiri-sendiri. Akan tetapi, sesungguhnya tidak demikian. Kita tidak kekurangan teladan hidup. Yang kurang adalah kemauan dan kesungguhan kita dalam meneladani mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat  Al Ahzab, ayat 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman ini, Allah SWT mengingatkan kepada orang-orang yang beriman supaya senantiasa meneladani cara hidup Rasulullah SAW. Sebab dalam diri Rasulullah SAW itulah firman-firman Tuhan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah menempatkan Muhammad SAW sebagai contoh kehidupan manusia. Michael H. Hart, salah seorang peneliti tokoh-tokoh besar dunia, menyimpulkan bahwa Muhammad SAW adalah tokoh nomor satu dunia dalam bidang kehidupan. Muhammad SAW adalah kesempurnaan hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang menjadikannya sempurna. Tidak lain, adalah keluhuran budi pekertinya. Nabi Muhammad adalah manusia biasa, namun akhlaknya sempurna. Beliau berumah tangga, memimpin masyarakat, bekerja, memiliki anak, hingga memimpin jihad fisabilillah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diantara budi pekerti Nabi yang sungguh luar biasa itu adalah kejujuran, amanat, lemah lembut, rendah hati dan adil dalam memimpin masyarakat. Beliau tidak pernah menyakiti manusia baik itu muslim maupun non-muslim. Beliau menjalin hubungan dengan sesama manusia sebagai makhluk Allah. Beliau menjadi pelindung bagi kaum muslim maupun non-muslim. Beliau menjadi pelindung kaum yang lemah ( mustadh’afin). Keimanan dan ketaqwaannya tidak tergoyahkan, sehingga Muhammad SAW menjadi manusia sempurna dalam sikap, ucapan dan perbuatannya. Sesungguhnya akhlak Nabi Muhammad SAW sangat agung. Sebaliknya bagi orang kafir, mereka menganggap Muhammad SAW sebagai orang yang gila karena telah merubah tatanan kehidupan masyarakat jahiliyyah. Allah berfirman dalam surat Al Qalam, ayat 4-6.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.&lt;br /&gt;Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,&lt;br /&gt;siapa di antara kamu yang gila."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah SWT menjadikan Rasulullah sebagai teladan hidup, maka siapakah manusia yang lebih tinggi darinya yang patut diteladani budi pekerti dan cara hidupnya ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, alangkah naifnya jika kaum muslimin menganggap sudah tidak ada lagi teladan yang bisa menuntun kehidupan manusia menjadi lebih baik. Adalah kemalasan kita sehingga tidak mempelajari kehidupan Muhammad SAW. Padahal Allah telah memberi contoh hidup dalam diri Muhammad SAW, namun kita menolaknya dengan menganggap kehidupan Muhammad SAW ketinggalan zaman, tidak berkemajuan dan sebagainya. Ketahuilah, akhlak dan budi pekerti bersifat universal dan tetap sepanjang masa. Kita membutuhkan kepercayaan, keadilan, kesederhanaan, kelemah lembutan dan kasih saying. Untuk apakah kita mengikuti segala kemajuan dan modernitas, namun tidak membawa barakah dan keselamatan ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kita mengikuti cara hidup Muhammad SAW, maka kehidupan akan beradab, berkemajuan dan tenteram. Jika kita mengikuti akhlak orang-orang kafir dan ahli maksiat, maka ketahuilah dunia akan semakin rusak. Dan kita tidak akan mendapatkan kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai suadara-saudaraku yang dirahmati Allah.&lt;br /&gt;Semasa hidup, Muhammad SAW ditetapkan sebagai pribadi “al amin” (orang yang dapat dipercaya) oleh orang-orang kafir jahiliyyah. Jika orang-orang kafir saja menetapkan beliau sebagai al amin, bagaimanakah dengan kaum muslimin ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diantara sifat Rasulullah SAW yang lain adalah : shidiq (benar), amanat, lemah lembut, rendah hati, cerdas, dan tidak pernah menyembunyikan kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya, kaum muslimin mau mendengar dan mempelajari kehidupan Muhammad SAW supaya dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mungkin kehidupan kita menjadi lebih baik, jika kita selalu mencontoh dan membiarkan peri kehidupan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemauan untuk meneladani hidup Muhammad SAW tidak lepas dari iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Keyakinan kita kepada Hari Akhir dan pembalasan Allah SWT, akan mendorong kita bersungguh-sungguh dalam meneladani Muhammad SAW. Namun sebaliknya, jika kita menganggap remeh dengan hal-hal yang terjadi sesudah kematian seperti surga, neraka, dan hari perhitungan; maka  kehidupan akan diatur oleh hawa nafsu. Manakala kehidupan diatur dengan hawa nafsu, maka ketahuilah kehidupan tidak terselamatkan. Allah berfirman dalam suarat Al Jatsiyah, ayat 23, yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah memilih Muhammad SAW sebagai teladan hidup. Mengapa kita tidak memulai mempelajari kehidupannya, mendengar ajaran-ajarannya dan sedikit demi sedikit mempraktikkan akhlaknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita belajar agar kita menjadi orang-orang mu'min yang menerima apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Dan marilah kita menambah iman dan ketundukan kepada Allah dan rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar, karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-7343469072007093563?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/7343469072007093563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-maulid-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7343469072007093563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7343469072007093563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-maulid-nabi-muhammad-saw.html' title='Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-7366660560575304989</id><published>2009-06-08T11:29:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:30:50.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Memperingati Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberarpa hari lagi kita akan sampai pada awal tahun hijriah. Oleh karena itu, marilah kita memperhatikan firman Allah SWT dalam surat Al Hasyr, ayat 18-19.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut ada dua hal yang harus sangat diperhatikan :&lt;br /&gt;Pertama : Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah. Yaitu, melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Ini artinya, setiap orang Islam yang telah membaca dua kalimat syahadat, harus tetap menjaga keyakinannnya terhadap Allah, para Rasul, para malaikat, kitab Allah, adanya hari akhir, qadha dan qadar Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keimanan ini akan menjadikan kita meyakini apa-apa yang diperintahkan Allah, takut kepada Allah dan tumbuh harapan yang kuat atas ridha Allah. Tanpa perasaan takut terhadap Allah, kita tak akan bersedia melaksanakan perintah-perintah Allah. Demikian pula tanpa harapan atas ridha Allah, kita menganggap ibadah kita menjadi sia-sia. Padahal, di dalam firmaNya Allah telah seringkali menyatakan akan memberikan pahala di akhirat kepada hamba-hambaNya yang beribadah. Sebaliknya akan memberikan siksa yang sangat pedih kepada hamba-hambaNya yang durhaka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah bahwa iman harus dibuktikan dengan amal shalih. Apabila iman hanya di bibir saja, sedang hati dan perbuatannya tidak sesuai dengan iman; maka kita termasuk golongan orang-orang munafik. Dan Allah akan memasukkan orang-orang munafik ke dalam neraka yang paling hina. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."&lt;br /&gt;Kedua : Memperhatikan masa lalu demi hari esok. Artinya, orang-orang yang beriman harus memperhatikan apa yang telah dilakukannya pada hari-hari kemarin dan hari ini, agar hari esok lebih baik lagi. Orang-orang yang beriman harus memperhatikan apa yang dilakukannya di dunia sebagai bekal kelak di hari akhirat. Sebab, hari esok atau masa depan yang sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman adalah kehidupan di hari akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, apa yang terjadi jika amal ibadah kita di dunia ini tidak mencukupi sebagai bekal perjalananan ke akhirat. Ibarat orang yang bepergian jauh, kita harus tahu arah, tujuan dan memiliki bekal yang cukup agar kita tidak tersesat dan kekurangan. Demikian pula agar kita mendapatkan kemudahan di akhirat kelak, tentu kita harus mempersiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya di dunia ini. Sebab di dunia inilah satu-satunya kesempatan untuk mencari bekal. Waktu yang telah kita lewati, tidak dapat terulang lagi, apalagi jika kematian sudah menghampiri kita. Penyesalan apapun akan sia-sia apabila kita sudah berhadapan dengan Hari Penghitungan (Yaum al Hisab) di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah tidak lain adalah agar kaum muslimin mendapatkan kebaikan-kebaikan dan dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenteram. Oleh karena itu, hijrah memberi makna kepada kita untuk selalu berubah dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik; dari kemalasan menuju kesungguhan; dari kebodohan menuju pembelajaran; dari permusuhan menuju persaudaraan; dari kebencian menuju kasih sayang; dari kehancuran menuju keselamatan; dari kemiskinan menuju kesejahteraan dan dari kemaksiatan menuju ketaatan. Nabi Muhammad SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  “ Orang yang sempurna Islamnya adalah orang yang menyelamatkan orang Islam lainnya dari gangguan lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah sebenarnya adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist tersebut ada dua hal yang patut diperhatikan :&lt;br /&gt;Pertama, menyelamatkan orang Islam. Secara luas mengandung makna, setiap orang Islam tidak boleh berpangku tangan melihat apapun yang membahayakan kehidupan ummat Islam. Sehingga apabila ada orang Islam yang tidak aman, terganggu dari lidah dan tangan (ditimpa kedzaliman), maka seudah seharusnya, setiap orang Islam mesti saling membantu dan memperkuat agar ummat Islam terbebas dari marabahaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, meninggalkan larangan Allah. Berarti setiap orang Islam harus bersungguh-sungguh dalam melakukan amal shalih dan amal kebajikan, sebab hanya dengan amal kebajikan/amal shalih itulah, segala larangan Allah dapat ditinggalkan. Setiap saat pula, orang Islam dituntut menuju kebaikan dan selalu meningkatkan kebaikannya. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Apabila hari ini amal-amal kita lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya kita termasuk orang-orang yang rugi dan sangat celaka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala macam keburukan di dalam dirinya. Hijrah membuktikan iman dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Orang yang berhijrah berbeda dengan kaum munafik yang beriman kepada Rasulullah, namun di belakang; hati dan perbuatannya memusuhi Allah dan rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, di dalam momentum hijrah Rasul ini, marilah kita berusaha agar kita mendapatkan barakah Allah. Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang cerdas adalah orang yang mawas diri dan beramal untuk hidup sesudah mati (HR. Turmudzi)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita senantiasa mendapat bimbingan Allah SWT untuk menempuh jalan lurus dan dapat meningkatkan amal ibadah kita. Ya Allah, tampakkanlah bulan tanggal satu itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau senangi dan ridha. Tuhan kami dan Tuhan-mu adalah Allah (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-7366660560575304989?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/7366660560575304989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7366660560575304989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7366660560575304989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memperingati-tahun-baru.html' title='Memperingati Tahun Baru'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-4904440048418780482</id><published>2009-06-08T11:27:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T11:29:18.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Peran Masyarakat Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Amanat yang dikaruniakan Allah sesungguhnya sangat berat untuk dilaksanakan. Seorang ayah, harus mendidik anaknya, seorang pedagang harus berdagang dengan benar, seorang pekerja harus bekerja dengan benar, seorang pemimpin, harus memimpin dengan benar. Demikianlah setiap orang menanggung amanatnya masing-masing. Semua ini, harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap orang dari kalian adalah pemelihara yang akan dimintai pertanggungjawaban atas pemeliharaannya. Seorang Imam adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan keluarganya, dan seorang perempuan adalh pemelihara di rumah suaminya, dan seroang pelayan adalah juga pemelihara atas kepemeliharaannya." (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, kita memahami bahwa setiap amanat yang dikerjakan karena Allah, niscaya akan mendatangkan kebaikan. Sebaliknya setiap amanat yang dikerjakan karena menuruti hawa nafsu dan mementingkan diri sendiri, sudah pasti akan membawa madharat atau kerugian. Jenderal Khalid bin Walid ra memberikan contoh kepada kita bahwa segala sesuatu yang dimiliki adalah amanat Allah. Dikisahkan bahwa menjelang peperangan, Umar bin Khatab selaku khalifah memecat Jenderal Khalid bin Walid. Ia diganti oleh Abu Ubaydillah ra. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hatinya, Khalid bertanya kesalahan apa sehingga Khalifah memecatnya. Padahal kemenangan demi kemenangan telah diraihnya dalam setiap pertempuran. Ternyata Umar bin Khatab memecatnya justru karena ia mencintai Khalid bin Walid. Umar berkata, "Kau adalah panglima hebat. Di tanganmu kehormatan agama Islam ditegakkan dan orang-orang yang tertindas terlindungi. Namun, aku khawatir kau akan merasa bangga diri dengan kemenangan-kemenanganmu sehingga kau melupakan Allah."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khalid bin Walid menangis di hadapan Khalifah Umar ra. Ia merasa bahagia karena khalifah telah membebaskannya dari api neraka. Sebab sekiranya ia terserap dalam kebanggan diri, maka Allah akan menghapus perjuangannya. Sehingga tidak mendapat balasan akhirat, melainkan balasan dunia yaitu nama besar saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Khalid bin Walid ra tidak mutungi, kecewa dan ngrecoki Abu Ubaydillah ra selaku panglima perang yang baru. Sebaliknya, ia turut serta jihad fi sabilillah bersama-sama dengan ummat Islam. Sebab Khalid bin Walid jihad fi sabilillah karena Allah. Khalid bin Walid bekerja untuk Allah, bukan karena harta rampasan, nama besar dan jabatan. Khalid bin Walid ra sama sekali tidak bekerja agar dipuji dan dicintai Umar bin Khatab selaku khalifah; melainkan ia bekerja agar Allah ridha kepadanya. Sehingga ia selalu berjuang dengan gigih demi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan sepertinya merupakan sesuatu yang menggiurkan. Semua orang berlomba mendapatkan kekuasaan. Memang, kekuasaan memberikan kehormatan dan harga diri. Namun, kita lupa bahwa, kekuasaan itu menuntut tanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disinilah kekuasaan itu menjadi tidak mudah. Sebab, kekuasaan tidak bisa dilihat hanya sekedar sebagai panggung tempat pemegang kekuasaan untuk tampil dan mempertontonkan kehebatannya. Kekuasaan harus memberikan manfaat kepada masyarakat yang dipimpin. Kekuasaan harus dipakai untuk memberikan kesejahteraan umum ( bonum publicum).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? Kekuasaan yang tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, akan melahirkan kesengsaraan dan penderitaan masyarakat. Kekuasaan tanpa tanggungjawab akan menghancurkan kehidupan masyarakat. Sejarah telah menunjukkan bahwa salah satu diantara sebab kehancuran dunia adalah kedzaliman pemimpin. Kekuasaan, menuntut tanggungjawab dan akan dimintai pertanggung jawabannya di hari akhirat kelak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada empat hal yang meruntuhkan tata kemasyarakatan. Pertama, kedzaliman pemimpin. Kedua, pengkhianatan dan kebohongan 'alim 'ulama atau kaum terpelajar. Ketiga, kebakhilan orang-orang kaya. Keempat, amarah kaum dhu'afa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan tidak terbatas pada pemerintahan atau negara saja. Namun juga meliputi kepemimpinan dalam keluarga. Menjadi seorang suami atau ayah, berarti juga menjadi pemimpin. Oleh karena itu kedzaliman juga bisa terjadi di dalam keluarga. Seorang suami atau ayah yang semena-mena, tidak memperhatikan akhlak dan budi pekerti keluarga, juga dapat dikategorikan sebagai kedzaliman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan lain kata, menjadi seorang pemimpin di dalam keluarga bukan hanya menguasai keluarga dan mempertontonkan kekuasaan di hadapan anak isterinya. Namun juga harus ingat akan tanggung jawabnya. Sekecil apapun kekuasaan yang dimiliki hendaklah dipakai untuk memberikan kesejahteraan dan manfaat kepada orang yang dipimpin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, tidak semua orang berhasil ketika diberi kekuasaan. Bahkan, seringkali kekuasaan itu hanya dipakai untuk kepentingannya sendiri, hanya dinikmati kehormatannya, tidak tanggung jawabnya. Dengan kekuasaan itu, banyak orang menjadi lupa diri dan merasa menjadi orang yang tak tertandingi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan menuntun jiwa kita menghamba kepada Allah dengan benar. Karena Allah seorang isteri melayani suami. Karena Allah seorang suami memberi nafkah karena diperintahkan Allah. Seorang pelajar belajar karena Allah. Seorang karyawan bekerja karena Allah.  Pengabdian kepada Allah menuntun kita sebagai anggota masyarakat merasa wajib mendorong, menasehati dan berpartisipasi dengan segala kemampuan yang dimiliki agar kehidupan menjadi semakin baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya mencari ridha Allah sangat sulit. Seseorang harus memilih menuruti hawa nafsu atau ridha Allah. Namun iman dan rasa takut kepada Allah menuntun kita untuk mencari ridha Allah. Semoga kita dikaruniai kekuatan dan keberanian untuk senantiasa berbuat kebajikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-4904440048418780482?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/4904440048418780482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/peran-masyarakat-dalam-mewujudkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/4904440048418780482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/4904440048418780482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/peran-masyarakat-dalam-mewujudkan.html' title='Peran Masyarakat Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-6970151223275117554</id><published>2009-06-08T11:26:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:27:35.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekerja'/><title type='text'>Belajar pada Semut</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak perumpamaan yang Allah berikan di dalam menuntun hidup kita. Namun seringkali kita kurang memperhatikan ciptaan-ciptaan Allah. Padahal pada ciptaan Allah itu terdapat suatu pelajaran yang sangat berharga bagi hidup kita. Hanya saja, ilmu pengetahuan kita seringkali tidak sampai di dalam memahami tanda-tanda kekuasaan Allah. Seperti halnya nyamuk yang disebut dalam al Qur'an. Mungkin kita bertanya apa perlunya Allah menyebutkan binatang penyebar penyakit di dalam firmanNya. Setiap perumpamaan ini memiliki makna rohani yang mendalam. Yakni, kita melihat tanda-tanda kekuasaan Allah di dalam ciptaan-Nya itu.&lt;br /&gt;Allah SWT berfriman.dalam surat al Baqarah ayat 26.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini memperjelas bahwa setiap ciptaan Allah pasti memiliki makna, yakni menumbuhkan iman kita kepada Allah. Adakah ilmu dan teknologi yang dapat menciptakan makhluk bernama nyamuk ? Tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan ciptaan-ciptaan Allah, kita dituntun agar menjadi manusia yang beriman dan bertanggungjawab di dalam kehidupan dunia ini. Manusia pun sesungguhnya bukan apa-apa, bahkan diciptakan dari bahan yang sangat hina dan menjijikkan, namun karena kasih sayang dan karunia Allah, manusia dapat tampil di muka bumi sebagai makhluk yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa kuasa Tuhan, manusia dan alam semesta ini tidak akan berarti apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah semut. Perhatikan apa yang dilakukan oleh makhluk kecil ini. Pada makhluk kecil ini, ada beberapa hal yang dapat menuntun hidup kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, semut adalah pekerja yang tangguh. Walaupun sendirian, semut dapat berjalan jauh seraya membawa beban makanan yang ia peroleh dari usahanya. Jika sedang berjalan, ia berhenti sejenak menyapa kawan-kawannya yang kebetulan bertemu di jalan. Ini menunjukkan bagaimana semut mampu  menjalin network atau jaringan sosial yang teratur dan disiplin. Dari bertegur sapa dan menjalin hubungan ini tercipta jaringan kerja yang memungkinkan orang saling memerlukan jasanya masing-masing, sehingga terbentuk hubungan yang saling menguntungkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, semut jarang sekali berdiam diri. Ia bergerak dan ada saja yang dikerjakan. Ia pasti melakukan sesuatu. Sungguh sia-sia apabila manusia tidak melakukan amal perbuatan yang baik dan hanya menghabiskan waktunya untuk kegiatan yang sia-sia, yang tidak menguntungkan hidupnya di dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, semut tidak pernah memikul beban berat sendirian. Semut senantiasa bekerjasama dengan teman-temannya untuk memikul bebannya. Ia tidak mementingkan diri sendiri, merasa sok kuat dan mampu mengatasi segala sesuatunya sendirian. Ia bekerja secara tim. Maka sekalipun strategi dan cara kerjanya berbeda-beda namun karena bekerja bersama tim, maka beban seberat apapun dapat diselesaikan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, semut senantiasa membawa faedah dengan temannya. Semut membawa hasil kerjanya ke sarangnya, dan kemudian membaginya kepada sesama semut yang tidak mampu bekerja. Ia tidak merasa mutlak memiliki apa yang telah diperolehnya, namun ia berbagai karunia Allah atas apa yang diperolehnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelima, semut tidak melakukan kerusuhan sedikitpun di dalam tugas-tiugas pekerjaannya. Sebagai pekerja yang tangguh ia bertanggungjawab atas pekerjaannya. Dan ia akan membentuk tim seraya memperhatikan jaringan kerja yang dibangunnya, sehingga ia pun mampu memikul beban berat dan menyelesaikan tugasnya secara tepat dan benar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Kehidupan semut menunjukkan kepada kita bagaimana manusia juga perlu bekerja keras, membangun jaringan kerja, membentuk tim, dan berbagi di dalam pekerjaan dan hasil-hasilnya. Semua ini dilakukan dalam rangka memenuhi sunnatullah.  Manusia akan rugi dunia-akhirat manakala tidak memanfaatkan kehidupan di dunia ini dengan sebaik-baiknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika semut saja mampu hidup dalam keteraturan, kepedulian, kedisplinan dan saling memperkuat; maka sudah sewajarnya manusia yang beriman dan berakal dapat hidup lebih baik daripada makhluk Allah lainnya. Kita pun seharusnya mampu menunjukkan kerja keras, disiplin, saling berbagi, dan saling memperkuat dalam rangka mencari ridha Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, Tuhan mengingatkan kepada kita semua, bahwa iman harus dibuktikan dengan amal salih. Dan amal salih tidaklah berupa dalam konsep, angan-angan dan cita-cita, melainkan suatu perwujudan tindakan dan karya nyata yang dipersembahkan untuk Allah SWT. Kalau kita ingin menemukan sesuatu, maka kita harus mencarinya. Kalau kita ingin menghasilkan atau memperoleh sesuatu, kita harus bekerja. Semoga kita mendapatkan kesehatan dan kekuatan di dalam melaksanakan ibadah kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-6970151223275117554?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/6970151223275117554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/belajar-pada-semut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6970151223275117554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6970151223275117554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/belajar-pada-semut.html' title='Belajar pada Semut'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-2359409144051544683</id><published>2009-06-08T11:22:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T11:26:06.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekerja'/><title type='text'>Kewajiban Bekerja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap makhluk Allah mendapatkan rezeki, bahkan mahkhluk yang tidak berakal pun mendapatkan rezeki dari Allah SWT, apalagi manusia yang memiliki akal, tenaga, nafsu dan pikiran.  Perhatikanlah bagaimana binatang-binatang seperti nyamuk, semut, ular, kalajengking  dan sebagainya.  Mereka semua memperoleh rezeki dari Allah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Ankabut, ayat 60.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang, wajib mencari rezeki yang telah disebarkan Tuhan. Tidak akan sempurna ibadah seseorang manakala tidak bekerja di dalam dunia. Dengan kewajiban ini, Allah menunjukkan bahwa jika manusia tidak mencari rezeki, maka ia tidak akan menemukannya. Jika tidak menanam, maka kita tidak akan memanen. Dan janganlah merasa bahwa apa yang diperoleh di dunia ini semata-mata karena usaha kita, sebab sesungguhnya Allah Maha Menghendaki dan Berkuasa atas makhlukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah Nabi Isa as disebutkan ada seorang nelayan yang putus asa karena berkali-kali menebarkan jaring namun tidak mendapatkan ikan.  Rasulullah Isa as mengajarkan agar selalu yakin dengan pemberian Tuhan, dan juga menyarankan agar tidak mencari ikan di satu tempat. Dengan bantuan iman dan do'a, setelah menebar jaring berkali-kali akhirnya, nelayan mendapatkan ikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada pada kehidupan rasulullah ini menunjukkan dengan jelas kewajiban mencari rezeki tanpa harus berputus asa. Para Rasul mengajarkan agar kita senantiasa yakin dengan pemberian Allah. Janganlah kita menentukan Allah harus berbuat sesuatu kepada kita, namun biarlah Allah menentukan apa yang akan diberikan kepada kita. Kewajiban manusia adalah berusaha dengan akal pikiran dan tenaga supaya Allah berkenan memberi kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para Nabi adalah orang paling tunduk dan patuh dengan ketentuan Allah SWT. Sebagai contoh, Nabi 'Isa bekerja sebagai tukang kayu dan para sahabatnya ada yang bekerja sebagai tukang membuat tenda. Mereka bekerja dengan semangat yang tinggi, sebab di kalangan Bani Israil diajarkan bahwa "menganggur adalah sebuah kejahatan," sehingga pekerjaan remeh apapun tetap dikerjakan sepanjang tidak melanggar syari'at Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia, sekalipun seorang Nabi tidak mengharapkan rezeki turun begitu saja dari langit. Dengan tindakan ini, para Rasul menyadarkan manusia bahwa barangsiapa yang tidak bekerja jangan berharap apapun dan jangan menuntut upah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak sedikitnya hasil yang diperoleh, merupakan kuasa dan kehendak Allah. Meskipun demikian, tidak boleh meninggalkan ketaqwaan kepada Allah. Para rasul mengetahui apa yang menempatkan manusia di syurga dan neraka. Oleh karenanya para Rasul akan memerintahkannya jika sesuatu hal itu menempatkan manusia di syurga. Sebaliknya akan melarang jika sesuatu itu menyengsarakan dan menempatkan manusia di neraka.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah lambat rezeki membuatmu mencarinya dengan jalan makshiat kepada Allah, karena sesungguhnya Allah tidak menerima apa yang dicarinya dengan makshiat kepada Allah " (HR. Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah jum'at yang dirahmati Allah&lt;br /&gt;Beberapa firman Allah menuntun manusia agar memenuhi apa yang dilarang oleh Allah SWT. Apa yang dilakukan oleh para rasul dan salafussalih merupakan teladan nyata bagi kita semua. Sekalipun mereka adalah orang-orang yang tekun beribadah dan selalu mendekat dengan Allah, namun mereka tidak mengabaikan urusan mencari nafkah yang halal. Semua ini dimaksudkan agar hati tidak terkotori oleh keserakahan, angan-angan dan gila dunia. Sifat-sifat inilah yang  akan menimbulkan perilaku senang merampas  hak orang lain. Apa jadinya jika orang bekerja dengan saling merampas ?&lt;br /&gt; Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mencari rezeki yang halal, wajib bagi setiap orang Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya makanan yang paling baik bagimu adalah yang diperoleh dari hasil usahamu, dan sesungguhnya makan yang terbaik bagi anak-anakmu adalah dari hasil usahamu (HR. Ibnu Majah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukman al Hakim telah menasehati anaknya : "Wahai anakku, cukuplah dirimu dari fakir dengan usaha yang halal. Sesungguhnya orang yang fakir akan ditimpa tiga hal : perbudakan dalam agamanya, kelemahan dalam akalnya dan kehilangan harga dirinya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umar ra berkata :"Janganlah salah seorang diantaramu menganggur seraya berkata Wahai Allah berilah kami rezeki. Padahal kamu sekalian mengetahui bahwa langit tidak menurunkan hujan emas dan perak."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud juga berkata :"Sesungguhnya saya benci melihat seorang laki-laki menganggur, tidak pada urusan dunianya dan tidak pada urusan akhiratnya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua kisah dan ucapan orang-orang salih ini menunjukkan bahwa agama memerintahkan agar orang bekerja keras guna menjaga agama dan harga dirinya. Para salafussalih menganggapnya sebagai bencana dan kebodohan manakala kaum muslimin malas, tidak mau berusaha dan bekerja mendapatkan rezeki yang halal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan ibadah dicapai manakala kerja sebagai ibadah menjadi landasan kita semua. Jika kaum muslimin tidak memperhatikan masalah-masalah seperti pertanian, peternakan, perdagangan, kesehatan, industri dan sarana parasarana dunia lainnya, maka kaum muslim akan berada dalam kelemahan baik keluarga, masyarakat, agama maupun bangsa dan Negara. Karena akidah kaum muslimin lemah, akan tergleincir ke dalam kemaksiatan dan kekufuruan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kaum muslimin harus memperkuat agama dan iman serta meningkatkan harkat dan martabat hidup keluarga, masyarakat bangsa dan negara. Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Q.S. Hud:6).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan susah, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan penindasan orang-orang dzalim.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-2359409144051544683?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/2359409144051544683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-bekerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2359409144051544683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2359409144051544683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-bekerja.html' title='Kewajiban Bekerja'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-8299819949672817059</id><published>2009-06-08T11:21:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:22:21.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekerja'/><title type='text'>Kewajiban Mencari Rezeki yang Halal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Nabi Muhammad SAW mengalami kehidupan seperti manusia umumnya, yakni bekerja mencari nafkah. Bahkan sejak muda beliau telah bekerja guna menghidupi dirinya dengan menggembala domba dan berdagang. Apa yang dilakukan Nabi SAW sama sekali tidak mengurangi kemuliaannya, justru sebaliknya menjadi teladan bagi kita semua bahwa setiap orang berkewajiban mencari nafkah. Semua ini adalah untuk memanfaatkan tenaga dan pikiran yang telah dikaruniakan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan bekerja, orang mendapatkan upah. Upah ini dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Disamping itu untuk menjaga harga diri manusia. Olah karenanya Allah menghargai setiap orang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak peduli hasil yang diperoleh sedikit atau banyak, Allah SWT menetapkannya sebagai kebajikan asalkan usahanya dilakukan dengan cara halal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah kenabian Muhammad SAW disebutkan bahwasanya suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya. Tampak dari serambi masjid, seorang pemuda yang gagah perkasa sedang berangkat kerja, padahal hari masih sangat pagi. Seorang sahabat berkata," Aduh sayangnya pemuda ini. Kalau saja kemudaannya digunakan untuk jihad di jalan Allah pasti lebih baik."  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian besabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Janganlah berkata begitu. Sesungguhnya orang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari meminta-minta dan mencukupkan diri dari orang lain, maka ia jihad fi sabilillah. Dan barangsiapa yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup kedua orangtuanya yang lemah atau sanak keturunannya yang lemah, agar dapat menkupi kebutuhan mereka; maka ia pun jihad fi sabilillah. Dan barangsiapa yang bekerja untuk membangga-banggakan diri dan menumpuk-numpuk kekayaan, maka ia berada di jalan syetan." (HR. Thabrani dari Ka'b)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melalui sabda ini Rasulullah SAW memberikan penghargaan kepada setiap orang yang mau bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sesuai dengan syari'at Islam, tidak untuk membangga-banggakan diri dengan kemewahan atau menumpuk-numpuk kekayaan dengan menggunakan segala cara; maka ia adalah seorang mujahid fi sabilillah. Sebaliknya orang yang bekerja hanya untuk menumpuk-numpuk kekayaan, tanpa zakat, infak, sedekah dan dipergunakan untuk menuruti hawa nafsu atau egosentrisme sendiri, digolongkan dalam jalan syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga sebab mengapa orang tidak mau bekerja.&lt;br /&gt;Pertama, tidak mau bekerja karena alasan ketaqwaan. Seseorang tidak mau bekerja karena menganggap dunia ini kotor sedangkan akhirat suci, sehingga hidupnya hanya dihabiskan untuk berdzikir dan beribadah mendekat kepada Allah. Akibat dari kebiasaan ini, menjadikan orang thamak  dan hanya berharap-harap upah dari Allah tanpa mau berusaha. Agama Islam tidak mengajarkan cara hidup ini, sebaliknya mengajarkan agar siapa pun harus bekerja keras supaya mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tidak  bekerja karena gengsi. Karena gengsi seseorang enggan melakukan pekerjaan yang dianggap remeh, tidak mulia dan tidak memperoleh hasil yang banyak. Padahal pekerjaan yang tampaknya remeh ini halal. Apalagi dirinya merasa memiliki pendidikan tinggi dan berasal dari keluarga terpandang. Akibat dari kepribadian ini akan mendorong orang menempuh cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh upah yang banyak. Bahkan terkadang dengan menyakiti orang lain seperti merampas dan mencuri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, karena malas.  Jika sifat ini menjadi watak manusia, maka ia akan cenderung panjang angan-angan (thul al amal ), tidak mau bekerja namun menginginkan hasil yang banyak. Bahkan jika ada pekerjaan pun enggan untuk melakukan dan menyelesaikannya. Pekerjaan apapun tidak akan dapat dikerjakan dengan baik dan benar. Mustahil sifat malas membawa kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah memberi keluasan waktu agar kita dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sesuai syari'at Allah, akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat. Allah SWT telah menjadikan siang sebagai waktu mencari penghidupan, agar kiranya di waktu malam dapat beristirahat dan mendekat kepada Allah dengan shalat tahajud, shalat witir dan shalat  malam lainnya, atau berkumpul dengan keluarga dan mempelajari firman-firmanNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menyatakan bahwa saling dijadikan sebagai tempat mencari penghidupan sebagaimana firman Allah dalam surat An Naba', ayat 11 yang artintya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan",&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah juga telah menjadikan bumi ini sebagai sumber penghidupan. Allah memberikan keleluasaan untuk mengolah bumi agar manusia dapat bersyukur. Namun terkadang manusia justru mengingkari Allah SWT, seakan-akan segala sesuatu yang ada di bumi ini muncul dengan sendirinya dan seakan-akan memperoleh segala sesuatu yang ada di bumi ini seperti barang temuan yang tak bertuan. Padahal segala isi langit dan bumi ini adalah milik Allah. Jika Allah menghendaki, maka langit dan bumi dihempaskan dan dihancurkan, sehingga manusia tidak dapat mengambil manfaat apapun darinya membangga-banggakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur." (Q.S.Al A'raf:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memahami alangkah besarnya karunia Allah bagi kehidupan manusia. Namun semua karunia ini tidak bisa diperoleh tanpa usaha dan bekerja. Allah memerintahkan kepada manusia agar bekerja di dunia  agar dapat memenuhi kebututuhan hidupnya dan memiliki sarana beribadah kepada Allah.  Wujud terima kasih manusia kepada Allah adalah dengan senantiasa bekerja dan beribadah secara sungguh-sungguh dimanapun kita berada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bekerja hanya untuk tujuan kebanggan dan memperbanyak harta benda dapat menjadikan orang lupa mati, ingat Allah dan ingat akhirat. Jika cara ini yang ditempuh, maka rezeki yang diperolehnya itu justru menambah kekufuran dan melupakan akhirat.  Sesungguhnya Allah akan menimpakan siksa dunia dan akhirat bagi orang-orang yang mengingkariNya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-8299819949672817059?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/8299819949672817059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-mencari-rezeki-yang-halal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8299819949672817059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8299819949672817059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-mencari-rezeki-yang-halal.html' title='Kewajiban Mencari Rezeki yang Halal'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-2216795635416959431</id><published>2009-06-08T11:20:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:21:14.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zakat'/><title type='text'>Zakat dan Pajak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanpa kita sadari, banyak diantara kita yang membelanjakan harta dan karunia Allah untuk hal-hal yang tidak berguna. Seringkali kita melihat orang-orang yang sangat kesusahan di dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka kekurangan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Sementara di lain pihak, banyak orang yang menghambur-hamburkan harta kekayaannya untuk menuruti hawa nafsu belaka. Tindakan ini dikatakan sebagai pemborosan atau mubadzir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam menandaskan bahwa setiap pembelanjaan harta yang tidak memiliki manfaat sosial ataupun kemaslahatan umum, dikatogerikan sebagai pemborosan meskipun hanya setetes air, apalagi di saat sedang dalam musim kering dimana setiap orang sangat membutuhkan air. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Umar bin Khotob radiyallahu 'anhuma pernah menegur sahabatnya yang menggunakan air sumur untuk berwudhu  secara berlebihan. Sahabat Umar menyatakan tindakan ini sebagai tindakan boros. Padahal berwudhu bukan merupakan kemakshiatan.  Apalagi jika harta benda atau kekayaan itu digunakan untuk kemakshiatan, maka sudah pasti akan sangat merugikan kemaslahatan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban umum seorang muslim berkaitan dengan membelanjakan harta benda adalah berinfak. Banyak sekali ayat mengenai berinfak.  Allah SWT berfirman dalam surat Al Hadid, ayat 7 yang artinya :.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Az Zamakhsyari, pengertian "kuasa" dalam ayat ini adalah "wakil" Allah, bahwa semua yang ada di tangan manusia adalah kepunyaan Allah. Manusia diberi kehormatan untuk menikmatinya, dan bila diperintahkan Allah menginfakkannya, tentu ia dengan mudah mematuhinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, berinfak hukumnya wajib. Bedanya dengan zakat, zakat adalah kewajiban yang sudah ditentukan besarnya, sedangkan besar infak tergantung pada kerelaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat, sesungguhnya harus diberikan, bahkan suka atau tidak suka, zakat harus dipungut sesuai dengan ketentuan syari'at Islam. Oleh karena itu, hendaknya kita jujur dalam menghitung harta yang kita peroleh dengan usaha-usaha yang halal. Sehingga harta benda yang kita usahakan itu, dapat membersihkan hati kita dari sifat kikir dan rakus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membelanjakan harta di jalan Allah, memungkinkan kehidupan pribadi dan masyarakat dalam ketenteraman. Marilah kita memperhatikan, bagaimana akibat yang timbul disebabkan manusia menuruti hawa nafsu di dalam membelanjakan harta. Diantaranya adalah makin meningkatnya angka kemiskinan dan mersosotnya akhlak sosial. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Olah karenanya Allah SWT menegaskan bahwa barangsiapa yang membelanjakan harta kekayaannya hanya untuk menuruti hawa nafsu, maka ia termasuk golongan syetan yang kufur kepadaNya. Allah akan menimpakan laknat dan siksa yang amat pedih kepada orang-orang yang kufur. Maka janganlah kita mengira bahwa setiap harta benda dan kekayaan yang berlimpah ruah pasti menyelamatkan kehidupan manusia. Bila tidak dimanfaatkan di jalan Allah, maka harta kekayaan itu akan menghancurkan kehidupan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban selanjutnya seorang muslim adalah membayar pajak. Pajak wajib disamping zakat, karena azas soslidaritas, harus tolong menolong sesama manusia dan seagama. Sasaran zakat telah ditentukan yaitu delapan golongan. Dan yang paling utama mendapat hak adalah para fakir miskin.Sedangkan sasaran pajak lebih luas lagi, karena menyangkut banyak sekali persoalan yang harus ditanggulangi oleh Negara seperti gaji, pertahanan keamanan, pengembangan iptek, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pajak digolongkan sebagai kewajiban warga negara terhadap Negara. Sebaliknya kewajiban negara adalah mengelola dan memanfaatkan pajak untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. Pajak yang dikelola dengan baik dan benar, sudah barang tentu akan membantu terwujudnya pembangunan baik di tingkat desa, kecamatan maupun daerah. Adalah bencana besar manakala pajak tidak dipergunakan atau dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. Allah telah memerintahkan kepada kita semua melaksanakan setiap amanat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat An Nisa, ayat 58.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pun bersabda :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang dikarunia harta benda, dan dia tidak mau berzakat dan berinfak, maka kelak di hari kiamat harta itu akan berubah menjadi ular berbisa yang sangat besar dan mengalungi lehernya seraya berkata "aku adalah harta simpananmu." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur'an, ratusan kali kita diperintahkan mengeluarkan zakat untuk menolong orang-orang yang kekurangan, miskin dan tak punya perlindungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menekankan secara tegas bahwa faktor utama dari kesenjangan dan kecemburuan social adalah akibat adanya jurang yang dalam antara si kaya dan si miskin dan tidak ridha dengan keadaan semacam itu. Dan untuk menghilangkannya, Islam telah menetapkan kewajiban berzakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Zakat yang dikelola sesuai dengan syari'at Islam menjamin pemerataan sekaligus bisa mengurangi kesenjangan sosial. Masjid dapat berfungsi sebagai Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang mengelola zakat. Akan lebih baik jika Zakat, Infak dan Sedekah  yang telah dikumpulkan dipergunakan untuk kegiatan yang produktif misalnya membantu usaha kecil, beternak dan ketrampilan, sehingga zakat tidak sekedar menjadi wujud belas kasihan, melainkan benar-benar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan pengelolaan yang sesuai syari'at Islam, bukan tidak mungkin orang yang semula menerima zakat, dalam beberapa tahun akan menjadi orang yang berzakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya nilai zakat itu, sehingga puluhan kali Allah SWT menyebut zakat sejajar dengan shalat. Apabila kaum muslim mengeluarkan zakat secara jujur, diramalkan akan tiba waktunya tidak terdapat lagi orang miskin penerima zakat. Allah berfirman dalam surat At Taubat, ayat 103.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-2216795635416959431?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/2216795635416959431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/zakat-dan-pajak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2216795635416959431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2216795635416959431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/zakat-dan-pajak.html' title='Zakat dan Pajak'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-2661103636334563677</id><published>2009-06-08T11:19:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:20:00.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Menasehati Para Pemimpin (Budaya Kontrol Sosial)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yaitu, dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Dan sesungguhnya kita semua wajib menaati Allah dan rasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu Umar bin Khatab ra pernah menerima pertanyaan pedas dari seorang nenek renta yang lemah ketika sedang berpidato di depan umum. Si nenek bertanya tentang asal muasal pakaian yang dikenakannya. Si nenek bersikeras jika ia tidak mengetahui asal muasal pakaian yang dikenakannya, dia tidak akan menaatinya. Setelah dijawab bahwa pakaian yang dikenakan adalah jatah pembagiannya sebagai khalifah, baru si nenek mempersilahkan Umar ra meneruskan pidatonya dan ia sanggup menaatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol sosial atau menasehati para pemimpin/penguasa merupakan sunnah rasul dan tabi'at para pemimpin Islam. Rakyat, tanpa memandang status sosialnya merasa berkewajiban dan berani mengkritik atau mengoreksi segala kebijakan atau tindakan yang dilakukan pejabat Negara, pada setiap kesempatan terbuka. Sebaliknya, para pejabat Negara tanpa memandang posisi dan jabatannya merasa berkewajiban menerima kritik dan koreksi dari rakyatnya, tanpa ada perasaan tersinggung atau terrendahkan martabatnya, walau kritik dan koreksi dilakukan di depan umum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kontrol sosial ini bersumber dari norma-norma Islam yang diterima secara utuh dan sepenuh hati oleh para pejabat Negara dan rakyatnya. Hal ini tertuang dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya  :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menjadi ridha kepadamu dalam tiga perkara. Pertama, hendaklah kamu sembah Dia dan sekali-kali jangan kamu mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun juga. Kedua, kamu berpegang teguh pada tali Allah dan jangan kamu berpecah belah. Ketiga, hendaklah kamu menasehati (mengkritik dan mengoreksi) orang-orang yang ditakdirkan Tuhan menjadi penguasamu (HR. Muslim)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa kontrol sosial dapat menghilangkan perasaan dengaki hati setiap muslim, baik bagi yang dikritik maupun yang mengkritik. Dalam hadist lainnya, Rasulullah SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga perkara yang tidak membuat dengki hati setiap muslim. Pertama, amal ikhlash karena Allah. Kedua, menasehati (control social) terhadap para penguasa. Ketiga, bergabung dengan jama'ah kaum muslim karena sesungguhnya pertolongan itu mengalir dari pihak mereka (HR Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk senantiasa saling mengingatkan. Tujuannya adalah agar kita senantiasa bisa tetap di dalam kebaikan. Alangkah baiknya jika kita membiasakan diri untuk saling mengingatkan baik di dalam keluarga, kantor, tempat kerja, berorganisasi maupun dalam hidup bermasyarakat. Jika kita tidak membiasakan saling mengingatkan atau saling menasehati, maka kita termasuk orang yang rugi disebabkan kita tidak tahu kekurangan dan kelemahan di dalam menjalankan tugas dan kewajiban. Oleh sebab itu, saling mengingatkan atau saling menasehati merupakan usaha kita untuk mendapatkan kebaikan bersama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alangkah celakanya hidup kita jika tidak ada yang saling mengingatkan. Allah menganggapnya sebagai kerugian manakala budaya saling menasehati sudah hilang di tengah-tengah masyarakat. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, dan kehidupan akan berjalan semaunya sendiri. Kehidupan seperti ini akan melahirkan budaya tidak peduli, serba boleh, dan tidak mau tahu urusan orang lain.  Namun terkadang, kita tidak memiliki keberanian atau pakewuh untuk mengingatkan. Tidak seharusnya demikian, sebab saling mengingatkan merupakan bukti cinta dan kasih sayang sesama muslim. Dengan mengingatkan atau menasehati, berarti kita menyelamatkan saudara-saudara kita dari bahaya yang menimpa di dunia dan akhirat. Sebaliknya dengan membiarkan perilaku-perilaku yang menyimpang, sama saja dengan menjerumuskan kita semua dalam bahaya dunia dan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, setiap muslim berkewajiban saling menasehati saudara-saudara sesama muslim dari hal-hal buruk yang akan menimpa kita semua. Jika kita membiasakan hidup saling menasehati, niscaya kita semua akan memperoleh kebaikan dan barakah di dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Janganlah kita merasa sakit hati apabila ada yang menasehati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Al 'Ashar, ayat 1-3 yang artinya :&lt;br /&gt;"Demi masa.&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,&lt;br /&gt;kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman ini, Allah bersumpah bahwa siapa pun yang tidak beriman, beramal shalih dan saling menasehati di dalam kebenaran, pasti akan rugi hidupnya. Ketahuilah, bahwa setiap manusia pasti membutuhkan perhatian orang lain. Diantara bentuk perhatian itu adalah nasehat. Ketahuilah, barangsiapa yang tidak mau menerima nasehat kebenaran, maka ia termasuk golongan orang berhati batu yang diancam Allah akan dimasukkan ke dalam neraka Wel, sebagaimana firmanNya dalam surat Az-Zumar, ayat 22 yang artinya :.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin, seorang ayah, atau siapapun yang tidak mau menerima nasehat, sangat mungkin terjerumus di dalam kesesatan. Oleh sebab itu, janganlah kita merasa malu menerima nasehat orang lain, meskipun nasehat itu diberikan oleh seorang anak kecil, tua renta, tidak berpendidikan atau orang miskin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selama nasehat diberikan dengan cara-cara yang baik dan dilandasi dengan iman dan kasih sayang untuk menyelamatkan sesama muslim, maka tidak ada alasan untuk merasa takut memberi nasehat dan sakit hati ketika mendapat nasehat. Nasehat itu ibarat obat, meskipun rasanya pahit, namun dapat membawa kesembuhan bagi orang sakit. Imam Ali bin Abi Thalib berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perhatikan apa yang dikatakan dan janganlah melihat siapa yang mengatakan."&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist, disebutkan :&lt;br /&gt;"Katakanlah /sampaikan kebenaran walaupun pahit. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita terus menjaga hubungan baik antara sesama muslim dengan saling memberikan nasehat  atau kontrol sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara menurut ketentuan Islam, sehingga kebenaran dapat ditegakkan baik di dalam keluarga, masyarakat, tempat kerja dan dimanapun berada. Semoga dengan saling menasehati ini, kita mendapatkan barakah dan diselamatkan dari bahaya dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal 'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-2661103636334563677?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/2661103636334563677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menasehati-para-pemimpin-budaya-kontrol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2661103636334563677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2661103636334563677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menasehati-para-pemimpin-budaya-kontrol.html' title='Menasehati Para Pemimpin (Budaya Kontrol Sosial)'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-7983759747803327739</id><published>2009-06-08T11:16:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T11:18:45.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Melestarikan Budaya yang Baik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yaitu, dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Sebab hanya dengan iman dan taqwa inilah, manusia akan selamat di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;,&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki nasab yang sangat mulia. Silsilah beliau hingga pada Nabi Adam as, semuanya adalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Tidak ada yang kafir dan ahli maksiat. Ayah, kakek, buyut Rasulullah adalah orang-orang suci. Pernikahannya pun dilakukan dengan cara Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasululullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;"Aku selalu dipindah-pindah dari tulang rusuk yang suci ke rahim orang-orang yang suci." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;"Aku selalu lahir dari perjodohan seperti cara nikah Islam".(HR.Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun  Azar yang dikenal sebagai ayah Ibrahim, bukanlah ayahnya melainkan pamannya, sebab orang Arab biasa memanggil paman dengan  "ayah" . Adapun ayah Ibrahim yang sesungguhnya adalah Tarokh bin Nakhur.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban kelahiran Muhammad SAW telah banyak diceritakan di dalam Al Barzanji. Sesungguhnya, bukan saja keajaiban–keajaiban yang mengiringi kelahirannya, namun keajaiban yang merubah dunia inilah yang harus lebih kita perhatikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kelahiran Muhammad SAW, manusia akan tetap berada dalam kesesatan dan tak terselamatkan. Oleh karenanya, betapa besar jasa-jasa beliau bagi keselamatan dunia dan akhirat. Sehingga dengan segala hal yang kita miliki sekalipun, kita tidak mampu membalas jasa-jasanya, sebab dengan mengikuti sunnah-sunnahnya, berarti kita menaati Allah, dan kita akan terselamatkan di dunia dan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dibutuhkan manusia selain keselamatan ?. Tidak ada. Segala kehidupan ini hanyalah sarana di dalam menempuh jalan Ilahi. Namun kehidupan menjadi tidak akan ada maknanya, manakala manusia tidak terselamatkan. Dan Muhammad SAW telah mengorbankan kehidupannya demi menyelamatkan ummat manusia. Muhammad SAW membawa kabar gembira berupa syurga bagi orang-orang yang bertaqwa, dan memberi peringatan akan bahaya siksa Allah bagi orang-orang yang durhaka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memperingati kelahiran Muhammad SAW merupakan adat baik yang dapat kita isi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masayarakat. Hampir di seluruh dunia Islam, kelahiran Muhammad SAW diperingati dengan beragam kegiatan sesuai dengan adat dan budaya setempat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maksud peringatan Maulid Nabi SAW, adalah :&lt;br /&gt;Pertama, menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Kita berharap semoga dengan menunjukkan rasa cinta kepada baginda nabi, kita termasuk di dalam golongan orang yang beliau nyatakan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mencintaiku, ia akan berada di syurga bersamaku."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Abu Lahab yang sangat kafir dan memusuhinya dan jelas-jelas dijamin masuk neraka saja, termasuk orang yang gembira dengan kelahiran Muhammad SAW sehingga ia memerdekakan budak yang bernama Tsuwaibah al Aslamiyyah untuk menyusui Nabi SAW.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita bersyukur kepada Allah atas karunia yang luar biasa besarnya.  Sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada Allah SWT atas kelahiran Muhammad SAW. Sedangkan ketika kita dikarunia anak saja, kita sungguh-sungguh bersyukur. Padahal mungkin di kemudian hari anak tersebut belum tentu dapat menyelamatkan dan membahagiakan hidup kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah berlebihan apabila kita semua dapat melahirkan rasa cinta dan syukur atas kelahiran Muhammad SAW. Perayaan-perayaan yang disertai dengan berbagai kegiatan seperti membaca Al Barzanji, memperbanyak shalawat, memberi santunan kepada fakir miskin, khitanan massal, memperbanyak sedekah, diskusi-diskusi keagamaan dan kegiatan sosial lainnya merupakan kegiatan yang baik, yang patut kita lesatarikan. Muhammad SAW adalah orang yang sangat mengasihi orang lain sebagaimana dinyatakan Allah dalam surat at Taubat, ayat 128-129.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min (Q.S.:128)&lt;br /&gt;Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung"(Q.S.9:129).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian janganlah kita terjebak semata-mata dalam perayaan, melainkan harus disertai dengan penerapan sunnah-sunnah Rasulullah di dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kita merasakan berkah dari mencintai Rasulullah SAW bukan saja untuk diri sendiri, melainkan untuk kebaikan bersama. Allah berfirman dalam surat Al Hasyr, ayat 7 : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita mengingat kembali bagaimana kemuliaan-kemuliaan dan perjuangan Muhammad SAW di dalam menyelamatkan manusia dari kesesatan. Muhammad SAW menuntun kita jalan hidup yang harus ditempuh agar terselamatkan di dunia dan akhirat.  Sesungguhnya hidup akan bermakna manakala kita berada dalam kesesatan. Marilah kita ikuti sunnah-sunnah Rasulullah. Dan janganlah menganggap sunnah-sunnahnya tidak sesuai dengan zaman kita. Sebab sesungguhnya, Allah tidak mungkin menyesatkan kita dengan sunnah-sunnah rasulNya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-7983759747803327739?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/7983759747803327739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/melestarikan-budaya-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7983759747803327739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7983759747803327739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/melestarikan-budaya-yang-baik.html' title='Melestarikan Budaya yang Baik'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-3344755501630943032</id><published>2009-06-08T11:15:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:16:41.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekerja'/><title type='text'>Menjadi Pekerja yang Membawa Kemaslahatan Ummat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Diantara karunia Allah kepada manusia, adalah perbedaan kemampuan dan keahlian setiap manusia. Dengan kemampaun yang berbeda-beda dalam diri manusia Allah mewujudkan kehidupan yang beraneka ragam pula. Perbedaan kemampuan ini tidak lain agar manusia beribadah kepada Allah dengan saling melengkapi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia. Maha Suci Allah, hidup manusia tidak akan berguna, manakala kemampuan dan keahlian manusia sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : "Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (Q.S.17:84)&lt;br /&gt;Allah berbicara mengenai "keadaan" setiap manusia dalam melakukan pekerjaan. Keadaan ini berhubungan dengan kemampuan setiap orang baik kualitas maupun bidang yang dikerjakan. Meskipun kemaampuan setiap orang berbeda-beda, namun Tuhan juga berbicara tentang prinsip efektifitas sebagaimana dalam firmanNya : "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Q.S.94:7-8).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam teks ayat terebut dijelaskan bahwa setiap orang (apakah petani, pejabat, politisi atau guru), harus bekerja secara efektif. Yaitu, melakukan pekerjaan dengan benar dan tepat, sehingga bisa segera mengerjakan pekerjaan lainnya. Namun terkadang efektifitas ini tidak bisa sepenuhnya diterapkan. Hal ini disebabkan karena malas ataupun terlalu banyak pekerja, namun sedikit yang akan dikerjakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam suatu perusahaan. Perusahaan mungkin cuma membutuhkan satu orang pegawai, namun untuk memiminalisir angka pengangguran, perusahaan terpaksa menerima 4 (empat) orang pekerja. Sehingga satu pekerjaan yang semestinya dapat dikerjakan oleh satu orang dalam jangka waktu 2 jam,  harus dikerjakan oleh 4 orang. Upah yang semestinya dibayarkan untuk satu orang, mau tidak mau dibayarkan kepada 4 orang. Sehingga, pendapatan mereka berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Reformasi memungkinkan perubahan. Diantaranya  dalam penerimaan tenaga kerja. Penerimaan tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan memungkinkan pegawai atau pekerja dapat bekerja efektif, tidak tumpang tindih dan benar-benar bekerja sesuai bidangnya masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam lembaga pemerintah, kecepatan dan ketepatan dalam bekerja memungkinkan dihapuskannya istilah "kalau bisa diperlama kenapa dipersingkat dan kalau bisa dipersulit kenapa dipemudah." Istilah ini tentu akan menimbulkan penilaian buruk masyarakat. Sebab jika seorang pegawai atau pekerja tidak bekerja dengan sungguh-sungguh benar dan tepat, maka akan merugikan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, bila seorang pegawai telah menyelesaikan satu pekerjaan pada waktu pagi hari misalnya, boleh jadi di siang hari atau keesokan harinya tidak ada lagi yang dikerjakan.  Hal ini disebabkan tidak seimbangnya beban kerja dan jumlah pekerja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda misalnya di Thailand dan  Vietnam. Pegawai di setiap institusi publik mampu melayani masyarakat dengan efektif, dikarenakan jumlah pegawai yang sesuai dengan beban kerja., dan terlatih sesuai dengan bidangnya. Jika suatu pekerjaan bisa dikerjakan oleh satu orang mengapa harus 3,4,5 atau 6 orang ?. Dengan jumlah pegawai yang disesuaikan dengan beban kerja, maka seorang pegawai  dituntut bekerja sungguh-sungguh, cepat dan  tanggap, sehingga masyarakat akan senang dan mendoakan kebaikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang bekerja, pada dasarnya adalah melayani orang lain. Seorang tukang batu, mengerjakan bangunan rumah, untuk pemilik rumahnya. Jika bangunannya bagus, kuat dan tidak menyimpang dari kebutuhan pemilik rumah, berarti tukang batu tersebut telah bekerja dengan baik dan membahgaiakan orang lain. Orang lain tidak merasa dirugikan, dan karenanya ia akan memperoleh pahala dari Allah, upah serta do'a dari pemilik bangunan tersebut. Kita semua dituntut bekerja dengan sungguh-sungguh, agar tidak banyak menganggur. Dengan bekerja, pikiran dan tenaga kita bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami bahwa bekerja dalam bidang apapun, tidak semata-mata karena upah, melainkan ibadah kepada Allah SWT, maka kita semua dapat menjadi pekerja yang efektif. Seorang petani yang rajin bekerja, merawat tanaman, memelihara dan mendayagunakan tanah garapannya, akan memperoleh pahala disamping hasil pertanian yang lebih baik. Demikian juga seorang buruh pabrik yang tekun serta bidang pekerjaan lainnya. Sebab sesungguhnya manakala kita menyelesaikan satu pekerjaan, maka pekerjaan lain pun harus diselesaikan.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bekerja sesuangguhnya kita tidak hanya berurusan dengan manusia, tetapi juga dengan Allah.  Oleh karenanya kita perlu merubah cara pandang (orientasi) dalam melaksanakan pekerjaan. Janganlah menganggap tugas-tugas dan kewajiban dalam bekerja sebagai barang dagang, sehingga harus menguntungkan diri sendiri dan tidak peduli dengan cara maupun hasil akhir dari setiap pekerjalan yang dilaksanakan.. Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menegaskan bahwa setiap orang yang bekerja adalah pelayan, sehingga harus bertanggungjawab kepada majikan atau orang yang dilayaninya, sebagaimana sabda-nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang pelayan bertanggungjawab atas harta benda tuannya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas tugas-tugasnya (HR.Bukhari-Muslim)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, wahai hamba Allah, bersikap adil dan bertanggungjawablah dalam kewajiban dan tugasmu. Janganlah kebencian dan hawa nafsu menjadikanmu tidak melayani tuannya dengan baik.  Sesungguhnya bekerja ataupun tidak bekerja, manusia akan mengalami kelelahan. Namun tentu saja lebih baik jika tenaga dan pikiran kita dipergunakan untuk bekerja dan melayani orang lain. Dengan memberikan kemudahan kepada sesama manusia, mudah-mudahan Allah akan memberikan kemudian hidup kita di dunia dan akhirat. Ketahuilah, setiap pekerjaan yang membawa kemaslahatan, pasti akan mendapatkan balasan dari Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Marilah bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang menta`ati perintah Allah dan Rasul-Nya. Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal kebajikan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-3344755501630943032?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/3344755501630943032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menjadi-pekerja-yang-membawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3344755501630943032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3344755501630943032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menjadi-pekerja-yang-membawa.html' title='Menjadi Pekerja yang Membawa Kemaslahatan Ummat'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-8557054920253259214</id><published>2009-06-08T11:13:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T11:15:37.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Kewajiban Menciptakan Rasa Aman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Rasa aman merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Tidak ada satu pun manusia yang menginginkan celaka dan terganggu hidupnya oleh ulah orang lain. Bila dicermati, kebutuhan akan rasa aman, sama dengan kebutuhan akan pangan dan sandang. Ketika seseorang memiliki kendaraan misalnya, tentu ia ingin agar kendaraannya itu aman. Seseorang yang berjalan di tengah malam, ingin perjalanannya lancar, tidak terganggu oleh bahaya-bahaya yang menghadangnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak akan selaras dan aman jika manusia berada dalam bahaya. Sebaliknya hidup akan tenteram jika bahaya-bahaya yang menghadangnya dapat diatasi. Ketidakamanan akan mempengaruhi kehidupan bukan hanya diri sendiri namun juga masyarakat. Akibat yang lebih besar adalah masa depan masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh, jika suatu tempat itu penuh bahaya, tentu orang merasa kahwatair dan was-was atas keselamatan dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang suka merugikan/membahaykan orang lain, tentu orang lain akan enggan bergaul dengannya. Kalaupun bisa bergaul, ia hanya akan bergaul dalam lingkungannya yang sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sebab mengapa seseorang senang menganiaya atau menyakiti orang lain  yang ujung-ujungnya adalah menimbulkan ketidaktenteraman masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, belum bisa meninggalkan rasa iri hati/dengki.&lt;br /&gt;Iri dan dengki timbul karena tidak memandang kenikmatan sebagai suatu karunia yang harus disyukuri, melainkan memandangnya sebagai suatu keharusan dan kepastian. Akibatnya ketika kenikmatan yang diharapkannya itu datang kepada orang lain, ia tidak rela dan timbul kebencian. Ia tidak mampu bersikap qana'ah atau menerima karunia Allah seperti apa adanya, sehingga hatinya tidak ikhlash, timbul iri dan ingin mengganggu orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tidak sadar perbuatan mengganggu dapat menimbulkan permusuhan dan perpecahan tali persaudaraan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tabi'at yang kasar.&lt;br /&gt;Tabi'at yang kasar muncul dari hati yang kasar. Mengapa hati menjadi kasar ? Seringkali hati melupakan Allah. Seringkali manusia lupa bahwa setiap tindakan yang mendurhakai/menyakiti Allah dan RasulNya akan mendatangkan laknat di dunia dan akhirat serta siksaan yang amat pedih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab, ayat 57 :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan mela`natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan."&lt;br /&gt;Keemnpat, ambisi keduniawiaan yang terlalu berlebihan berupa tahtra, jabatan dan harta. Ambisi ini membutatulikan manusia dari peringatan Allah sehingga tidak segan-segan  menghlalakan segala cara, fitnah, meneror dan menggnggu ketertiban umum, serta menyakiti saudara-saudaranya demi kesenangan hidup dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tidak sadar bahwa setiap sesuatu yang menimpa orang lain, sesungguhnya tidak ingin menimpa dirinya juga.  Ketika seseorang menyakiti orang lain, sesungguhnya dirinya pun tidak rela disakiti. Jika seseorang membahayakan orang lain, ia sesungguhnya tidak ingin bahaya itu menimpa dirinya. Namun nurani seperti ini akan lenyap manakala seseorang terasuki oleh iblis dan nafsu menyenangkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim bagai lebah, yang bila mencari makan, ia hanya memilih makanan yang baik, dan bila hinggap pada sebuah tempat, sekalipun tempat itu rapuh, namun tempat itu tidak akan menjadi rusak olehnya sedikitpun. Artinya seorang muslim yang baik, dimana saja ia berada, ia tak pernah mengganggu atau merugikan orang lain sedikitpun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang muslim menjaga lidah dan tangannya dari menyakiti orang lain, apalagi mencelakakannya. Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab, ayat 53 yang artinya :&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata."&lt;br /&gt;Demikian juga sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Orang Islam adalah orang yang menyelamatkan orang – orang Islam dari lisannya dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang hijrah dari apa yang dilarang Allah (HR. Bukahri dan Muslim)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulillah, kita berada di lingkungan yang memahami betapa pentingnya rasa aman dalam hidup kita. Kesadaran ini dapat terus kita tumbuhkan manakala kita semua berani melawan bahaya-bahaya yang merugikan diri dan masyarakat. Kita mesti bersama-sama menghilangkan bahaya-bahaya yang ada di dalam masyarakat dengan sikap yang tegas. Sikap ini diperlukan semata-mata supaya kita bisa hidup secara harmonis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setiap orang Islam adalah orang yang terikat kontrak untuk menciptakan ketenangan, keselamatan dan menghindarkan sesama muslim dari setiap marabahaya dan mengganggu kehidupannya. Setiap orang Islam berkewajiban menjaga lisan dan tangannya supaya tidak menyakiti saudara-saudara sesama muslim. Setiap orang Islam juga wajib berhijrah, yakni berpindah dari perilaku yang buruk kepada perilaku yang baik. Jika semula suka mengganggu atau menyakiti orang lain dengan lisan dan tangannya, maka seharusnya perilaku ini ditinggalkan, sehingga kita memperoleh berkah kehidupan. Yakni kehidupan yang aman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keamanan dapat kita ciptakan bersama. Syaratnya adalah kita memahami bahwa kehidupan yang aman sangat menyenangkan dan menenteramkan bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat. Bukan untuk saat ini, tetapi juga untuk masa yang akan datang. Jika keamanan terwujud, orang tidak perlu takut dan stress memikirkan bahaya-bahaya yang mungkin menghadangnya setiap saat. Berjalan di mana saja dan kapan saja, tenang. Berdagang, bersekolah dan bepergian pun tidak dihantui was-was bahaya yang mungkin menimpanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah khutbah jum'at ini. Akhirnya saya berpesan bahwa Islam memerintahkan ummatnya agar memberi rasa aman kepada orang lain, tak boleh mengganggu dan menyakiti, serta meresahkan orang lain. Orang Islam yang tidak mau berubah dan terus menerus menganggu orang lain dengan lisan dan tanggannya, sama artinya dengan keluar dari tuntunan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-8557054920253259214?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/8557054920253259214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-menciptakan-rasa-aman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8557054920253259214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8557054920253259214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/kewajiban-menciptakan-rasa-aman.html' title='Kewajiban Menciptakan Rasa Aman'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-3449500906099704589</id><published>2009-06-08T08:09:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T08:21:06.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Empat Pilar Penyangga Kehidupan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yaitu, dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Sebab dengan iman dan taqwa inilah, manusia akan selamat di dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maju mundurnya masyarakat tidak lepas dari kesediaan kita untuk saling menopang di dalam kehidupan. Kita tidak bisa hidup sendirian. Apapun kekuatan dan kehebatan yang kita miliki, sama sekali tidak akan berguna untuk membangun kehidupan dan kesejahteraan bersama, manakala tidak didasari rasa saling membantu dan kebersamaan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Nabi Muhammad SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia ditegakkan dengan empat hal : ilmu para 'ulama, pemimpin yang adil, kedermawanan orang-orang kaya dan do’a orang-orang fakir (HR. Bukhari).”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sabda junjungan kita Muhammad SAW ini mengajarkan kepada kita agar memperhatikan empat pilar atau sendi-sendi kehidupan, supaya kehidupan benar-benar tenteram karta raharja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilar yang pertama adalah ilmunya ulama. Ilmu para ‘ulama diperlukan agar setiap orang dapat memperoleh kejelasan mana yang haq dan bathil, mana yang haram dan halal. ‘Ulama ibarat cahaya yang menerangi bumi. Jika cahaya ini telah rusak dan redup, maka manusia akan tersesat; tidak tahu lagi mana yang haq dan bathil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Pemimpin yang adil.&lt;br /&gt;Sesungguhnya jabatan bisa menjadi rahmat. Manakala kekuasaan yang dimiliki menjadikannya rendah hati dan mempergunakan wewenang yang dimilikinya untuk kebaikan ummat. Sebab jabatan adalah sebuah amanah. Sebaliknya jabatan bisa mendatangkan laknat dan murka Allah, manakala wewenang yang dimilikinya dipergunakan semena-mena dan semaunya sendiri.&lt;br /&gt;Kita semua juga harus belajar bahwa ketika memilih seorang pemimpin, mulai dari pemimpin keluarga, kelompok, desa hingga pemimpin yang paling tinggi sekalipun, dasarnya bukan hanya suka atau tidak suka kepada seseorang. Tidak hanya sekedar melihat asal muasal, kekayaan dan pamrih dari si pemimpin. Kita harus memperhatikan kepribadiannya. Kepribadian ini dapat dilihat dari sikap, keberanian, konsep, ilmu dan akhlaknya. Nabi SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia itu menurut agama pemimpinnya.” (HR. Ibnu Majahi) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yakni, orang-orang yang dipimpin atau masyarakat sangat tergantung pada pemimpinnya. Akhlak dan sikap pemimpin akan menentukan akhlak dan sikap orang-orang yang dipimpinnya. Jika pemimpinnya berakhlak baik, niscaya orang-orang yang menjadi bawahannya pun akan berakhlak baik pula. Jika pemimpinnya mampu menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, niscaya orang-orang yang menjadi bawahannya pun turut demikian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun ingatlah saudara-saudaraku, pemimpin yang adil tidak akan terwujud manakala tidak memperoleh dukungan dari orang-orang yang ikhlash, berani dan cerdik. Sebab adakalanya kejahatan justru dapat mengalahkan kebenaran. Kejujuran saja tidak cukup, melainkan juga harus disertai kecerdikan dan keberanian supaya tidak tertipu daya oleh berbagai macam godaan yang menyeret pemimpin ke dalam kedzaliman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, diantara sifat pemimpin yang adil adalah pemimpin yang berani memisahkan yang haq dan bathil (yang benar dan salah). Inilah yang dilakukan oleh Khalifah Umar ibn al Khatab ra. Dengan kekuatan dan keberaniannya, orang-orang yang akan berbuat curang di dalam pemerintahan takut terhadapnya dan masyarakat merasa dilindungi. Keberanian ini tumbuh karena Khalifah Umar bin Khatab ra takut kepada Allah SWT. Sebaliknya jika tidak takut kepada Allah SWT; maka yang terjadi adalah lupa diri dan sombong.. Dan ketahuilah saudara-saudaraku, bahwa setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilar yang Ketiga adalah kedermawanan orang-orang kaya. Di dalam kekayaan itu terdapat keharusan berbagi dengan sesama. Kepedulian diperlukan agar orang-orang yang membutuhkan, terutama fakir miskin dapat memperoleh kesejahteraan, dan memiliki martabat yang setara diantara sesama manusia. Orang kaya ibarat “Bendahara Tuhan,” yang harus membelanjakan hartanya untuk kemaslahatan ummat. Jika orang-orang kaya bersifat boros dan menghambur-hamburkan kekayaannya untuk kepentingan diri sendiri atau hawa nafsunya, niscaya akan makin banyak orang-orang yang terlantar, tidak berpendidikan, dan tidak hidup layak diantara sesama manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pilar yang Keempat adalah do’a orang-orang fakir. Ketabahan dan kesabaran orang-orang fakir akan menuntun masyarakat ke dalam rasa saling memahami dan tolong menolong, serta mampu menahan diri dari perbuatan-perbuatan tercela. Dan karena kebaikan-kebaikan para pemimpin, para cerdik pandai, ulama, dan orang-orang kaya itulah; orang-orang miskin berdo’a agar kita semua memperoleh kebajikan di dunia dan akhirat. Jika tidak, mereka tidak akan mendoakan kebaikan, melainkan justru akan melaknat dan mengutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini, tidak lain hanyalah agar kita bersama-sama bisa membangun masyarakat yang lebih baik. Dan sesungguhnya kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya. Kita akan datang ke alam akhirat bukan karena kedudukannya, tetapi karena amal ibadahnya, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya" )Q.S.17:21)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW, kita bersama-sama dapat memahami kedudukan masing-masing di dalam masyarakat baik sebagai pemimpin, ulama, orang kaya ataupun dhu'afa, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan tenteram; adil dan makmur. Amin ya Rabb al 'alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-3449500906099704589?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/3449500906099704589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/empat-pilar-penyangga-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3449500906099704589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3449500906099704589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/empat-pilar-penyangga-kehidupan.html' title='Empat Pilar Penyangga Kehidupan Masyarakat'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-3732012150225119093</id><published>2009-06-08T08:08:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:21:28.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Pemerintahan'/><title type='text'>Menuju Kehidupan yang Tenteram</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Yaitu, dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Sebab hanya dengan iman dan taqwa inilah, manusia akan selamat di dunia dan akhirat. Insya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita bertanya : “mengapa dunia sedemikian rusak ?.” Pertanyaan ini muncul ketika kita merasakan bahwa dunia menjadi tidak nyaman dan aman; dunia menjadi penuh dengan permusuhan dan kehidupan penuh dengan kedengkian, bahaya, penyakit dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga hal yang membuat kerusakan dunia ini makin parah. Ketiga-tiganya, ada dalam diri manusia. Yaitu syuhlun mutha’un, hawan mutabi’un dan I’jab al mar’i binafsihi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, syuhlun mutha’un, ialah sifat kikir yang selalu ditaati. Naluri ini mudah bersenyawa dengan watak buruk manusia yang lebih suka menerima daripada memberi, lebih suka menuntut hak daripada menunaikan kewajiban dan membayar hak. Dari sifat ini berkembang sifat durjana; selalu ingin menguasai, merampas segalanya, dan pantang memberi kesempatan kepada orang lain. Sifat ini juga dapat menjerumuskan manusia mengingkari nikmat-nikmat dan anugerah Allah SWT serta berpaling dari sesama manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sifat kikir menumbuhkan egoisme atau mementingkan diri sendiri. Akibatnya, tidak peduli pada kepentingan orang lain. Jika sifat ini tidak dikendalikan, maka akan terjadi jurang pemisah yang makin dalam antara yang kaya dan miskin. Orang lebih suka hidup boros dan bersenang-senang daripada membantu sesama manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hawan mutabi’un. Sebenarnya hawa atau nafsu merupakan karunia Allah SWT yang sangat mulia. Dengan nafsu manusia tergerak untuk berkarya, dan menabur jasa bagi kesejahteraan manusia. Namun, sayangnya nafsu ini sering tidak digunakan untuk kebajikan. Sebaliknya nafsu dibiarkan bebas tanpa kendali. Nafsu yang demikian, adalah nafsu yang merusak. Dan jika nafsu ini ditaati, maka akibatnya sungguh mengerikan. Manusia akan lebih kejam, lebih rakus dan lebih dzalim ketimbang binatang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, i’jabul mar’i binafsihi. Yakni bangga diri yang bersumber dari kesombongan. Karena ujub (bangga diri) manusia merasa seolah-olah semua kebaikan miliknya. Hanya dirinyalah yang suci, taat beribadah, benar dan jujur. Ia hanya kagum kepada dirinya, tidak mau menghargai atau senang dengan kebaikan orang lain dan mengira tak ada orang lain seperti dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya kerusakan yang akan menimpa dunia jika ketiga sifat tersebut terkumpul dalam satu orang. Oleh karena itu Allah SWT memerintahkan agar manusia senantiasa berjuang membersihkan dari dari sifat-sifat yang dapat menimbulkan kerusakan tersebut. Allah SWT berfirman dalam Qur’an surat Asy-Syams, ayat 7-8.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh beruntung orang yang membersihkan dirinya. Dan sungguh celaka orang yang mengotorinya dirinya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Firman tersebut menjelaskan bahwa siapapun yang mau membersihkan dirinya akan mendapat keselamatan di dunia dan akhirat. Nafsu yang baik akan mendorong manusia berpikir positif dan menggerakkan manusia untuk berbuat kebajikan. Dan akibatnya akan terasa di dalam kehidupan sehari-hari seperti timbulnya rasa aman, tenteram, tolong menolong, saling peduli dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya nafsu yang buruk seperti kikir, menuruti hawa nafsu dan membanggakan diri sendiri, akan mendorong manusia berpikir negatif dan menggerakkan manusia untuk berbuat kerusakan. Dan akibatnya pun akan sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari seperti mudah timbul permusuhan, fitnah memfitnah, dengki, buruk sangka dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah SWT mengajak agar manusia segera kembali kepadaNya dalam keadaan biqalbin salim (hati yang selamat) atau nafsul muthmainnah (jiwa yang damai). Hati yang selamat dan jiwa yang damai menunjukkan bahwa ia telah melakukan perjuangan membersihkan diri dan berbuat kebajikan di dunia ini. Jika manusia mampu membersihkan diri dan senantiasa berbuat kebajikan, maka manusia akan kembali kehadiratNya dalam keadaan mendapat ridah Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa usaha agar kita memperoleh jiwa yang diradhai Allah. Diantaranya :&lt;br /&gt;· Membca Al Qur'an&lt;br /&gt;· Qiyamullail atau shalat malam&lt;br /&gt;· Berteman dengan orang shaleh&lt;br /&gt;· Tidak kekenyangan, tidak terlalu banyak istirahat dan tidak terlalu banyak tidur&lt;br /&gt;· Dzikrullah&lt;br /&gt;· Taubat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Taubat, merupakan tahap akhir untuk merontokkan segala kotoran dan karak hati kita, sehingga hati kita menjadi siap untuk menerima firman-firman Allah, menaati perintahNya dan menjauhi larangan Allah. Dalam keadaan inilah, ketenteraman dapat terwujud di dalam diri sendiri, keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Hai jiwa yang tenang.&lt;br /&gt;Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.&lt;br /&gt;Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,&lt;br /&gt;dan masuklah ke dalam surga-Ku."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang tenteram dimulai dari jiwa yang tenang. Oleh sebab itu tak ada jalan lain agar kehidupan ini lebih tenang dan tenteram selain dengan senantiasa mengikis sifat-sifat buruk kita seperti dengki, tidak berbelas kasih, mau menang sendiri, kasar dan amarah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, kehidupan ini tidak akan menjadi tenteram karta raharja manakala dalam diri kita tumbuh kedzaliman, kasar dan sifat-sifat buruk lainnya. Kikislah sifat buruk ini dengan merasa hamba Allah, sebab manusia tidak lebih dari setitik air hina dan seonggok daging yang kelak ditimbun tanah serta menjadi santapan cacing tanah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah khutbah jum’at ini. Semoga dengan firman-firman Allah diatas, kita semakin giat di dalam menambah sifat-sifat baik, dan mengiurangi sifat-sifat buruk, sehingga kita dapat pulang ke hadirat Ilahi Rabbi dalam keadaan di ridhai. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-3732012150225119093?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/3732012150225119093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menuju-kehidupan-yang-tenteram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3732012150225119093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3732012150225119093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menuju-kehidupan-yang-tenteram.html' title='Menuju Kehidupan yang Tenteram'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-2791866330525888141</id><published>2009-06-08T08:07:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:21:47.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Hubungan Kesehatan dengan Makanan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Agama memerintahkan makan makanan yang halal dan baik. Perbedaan antara bahan-bahan makanan yang halal dan haram didasarkan pada prinsip-prinsip kebersihan. Pemakaian makanan yang haram dan susah dicerna sering membahayakan kesehatan Minuman keras merupakan jenis minuman yang susah dicerna sehingga tidak hanya membahayakan kesehatan badan, dan dalam banyak kasus merupakan.bibit bagi tindakan-tindakan kejahatan seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindakan kekerasan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan sejati mengajarkan kita supaya menjauhkan sama sekali segala hal yang membahayakan bagi jiwa dan raga kita. Kesederhanaan sejati juga mengajarkan kepada kita agar dengan bijaksana mengkonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan. Hanya sedikit orang yang menyadari betapa kebiasaan mereka dalam hal makan berakibat pada kesehatan mereka, tabiat/sifat mereka, manfaat diri mereka di dunia ini dan nasib mereka di akhirat. Tubuh harus menghamba kepada pikiran. Bukan pikiran yang menjadi hamba bagi tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berjangkitnya flu burung misalnya, tidak lepas dari perilaku kita dalam industri unggas. Industri peternakan modern sebenarnya telah menentang alam, sekaligus menentang hukum Allah. "Kanibalisme" dalam industri pakan ternak yang antara lain mengakibatkan degradasi genetic, sekaligus ikut berperan memciu terciptanya virus Avian Influence (AV) subtype baru atau virus burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi berresiko memicu penyakit. Akibatnya adalah menurunnya tingkat kesehatan masyarakat. Padahal dari makanan inilah kita berharap tubuh kita sehat dan kuat sehingga dapat bekerja dan beribadah dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Makanan dan minuman yang jelas kehalalannya saja belum tentu menyehatkan, apalagi makanan dan minuman yang diharamkan Allah. Sudah pasti di dalam larangan ini, Allah menghendaki agar manusia mampu mengendalikan diri dari mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram serta tidak menyehatkan. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;Artinya : "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."&lt;br /&gt;"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami firman Allah ini, kita menyadari bahwa masyarakat Islam seharusnya memiliki pola konsumsi yang menyehatkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara rohani, memakan makanan yang halal, berarti mendidik diri kita mengendalikan diri dan menghindari hal-hal buruk yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Ini berarti hati kita akan sehat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun secara fisik, memakan makanan yang baik, berarti mendidik kita agar memakan makanan yang bergizi yang bermanfaat bagi tubuh. Sehingga makanan yang halal dan baik, akan menyehatkan mental dan tubuh kita. Dengan kesehatan mental dan tubuh ini, sebagai manusia kita akan dapat berpikir, merasakan dan bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain atau berbuat aniaya. Allah SWT berfirman dalam surat Al A'raf, ayat 160 yang artinya :&lt;br /&gt;"Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri ".&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah mewajibakan segala yang wajib, karena itu janganlah kamu menyia-nyiakannya. Dan Allah membuat batasan-batasannya, maka janganlah kamu melampaui batasanya. Dan Allah telah mengharamkan beberapa hal, maka janganlah kamu mengabaikannya, dan Allah mendiamkan (membolehkan) beberapa hal dikarenakan kasih sayang kepadamu bukan karena lupa, maka janganlah kamu mencari-cari)nya. " (HR. Daruquthni).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Halal dan haram sesungguhnya merupakan syari'at yang tegak diatas landasan terwujudnya kebaikan bagi seluruh ummat manusia. Dengan aturan-aturan, Allah hendak menghilangkan kesulitan dan memudahkan hidup manusia. Aturan ini tegak di atas prinsip memusnahkan kerusakan dan mewujudkan kemaslahatan; kemaslahatan baik fisik, ruhani maupun akal pikirannya. Juga kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dimanapun ia berada; yang kaya, miskin, laki-laki, perempuan, penguasa, rakyat jelata &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah pasti berakibat buruk, hanya mungkin waktunya saja yang kita tidak tahu kapan akibat buruk itu terjadi.&lt;br /&gt;Oleh karenanya apabila kita mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, pasti kita akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman dalam surat Al A'raf, ayat 156-7.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berusaha mengendalikan diri dari segala sesuatu yang diharamkan Allah. Sebab segala sesuatu yang dilarang Allah pada waktunya, pasti menghancurkan hidup kita dan masyarakat kita. Dan sesungguhnya kita semua mengharapkan kebaikan di dunia dan akhirat. Ketundukan manusia terhadap hawa nafsu tidak akan memiliki arti kebaikan dunia, sebaliknya tunduk kepada Allah, akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu". (Q.S. Almukminun:71)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-2791866330525888141?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/2791866330525888141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hubungan-kesehatan-dengan-makanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2791866330525888141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/2791866330525888141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hubungan-kesehatan-dengan-makanan.html' title='Hubungan Kesehatan dengan Makanan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5291822164629660307</id><published>2009-06-08T08:05:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:22:04.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Mensyukuri Nikmat Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Puji syukur kepada Allah yang telah menganugerahkan kesehatan kepada kita semua. Oleh karenanya kita wajib menjaga karunia ini agar kita dapat beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita untuk menjaga kesehatan. Diantaranya :&lt;br /&gt;Kebersihan tangan. Tangan merupakan anggota tubuh yang paling mudah memindahkan penyakit apabila tangan tidak dicuci. Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Potonglah kuku-kumu, sesungguhnya setan itu duduk (bersembunyi) pada kuku yang panjang." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang dikehendaki disini adalah bakteri dan kuman, karena tangan yang kotor merupakan tempat bersembunyi bibit penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan mulut dan gigi. Sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut akan membusuk, dapat menimbulkan infeksi dan menyebabkan kerusakan gigi. Para ahli kesehatan menyatakan bahwa kerusakan syaraf gigi ini dapat mengakibatkan kerusakan pada syaraf lainnya. Oleh karenanya Rasulullah SAW mendorong kita agar bersiwak, sehingga Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau saja aku tidak khawatir memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan bersiwak setiap kali berwudhu " (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala karunia Allah seperti isteri yang cantik, kendaraan dan rumah gampir-hampir tidak akan berharga lagi manakala kita sakit. Bahkan sakit yang dianggap paling sederhana pun semisal sakit gigi, hampir-hampir kita tidak bisa melaksanakan pekerjaan apapun dan menikmati aneka macam makanan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Betapa mahalnya kesehatan bila diukur dengan uang dan harta benda yang kita miliki. Namun terkadang kita tidak menyadari bahwa sesesungguhnya kesehatan merupakan karunia Allah yang sangat besar, sehingga hanya untuk mengucapkan Alhamdulillah saja seringkali kita lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang seringkali dilupakan orang.&lt;br /&gt;Pertama, kesehatan. Ketika sehat orang seringkali menunda-nunda ibadah kepada Allah. Sampai akhirnya jatuh sakit, pekerjaan tidak dapat diselesaikan, ibadah pun tidak dilaksanakan.&lt;br /&gt;Kedua, waktu luang. Ketika banyak waktu luang, seringkali orang merasa senang karena santai-santai, dan kemudian menunda-nunda pekerjaan. Sampai akhirnya tiba masa sulit dan sibuk, segala pekerjaan pun tidak diselesaikan dan akhirnya berantakan. Pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan dengan cepat dan tepat, namun karena ditunda-tunda, tidak dapat diselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua buah kenikmatan besar yang dilalaikan oleh kabanyakan orang adalah : kesehatan dan waktu luang ."(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sakit, kita harus mengeluarkan banyak biaya agar dapat disembuhkan. Meskipun sakit dan sehat berhubungan dengan kekuasaan Allah, namun manusia wajib berusaha agar hidup sehat. Apabila pikiran, tubuh dan jiwa kita sehat, maka pekerjaan-pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, dan Allah akan menganugerahi kebahagiaan hidup. Dan hal yang paling penting adalah, kita harus mempergunakan karunia kesehatan ini untuk beribadah kepada Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah setelah tubuh kita lemah, setelah kita ditimpa kesusahan, setelah kita ditimpa kemiskinan atau selagi kita miskin, baru kita ingat Allah SWT. Sesungguhnya kematian mengintai setiap manusia dimanapun berada. Alangkah ruginya manakala kita mati belum sempat beribadah kepada Allah. Sesungguhnya kehidupan, kesehatan, waktu, masa muda dan kekayaan adalah karunia Allah yang sewaktu-waktu dicabut oleh Allah tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Hidup ini seperti syurga yang dipinjamkan, Sesungguhnya kita akan kembali ke hadirat Allah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara : hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, masa mudamu sebelum tuamu, masa kayamu sebelum miskinmu." (HR. Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah orang yang senantiasa menjaga kesehatan. Beliau orang yang sangat giat di dalam menyebarkan agama Islam. Bersama-sama sahabatnya beliau berdakwah dalam tanah yang tandus, terik matahari dan dingin malam di jazirah Arab. Nabi juga mengalami peperangan yang dahsyat dengan kaum kafir. Pekerjaan ini memerlukan fisik yang sehat. Menurut riwayat, seumur hidup Nabi SAW hanya mengalami sakit ringan dua kali. Alangkah agungnya perihidup Nabi Muhammad SAW. Kita semua memahami bahwa tanpa kesehatan, pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, kantor maupun lainnya, tidak akan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, marilah rasa syukur atas kesehatan ini kita wujudkan dengan mempergunakan tubuh, jiwa dan pikiran kita untuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-larangan Allah. Marilah kita jaga diri kita, keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat dan sejahtera. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal kebaikan setiap hambaNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo`a: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".(Q.S. An Naml:19)."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5291822164629660307?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5291822164629660307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mensyukuri-nikmat-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5291822164629660307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5291822164629660307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mensyukuri-nikmat-kesehatan.html' title='Mensyukuri Nikmat Kesehatan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-6718812575599503196</id><published>2009-06-08T08:04:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:22:30.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Pemeliharaan Kesehatan Dalam Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Agama Islam mengajarkan agar kita senantiasa menjaga kebersihan. Diantaranya dengan mandi dan berwudhu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang dikehendaki dengan bersih adalah kebersihan jasmani, pakaian, dan kebersihan jalan, rumah, saluran air serta kebersihan makanan dan minuman. Oleh karenanya, janganlah kita menganggap bahwa kebersihan hanya diperlukan ketika akan melaksanakan shalat atau ibadah lainnya. Tujuannya adalah agar kesehatan kita terpelihara, sehingga kita dapat beribadah kepada Allah dengan lancar. Jika kesehatan terganggu, maka tidak akan dapat melaksanakan segala kegiatan dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diantara usaha memelihara kesehatan adalah dengan sanitasi lingkungan. Sanitasi lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit. Hal ini hanya akan dapat dicapai dengan kebersihan yang sempurna. Sanitasi lingkungan merupakan unsur penting dalam menjaga lingkungan ( ath-thib al wiqa'i). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sanitasi lingkungan sangat penting bagi kita terutama dalam penyediaan air bersih, pembuangan kotoran, pemberantasan nyamuk, lalat, tikus, dan pencegahan penyakit menular serta keadaan perumahan yang baik dan sehat agar tetap terjamin kesehatan lingkungan yang baik. Sesungguhnya kebersihan sangat bermanfaat untuk kesehatan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kewajiban kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih. dalam kehidupan bermasyarakat. Kita perlu menyadari bahwa lingkungan yang baik dan bersih penting untuk kesehatan. Banyak sekali timbul berbagai penyakit di masyarakat yang berjangkit secara epidemik, yang sebetulnya hal ini dapat dicegah kalau kesehatan lingkungan cukup baik. Penyakit usus yang berbahaya seperti tipes, diare, muntaber dan kolera serta flu burung yang masih banyak menimbulkan kematian, dapat dikurangi dan dicegah kalau saja kita membiasakan diri dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman. Demikian pula penyakit pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dapat dikurangi dan dicegah kalau saja kita membiasakan diri dengan menghirup udara yang bersih. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat memulai menjaga kebersihan lingkungan dari dalam rumah, rukun tetangga, dan desa. Kebiasaan gotong royong membersihkan lingkungan merupakan kebiasaan yang baik, dan hal ini menunjukkan kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan. Sebab lingkungan yang kotor bukan saja membahayakan diri sendiri dikarenakan berjangkitnya penyakit, namun juga membahayakan/merusak lingkungan hidup dan tidak sedap dipandang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkait dengan kebersihan lingkungan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, perintah menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah itu baik, menyukai kebaikan. Allah itu bersih dan menyukai kebersihan. Allah itu mulia dan menyukai kemuliaan, maka bersihkan halaman rumahmu dan lingkunganmu (HR.Al Hakim)"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini dengan tegas memerintahkan ummmat manusia, dan ummat Islam khusunya agar senantiasa menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan. Bahkan Rasulullah SAW melarang kita menumpuk sampah sebagaimana kebiasaan kaum Yahudi, sebagaimana sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah menyerupai kaum Yahudi yang suka mengumpulkan sampah di lingkungan rumah mereka (HR. Al Hakim)"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa pada masa itu orang-orang Yahudi suka membuang sampah ke jalanan atau meletakkan begitu saja di halaman rumah mereka, padahal sampah itu mengganggu khalayak yang lewat dengan bau yang tidak sedap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perintah membersihkan jalanan. Rasulullah mendorong kaum muslimin untuk rajin membersihkan lingkungan sekitarnya, sebagaimana sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menyebut nama Allah dan mengangkat batu, pohon, atau tulang belulang dari tempat berlalunya manusia, maka sama halnya ia berjalan dan sungguh ia telah menjauhkan diri dari api neraka (HR. Hakim)"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang dikehendaki dari hadist ini adalah sampah, kotoran ataupun segala hal yang membuat lingkungan tidak ASRI (Aman, Sehat, Rapi dan Indah). Dalam riwayat lain menyebutkan bahwa Rasulullah melarang orang meludah, membuang kotoran dan kencing di tempat umum. Semua ini menunjukkan perhatian Rasulullah yang besar terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan. Sebab timbulnya penyakit, bukan saja menjadikan kesusahan bagi penderita, namun juga lingkungannya. Sebaliknya, jika lingkungan bersih maka semua pihak akan merasakan kebahagiaan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara usaha-usaha memelihara kebersihan lingkungan antara lain :&lt;br /&gt;· Penyediaan air bersih untuk keperluan minum, memasak dan mencuci.&lt;br /&gt;· Penyediaan tempat pembuangan kotoran atau tempat membuang sampah..&lt;br /&gt;· Kebersihan tempat tinggal.&lt;br /&gt;· Pembuatan dan penyediaan aliran air yang baik dan memenuhi syarat, dan&lt;br /&gt;· Menghindari polusi udara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu marilah membiasakan diri dengan usaha-usaha yang dapat mewujudkan kesehatan lingkungan. Tidak sulit apabila kita bersungguh-sungguh niat ikhlas melaksanakan perintah Allah dan Rasulullah di dalam memelihara kebersihan lingkungan. Sebab sekiranya kita tidak melaksanakannya, maka kita semua akan mengalami kerugian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak tenaga, dana dan pikiran yang harus dikeluarkan manakala kesehatan masyarakat terganggu. Seperti kata pepatah "Menjaga lebih baik daripada mengobati." Maka, sebelum lingkungan kita tercemari oleh berbagai bibit penyakit, janganlah kita berputus asa untuk selalu berusaha mewujudkan kebersihan lingkungan. Lingkungan yang Aman, Sehat, Rapi dan Indah (ASRI) akan membuat kita semua bersemangat dan merasa nyaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang bersih dan jadikanlah kami orang-orang yang bertobat. Jadikanlah kami orang-orang yang bersih, dan jadikanlah kami hamba-hambaMu yang mengerjakan amal shalih. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-6718812575599503196?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/6718812575599503196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/pemeliharaan-kesehatan-dalam-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6718812575599503196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6718812575599503196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/pemeliharaan-kesehatan-dalam-lingkungan.html' title='Pemeliharaan Kesehatan Dalam Lingkungan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5742904594662307102</id><published>2009-06-08T08:03:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:22:47.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Hubungan Manusia dengan Lingkungannya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dari lingkungan. Oleh karenanya marilah kita bertaqwa dengan senantiasa berbuat baik terhadap sesama makhluk Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kebutuhan manusia yang mendasar.&lt;br /&gt;Pertama, kebutuhan yang bersifat benda. Manusia membutuhkan air, udara, sandang, pangan, papan dan transportasi.&lt;br /&gt;Kedua, kebutuhan yang bersifat ruhani. Diantaranya manusia membutuhkan rasa aman, ketenteraman, kenyamanan dan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari, manusia makin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. Makin besar jumlah kebutuhan hidupnya yang diambil dari lingkungan, berarti semakin besar perhatian manusia terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;Namun kebutuhan hidup manusia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;tidak selamanya dapat terpenuhi. Teknologi bisa mendorong kesejahteraan manusia, sedangkan di sisi lain, teknologi juga dapat menghancurkan kehidupan manusia. Semua ini terkait dengan perilaku dan system nilai yang dianut oleh manusia. Anugerah Allah ini rusak tidak lain karena ulah manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (Q.S. Ar Ruum:41). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam industri dan sifat serakah manusia, seringkali menyebabkan kulitas lingkungan hidup menjadi rendah bahkan membahayakan kehidupan manusia. Sebagai contoh, adanya limbah industri, dapat menyebabkan pencemaran udara dan air. Udara yang kotor tentu akan menurunkan kualitas kesehatan manusia. Hutan yang digunduli dengan membabi buta, juga telah menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Dan kita telah merasakan bersama-sama akibat yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan. Kita memerlukan waktu, tenaga dan dana yang sangat banyak untuk memperbaiki lingkungan yang rusak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusia bersifat aktif sehingga manusia dapat secara aktif mengelola dan mengubah lingkungan (ekosistem) sesuai dengan apa yang dikehendaki. Namun dalam pengelolalaan ini, terkadang manusia bertindak negatif seperti pencemaran dan pengerukan Sumber Daya Alam (SDA) secara berlebih-lebihan. Di sisi lain, manusia dapat berperan positif dalam lingkungannya seperti melaksanakan reboisasi (penananam hutan kembali), penghijauan, membuat system pertanian yang baik, mengelola alam secara tepat dan bijaksana serta membuat peraturan dan Undang- Undang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, masalah lingkungan sesungguhnya lebh bergantung kepada tingkah laku kita yang semena-menan terhadap lingkungan sehingga menurunkan jumlah maupun mutu lingkungan hidup. Ditambah lagi pertumbuhan penduduk yang tidak terkendalikan, maka keadaan lingkungan semakin semrawut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, penggundulan hutan. Penebangan liar pada hutan-hutan yang tersebar di wilayah Kabupaten Wonosobo mengakibatkan siklus iklim tidak berjalan sebagaimana mestinya. Terkadang panas terik berkepanjangan, dan terkadang hujan tak terkendalikan. Ini akibat kemampuan alam dalam menahan air hujan untuk disimpan menjadi air tanah menjadi berkurang. Menurunnya kemampuan alam menahan air hujan ini menybebakan terjadinya erosi dan selanjutnya menyebabkan banjir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akibat erosi, kadar lumpur di sungai menjadi naik, warna air menjadi keruh dengan di dalamnya kemungkinan terbawa pula bibit-bibit penyakit. Akibat lainnya lagi, mungkin beberapa tahun ke depan kita kehilangan mata air dan sulit membuat sumur karena mutu dan jumlah air tanah pun menjadi berkurang. Padahal air bisa dimanfaatkan sebagai energi listrik, sehingga kita bisa memanfatkannya untuk membuat kincir air yang menghasilkan tenga listrik&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akibat penebangan liar hutan-hutan menjadi rusak. Kurang lebih 15 ribu hektar hutan produktif di Kab. Wonosobo telah rusak yang mana bila tidak segera dihijaukan kembali akan menimbulkan bencana dan menyengsarakan hidup anak cucu kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan lingkungan juga telah mengakibatkan iklim yang tidak menentu dan. kekeringan berkepanjangan serta air yang tidak terkendali yang berakibat banjir dan longsor. Sesungguhnya kita harus memanfaatkan segala sumber daya ini untuk kebaikan. Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (Q.S.2:195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini diperkirakan tanah rusak di Indonesia lebih dari 50 juta hektar atau lebih dari seperempat luas daratan Indonesia. Tanah rusak ini meliputi hutan rusak, beberapa padang ilalang dan tanah-tanah kritis. Hal ini terjadi terutama akibat dominasi dan keserakahan manusia. Dan kita sudah merasakan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan. Diantaranya adalah berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, perubahan cuaca, pemanasan global, berkurangnya spesies hewan dan kerusakan flora dan fauna. Jika kerusakan-kerusakan ini terus meningkat, bukan tidak mungkin kita akan kekurangan bahan makanan dan berbagai kebutuhan hidup lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, marilah kita menjaga anugerah Allah ini dengan menanamkan pendidikan lingkungan di dalam keluarga, sekolah-sekolah maupun desa-desa agar kita dapat hidup nyaman dan sejahtera. Marilah kita memberi teladan kepada anak cucu kita untuk tidak semena-mena dan serakah terhadap lingkungan. Melalui usaha menanam pohon meskipun 1-2 batang, mudah-mudahan kita mendapat berkah lingkungan yang nyaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya lingkungan mempunyai pengaruh dan fungsi yang sangat besar bagi kehidupan dan kelangsungan hidup. Jangan sampai kita dianggap Allah sebagai orang yang berbuat kerusakan, namun menganggap berbuat baik. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Sesungguhnya manusia akan ditimpa bencana, manakala tidak mampu membangun hubungan dengan Allah dan lingkunganya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar." (Q.S.2:11-12).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5742904594662307102?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5742904594662307102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hubungan-manusia-dengan-lingkungannya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5742904594662307102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5742904594662307102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hubungan-manusia-dengan-lingkungannya.html' title='Hubungan Manusia dengan Lingkungannya'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1321294043674191573</id><published>2009-06-08T08:01:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T08:23:01.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Hutan Untuk Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kabupaten Wonosobo memiliki hutan yang cukup luas. Tidak kurang 15.000 ha hutan diantaranya membentang di perbukitan Wadaslintang, Kaliwiro, Kalibawang dan Sukoharjo. Namun akibat penebangan liar, kawasan-kawasan tersebut kini semakin kritis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari kerusakan hutan, memang tidak langsung terasa. Namun akibatnya sangat besar. Tidak lama setelah hutan gundul, mata air mati, angin kencang, udara panas, tanah longsor dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penebangan hutan yang tidak terkendali, sangat merugikan masyarakat. Padahal kita hidup dalam saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Ketika seseorang memperoleh keuntungan besar dari penebangan hutan secara liar, tanpa disadari penebangan liar sedang membawa kita ke dalam bencana dan kesengsaraan bersama. Tindakan ini, disamping melanggar hukum Negara, juga melanggar hukum Allah karena termasuk sikap berlebih-lebihan (boros). Terlebih tindakan ini sangat merugikan masyarakat luas. Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra', ayat 26-27.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa tindakan memanfaatkan harta kekayaan hanya dimanfatkan untuk bersenang-senang dan tanpa memperhatikan kemaslahatan umum, dikategorikan sebagai tindakan iblis yang mengingkari Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ganjaran setiap tindakan menginkari Allah, adalah siksa neraka. Adapun di dunia, tindakan ini akan mengacaukan sistem kemaslahatan umum. Kehidupan bersifat saling ketergantungan, sehingga setiap orang akan sama-sama merasakan akibat baik dan buruknya perilaku manusia, karenanya kerugian yang diakibatkan oleh penyimpangan hukum, tidak hanya diderita oleh pelaku, namun juga oleh seluruh masyarakat. Baik orang kafir maupun orang yang beriman, akan merasakan dampak dari setiap tindakan manusia. Setiap orang akan sama-sama merasakan akibat baik dan buruknya perilaku manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada biaya sosial (social cost) yang harus dibayar oleh semua pihak sebagai akibat hutan gundul. Sebagai contoh kecil, ambruknya senderan akibat diterjang banjir. Jika terjadi longsor, kita memerlukan ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk memperbaikinya. Bagaimanakah jika banyak daerah tertimpa bencana dan rumah-rumah penduduk diterjang banjir ? Kita memerlukan puluhan milyar rupiah untuk memperbaikinya. Padahal jika musibah ini dapat dihindari, dana tersebut dapat dipergunakan untuk membangun sarana-prasarana lingkungan, pendidikan dan peribadatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh wahai saudaraku, biaya sosial yang harus dibayarkan sangat mahal bila dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh oleh orang per orang akibat penebangan liar. Sungguh tidak adil, apabila sekelompok orang mengeruk keuntungan, sementara banyak orang menderita berkepanjangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian ?&lt;br /&gt;Suatu daerah, idealnya 30 % dari wilayahnya terdiri dari hutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, kita membutuhkan puluhan ribu hektar agar keseimbangan ekosistem Kab. Wonosobo terjaga. Namun hal ini tidak akan tercapai apabila kita tidak menyadari bahaya lingkungan yang terjadi akibat kecerobohan dan keserakahan manusia terhadap lingkungannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh di Kalimantan. Beberapa wilayah Kalimantan, transportasi air merupakan sarana yang sangat utama di dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun akibat sungai-sungai yang dangkal, transportasi lumpuh dan kekayaan hayati sungai-sungai dalam keadaan kritis, sehingga sangat mengganggu kelangsungan hidup masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu tidak secara langsung dirasakan di daerah yang tidak menggunakan sarana transportasi air. Tetapi bagi masyarakat Kalimantan, mereka sungguh menderita karena kelumpuhan sarana transportasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama bergiat dalam usaha-usaha perlindungan hutan dan kawasan hutan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indoonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Tindak Pidana Ilegal Logging). Usaha-usaha ini kita lakukan untuk :&lt;br /&gt;Pertama, mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, kebakaran, daya-daya alam, hama serta penyakit; dan&lt;br /&gt;Kedua, mempertahankan dan menjaga hak-hak Negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha ini hendaknya dibarengi dengan senantiasa merasa takut kepada Allah atas bencana-bencana yang mungkin menimpa akibat perilaku manusia terhadap alam dan lingkungannya.&lt;br /&gt;Dengan usaha-usaha yang serius, mudah-mudahan kita dapat menjaga hutan,&lt;br /&gt;kawasan hutan dan lingkungannya agar fungsi lindung, fungsi konservasi, dan fungsi produksi, tercapai secara optimal dan lestari. Kita semua akan merasakan berkah Allah, apabila kita benar-benar dapat menjaga hutan dan peduli pada kepentingan atau kemaslahatan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir khutbah ini, marilah mengingat kembali betapa kita semua akan ditimpa kesengsaraan manakala kita tidak memperhatikan kelestarian hutan. Ketahuilah wahai saudaraku, kita semua memiliki anak cucu dan mereka berharap kehidupan yang lebih baik. Keuntungan besar yang kita peroleh pada saat ini, mungkin saja merugikan anak cucu kita kelak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mengingat karunia Allah SWT dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama. Dengan cara ini kita membuktikan iman dan taqwa kita kepada Allah, sehingga tidak dimasukkan dalam golongan saudaranya syetan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1321294043674191573?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1321294043674191573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hutan-untuk-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1321294043674191573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1321294043674191573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hutan-untuk-kehidupan.html' title='Hutan Untuk Kehidupan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-7618384924022045793</id><published>2009-06-08T08:00:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:23:14.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Air Untuk Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah memberikan amanat kepada manusia, supaya manusia mengelola dengan sungguh-sungguh sehingga bumi dapat dijadikan sebagai tempat hidup yang nyaman. Sebab setiap orang membutuhkan kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera. Maka marilah kita bertaqwa supaya kita hidup dalam kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari alam semesta, air merupakan material (benda) yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa air, tanaman tidak bisa tumbuh. Tubuh manusia, pun memerlukan air yang tidak sedikit. Para ahli kesehatan menganjurkan, agar metabolisme di dalam tubuh kita berlangsung dengan baik, kita minum sedikitnya 8 gelas atau 2 liter setiap harinya. Tanpa air yang memadai tubuh kita akan lemas dan tidak bisa melakukan kegiatan atau pekerjaan. Tanpa air yang memadai, bumi sangat gersang dan akibatnya, tumbuh-tumbuhan dan binatang ternak akan mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusai, bisa membuat sarana dan prasaran hidup seperti pesawat terbang, TV dan kendaraan bermotor. Namun manusia tidak mampu membuat air. Oleh karenanya air benar-benar merupakan rahmat Allah yang tidak terkira manfaatnya bagi kehidupan ummat manusia. Tidak ada air, sama dengan tidak ada kehidupan. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah, ayat 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Q.S.2:22)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Air merupakan sumber kehidupan, sehingga kehidupan sangat ditentukan oleh keberadaan air. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Untuk memasak makanan, kita memerlukan air. Untuk mandi, mencuci, dan menumbuhkan tanaman, kita membutuhkan air. Dapatkah kita merasakan hidup tenang, manakala kita mengalami krisis air ? Tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat merasakan kesulitan dan kesengsaraan yang ditimbulkan manakala tidak ada air, terutama air bersih. Mau mandi, mencuci, memasak dan menyiram tanaman pun sulit. Bagi para petani, mereka terancam gagal panen karena ladang dan kebunnya kekeringan. Mereka juga harus membatalkan kegiatan bercocok tanam dikarenakan tidak ada air. Akibatnya kita semua mengalami kesusahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya air yang berlebihan dan tak terkendali juga dapat menyebabkan bencana kehidupan. Banjir dan tanah longsor merupakan akibat langsung dari melimpahnya air yang tak terkendali.&lt;br /&gt;Kita telah seringkali melihat bagaimana dahsyatnya bencana yang disebabkan air. Jaringan listrik, jaringan air bersih dan kegiatan perkantoran maupun pekerjaan sehari-hari terbengkelai. Dalam kondisi seperti ini, kita kehilangan banyak kesempatan untuk bekerja. Sebaliknya, berbagai macam penyakit seperti Demam Berdarah (DB) pun mengancam tanpa pandang bulu. Berapa banyak kerugian yang diakibatkan karena kesalahan kita terhadap alam semesta ini, Oleh karenanya, marilah kita memulai usaha-usaha yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya air yang tak terkendali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua ini dapat kita atasi, apabila kita memahami betapa pentingnya air bagi kehidupan dan kesejahteraan kita bersama. Kita harus berperilaku seimbang dengan alam semesta. Janganlah karena kita merasa diberi amanat oleh Allah untuk mengelola alam semesta, kemudian kita bertindak semena-mena tanpa memperdulikan kehidupan sesama makhlukNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku,&lt;br /&gt;Diantara usaha-usaha mengendalikan air antara lain :&lt;br /&gt;Pertama, tidak membuang sampah di selokan atau pun sungai. Hal ini dapat menyebabkan saluran air tersumbat, sehingga air sungai atau selokan meluber hingga ke jalan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menjaga kelestarian hutan. Hutan berguna sebagai reservoir atau penampung air hujan. Namun manakala hutan telah gundul, maka air hujan akan langsung menggerus tanah, dan akibatnya terjadi tanah longsor dan banjir. Hutan yang gundul juga akan menyebabkan matinya mata air. Saat ini, kabupaten Wonosobo telah kehilangan hampir 100 mata air yang disebabkan penggundulan hutan. Jika hal demikian tidak segera kita sadari, dalam waktu yang dekat kita akan mengalami krisis air bersih. Sungguh tidak terbayangkan betapa sulitnya hidup manakala kita kekurangan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari usaha-usaha yang kita lakukan, kita yakin, Allah akan mengembalikan lingkungan kita menjadi lingkungan yang mendukung kesejahteraan hidup. Syukur kita kepada Allah SWT atas karunia air, seyogyanya kita wujudkan dengan senantiasa mempertahankan sumber-sumber mata air yang ada di sekitar kita, melalui usaha melestarikan hutan ataupun penghijauan. Dan kita dapat mengajarkan kepada anak-anak kita betapa pentingnya air bagi kehidupan melalui penggunaan air secara bijaksana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita juga dapat melatih anak-anak kita menghargai tumbuh-tumbuhan, tanaman dan mau menanam pohon untuk masa depannya. Ketahuilah, apabila manusia bertindak sewenang-wenang. Maka Allah akan mencabut segala nikmatNya. Dengan selalu mensyukuri nikmat Allah, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmatNya. Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat. Jangan ubah rahmat-Mu menjadi laknat bagi kami.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-7618384924022045793?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/7618384924022045793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/air-untuk-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7618384924022045793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7618384924022045793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/air-untuk-kehidupan.html' title='Air Untuk Kehidupan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-4087905516596829006</id><published>2009-06-08T07:59:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:23:34.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><title type='text'>Mempertanggungjawabkan Karunia Alam Semesta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tanda-tanda alam berbicara kepada manusia tentang kasih sayang Allah. Kasih sayangNya itu nampak pada udara yang segar, pada setiap kelopak bunga, pada setiap helai rumput, pada pohon-pohon, pada makanan yang kita makan, pada keajaiban penciptaan manusia dan seluruh alam semesta yang berguna bagi kehidupan manusia. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini menjadi saksi atas kehendak Allah untuk membuat manusia bertanggung jawab atas segala karunia Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita bertaqwa kepada Allah karena :&lt;br /&gt;Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah). (Q.S. Ibrahim, ayat 32-34.)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua yang diceritakan Allah dalam firman-firman ini merupakan kebenaran mutlak. Allah memberikan nikmat yang sangat mendasar bagi berlangsungnya kehidupan manusia, antara lain : langit, bumi, air, laut, sungai, matahari, bulan, dan segala keperluan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski alam semesta ini dipersiapkan untuk kehidupan manusia. Namun, janganlah kita menghendaki agar Tuhan selalu berkehendak seperti apa yang kita kehendaki. Jika terjadi hal-hal buruk yang menimpa manusia, tentu kita harus berpikir mungkin saja ada yang salah dalam pengelolaan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Al Jatsiyah, ayat 13, yang artinya :&lt;br /&gt;"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah nikmat-nikmat Allah yang tidak ternilai harganya. Jika kita harus membayar kenikmatan-kenikmatan itu, maka seluruh hidupnya pun tidak mencukupi untuk membayar "hutang" manusia kepada Allah. Namun, kenyataannya tidak demikian. Allah memerintahkan kepada kita untuk memanfaatkan karunia-karuniaNya bagi kehidupan seluruh manusia. Dan manusia diberi wewenang agar mengelola dunia dengan sebaik-baiknya supaya dapat mewujudkan tugasnya sebagai Khalifah Allah di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita perhatikan bagaimana air hujan memberi harapan kepada kita semua dengan tumbuhnya tanaman-tanaman. Rumput yang hijau menjadi makanan ternak, dan tumbuh-tumbuhan mengolah udara kotor menjadi udara bersih sehingga udara yang kita hirup terasa segar. Kemudian tanaman para petani tumbuh subur serta menghasilkan buah-buahan dan bahan makanan lainnya yang dibutuhkan oleh manusia. Sekiranya kita merenungkan : "manakah nikmat Allah yang dapat kita sembunyikan ?". Tidak ada. Semuanya diberikan secara gratis oleh Allah SWT. Namun terkadang, hanya untuk mengucapkan hamdalah saja lidah kita terasa berat. Semua ini karena iblis merasuki hati kita dengan kesombongan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surat Ar Rahman Allah SWT berkali-kali menyebutkan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada manusia. Diantaranya pada ayat 10-13.&lt;br /&gt;"Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya)&lt;br /&gt;di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.&lt;br /&gt;Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.&lt;br /&gt;Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? "&lt;br /&gt;Sekalipun kita mengingkarinya, namun tidak satupun nikmat Allah yang bisa kita sembunyikan. Nikmat-nikmat Allah ini dapat kita lihat dan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta ini akan terus menjadi karunia Allah, manakala manusia bertindak dan bekerja sesuai dengan kehendak Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah tanah.&lt;br /&gt;Kesuburan tanah yang kita miliki merupakan anugerah yang luar biasa bagi kita. Tidak semua daerah dianugerahi dengan tanah yang sedemikian subur. Dengan kesuburan tanah ini, kita menghasilkan berbagai macam sayur mayur, padi, palawija dan berbagai macam hasil pertanian lainnya. Tidak ada yang bisa bertahan hidup tanpa adanya hasil-hasil bumi, khususnya bahan makanan. Jika produksi sedikit, sedangkan yang membutuhkan banyak, bolah jadi kita akan mengalami paceklik alias kekurangan bahan makanan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, manakala kita tidak memperlakukan tanah itu dengan baik, maka cepat atau lambat, tanah akan mengalami krisis dan berkurang kesuburannya. Yakni, tidak mampu menghasilkan bahan-bahan makanan secara maksimal. Bahkan terkadang, lapisan atas tanah yang paling subur, harus tergerus oleh erosi dan terbawa arus air akibat penggundulan hutan. Demikian juga bahan-bahan tambang yang ada di bumi. Semuanya ini merupakan karunia Allah yang apabila tidak diperlakukan dengan benar, justru akan menghancurkan hidup manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari air hujan, semua jenis tanaman dapat tumbuh dan mengahasilkan buah. Sepandai apapun, manusia tidak bisa menciptakan air, tanah, dan udara. Maka ketika tanah, air dan udara telah rusak ataupun kotor, kehidupan pun akan terganggu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua kerusakan alam semesta ini tidak terjadi dengan tiba-tiba, namun melalui proses yang diperbuat oleh manusia. Sehingga manakala terjadi bencana, semua orang pun ikut merasakan akibatnya sebab manusia dengan alam ini sesungguhnya bersifat saling ketergantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memperhatikan pengaruh yang begitu besar bagi kehidupan manusia manakala air, udara, tanah, laut dan sungai sudah tercemar dan lingkungan hidup kita telah rusak. Kita akan mengalami kehidupan yang sangat sulit manakala kita tidak memperbaiki lingkungan dengan merubah perilaku kita yang merusak. Sekiranya bumi tidak dapat ditanami, pasti manusia binasa. Oleh karenanya kita jadikan firman-firman Allah untuk memikirkan kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah wahai saudara-saudaraku, bahwa setiap kenikmatan yang kita peroleh, akan diminta pertanggungan jawabnya. Janganlah kita melalaikan Hari Perhitungan atau yaum al hisab yang telah disiapkan Allah untuk menimbang segala perbuatan kita di dunia ini.&lt;br /&gt;"Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."(Q.S. At Takastur:8).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-4087905516596829006?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/4087905516596829006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mempertanggungjawabkan-karunia-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/4087905516596829006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/4087905516596829006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mempertanggungjawabkan-karunia-alam.html' title='Mempertanggungjawabkan Karunia Alam Semesta'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-3836434359532382442</id><published>2009-06-08T07:58:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:23:55.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Mempermudah Anak Memperoleh Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah bahwa sebagian kewajiban ummat Islam yang telah berkeluarga dan berumah tangga adalah mendidik dan menagatur rumah tangganya. Rumah tangga ini ibarat Negara kecil. Oleh karena itu wajib bagi orangtua dan siapapun yang diberi wasiat mendidik anak supaya selamat dunia akhirat dengan mengajari ilmu fikih dan syari'at, tauhid dan budi pekerti yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat at Tahrim, ayat 6.&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orangtua setidaknya mengerti tentang tata cara shalat, bersuci dan hukum-hukum ibadah keseharian. Kalau orangtua tidak membekali diri dengan ilmu-ilmu ini, akan ditanyakan di akhirat sebagai tanggungjawab setiap orangtua. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap diri kalian adalah pengatur (pemimpin) dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diaturnya. Seorang iman adalah orang yang berwenang mengatur baik buruknya orang yang diatur, dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Dan seorang laki-laki (kepala rumah tangga) adalah pengatur keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas orang yang diaturnya."(HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mendidik dengan agama dan akhlak, yang bahagia bukan anak-anak saja, melainkan juga orangtua, masyarakat dan lingkungannya. Sebaliknya, jika anak tidak mengerti agama, dia tidak akan bisa dijamin akhlaknya, sehingga mungkin menyusahkan orangtua, masyarakat dan lingkungannya. Orangtua yang mengajarkan agama dan akhlak yang baik kepada anak-anaknya, akan mendapatkan syafa'at (pertolongan)nya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai kaum muslimin semua, barangsiapa yang diberi rezki Allah berupa anak, maka wajib baginya mebeguskan akhlak dan mendidiknya. Sesungguhnya barangsiapa yang mendidik anaknya memperbagus akhalak anaknya, maka Allah akan memberi rezeki berupa syafa'at (pertolongan)Nya. Dan barangsiapa yang meninggalkan anaknya dalam keadaan menjadi orang bodoh, maka seakan-akan ia menanggung segala amal perbuatan anaknya."(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita jangan menyepelekan pendidikan agama terhadap anak-anaknya. Sebab, satu-satunya sumber budi pekerti dan akhlak adalah agama. Jika kita meninggalkan anak-anak dalam keadaan bodoh alias tidak mengerti mana yang benar dan mana yang salah, mana yang haq dan mana yang bathil, mana halal mana haram, maka siksa Allah bukan saja ditanggung oleh anak-anaknya, melainkan orangtua pun merasakannya. Sebaliknya jika anak-anak memiliki ilmu pengetahuan dan akhlak al karimah, maka bukan saja anak yang mendapatkan keuntungan, melainkan orangtuanya pun demikian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak semua orangtua dapat mendidik anak-anaknya secara langsung dan terus menerus. Oleh karena itu orangtua dapat memasrahkan kepada para ustadz, para guru, kyai atau di lembaga pendidikan agama seperti Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ). Mengingat betapa pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak, maka seharusnya kita gotong royong membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan agama. Kita dapat memanfaatkan mushalla, surau, masjid dan ruang sekolah untuk belajar agama di waktu-waktu tertentu seperti sesudah maghrib dan subuh atau di waktu sore hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, terkadang tidak semua orangtua memiliki biaya yang cukup untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Oleh karenanya, biaya pendidikan dapat diambil dari uang zakat sebagai zakat ta'jil. Jika kita bersama-sama mendukung kegiatan pendidikan agama dengan menggiatkan zakat, infak dan sedekah, niscaya di setiap desa tidak akan mengalami kesulitan di dalam membiayai pendidikan anak. Pemberian zakat, infak dan sedekah untuk pendidikan jauh lebih penting daripada pemberian yang bersifat konsumtif dikarenakan pendidikan merupakan fondasi maju mundurnya masyarakat. Disamping itu, pentasarufan zakat, infak dan sedekah (ZIS) untuk pendidikan memiliki manfaat jangka panjang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung orang-orang yang mau gotong royong membiayai anak-anak Islam yang mencari ilmu. Jika anak-anak Islam tidak memperoleh pendidikan yang memadai, maka ummat Islam akan tetap berada dalam kebodohan. Akibatnya ummat Islam tidak akan mampu membangun dunia, melainkan hanya mengekor peradaban-peradaban asing. Ketahuilah, kemajuan ummat Islam di masa Rasulullah, para sahabat dan tabi'in hingga akhir abad ke-15 M, tidak lain disebabkan ummat Islam bergotong royong jihad fi sabilillah dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat Al Baqarah, ayat 261, yang artinya :&lt;br /&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui."&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa siapa memberikan nafkah satu dirham kepada orang yang mencari ilmu, maka seakan-akan ia menafkahkan emas merah (24 karat) segunung Uhud di jalan Allah (HR. Bukhari)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita mendapat barakah dan kebaikan dunia akhirat atas usaha-usaha kita mempermudah anak-anak Islam memperoleh pendidikan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-3836434359532382442?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/3836434359532382442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mempermudah-anak-memperoleh-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3836434359532382442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3836434359532382442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/mempermudah-anak-memperoleh-pendidikan.html' title='Mempermudah Anak Memperoleh Pendidikan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5888564172145443104</id><published>2009-06-08T07:56:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:24:10.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Memanfaatkan Senja Keluarga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT memerintahkan kepada hambaNya agar senantiasa memperhatikan keluarganya. Bentuk perhatian ini tidak saja diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti pangan, sandang dan kesehatan. Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman agar menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Q.S. At Tahrim:6)"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan perintah ini, kita memerlukan usaha yang serius agar keluarga kita terbebas dari siksa neraka yang dahsyat. Diantara usaha ini adalah meningkatkan pendidikan iman dan taqwa di dalam keluarga melalui senja keluarga yang diisi dengan kegiatan membaca dan memahami kitab suci Al Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan membaca dan memahami firman Allah SWT dapat dilakukan dengan anggota keluarga ataupun teman-teman sebaya. Kita ambil contoh waktu Maghrib. Sesudah shalat berjama'ah maghrib kita dapat berkumpul dengan keluarga untuk membaca Al Qur'an dan terjemahannya beberapa ayat. Tidak hanya membaca Al Qur'an, saat-saat bersama keluarga juga dapat digunakan untuk berdiskusi dan membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan iman dan taqwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Maghrib, merupakan salah satu waktu yang tepat untuk berkomunikasi dengan keluarga. Keluarga bisa berkumpul di rumah. Kalau tidak shalat jama'aah di masjid, atau mushalla, bisa shalat berjama'ah di rumah, berdzikir dan membaca Al Qur'an beserta terjemahannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat membaca Al Qur'an inilah, kita dapat merenungi sikap dan perbuatan dalam aktifitas sehari-hari : apakah lebih baik, ataukah lebih buruk, ataukah biasa-biasa saja tanpa perubahan. Umpamanya seorang pedagang : apakah timbangannya lebih baik, tidak curang ataukah curang. Renungan yang dilakukan terus menerus ini akan memberi pencerahan dalam pikiran dan jiwa kita sehingga terdorong untuk melakukan hal-hal yang lebih baik bagi keluarga dan orang lain.&lt;br /&gt;"Senja Keluarga" yang telah menjadi himbauan pemerintah daerah Kab. Wonosobo dan telah disepakati oleh tokoh-tokoh agama, merupakan usaha meningkatkan kualitas iman dan taqwa di dalam keluarga. Meskipun hanya satu hingga satu setengah jam setiap harinya, namun jika setiap keluarga membiasakan diri dalam pertemuan keluarga disertai membaca dan memahami firman-firman Allah, niscaya Allah akan menganugerahkan barakah yang sangat banyak di dalam keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Shaad, ayat 29 :&lt;br /&gt;"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barakah yang diperoleh dari Al Qur'an adalah barakah rohani. Dengan sering membaca dan memahami firman-firman-Nya, hati dan pikiran kita akan dituntun pada kebenaran, sehingga di dalam setiap aktifitas kehidupan kita, senantiasa menempuh jalan kebenaran yang diridhai Allah SWT. Jika orang-orang yang beriman menempuh jalan lurus, sudah barang tentu kehidupan di dalam keluarga maupun masyarakat akan semakin lebih baik. Hanya ketaatan kepada Allah dan rasulNya yang akan menjamin kesejahteraan dan kebajikan di dalam kehidupan kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut kita kepada Allah, akan menuntun kita memperbaiki hidup dan terus berusaha meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Sebab Allah sama sekali tidak pernah memerintahkan berbuat keji yang mengakibatkan kerugian dan kerusakan di dalam diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Allah SWT berfirman dalam surat Al A'raf, ayat 28, yang artinya :&lt;br /&gt;Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membiasakan berkumpul bersama keluarga dalam komunikasi yang berkualitas, tentu sangat bermanfaat. Hubungan antara orangtua dan anak yang semula renggang bisa diperbaiki, hubungan antara suami-isteri yang kurang harmonis pun dapat diperbaharui dalam iman dan taqwa. Keluarga yang membiasakan membaca Al Qur'an, Insya Allah akan mendapat banyak barakah. Barakah ini tidak harus dalam bentuk material, namun juga hal lain seperti kesehatan, ampunan Allah, do'a para malaikat, harmoni keluarga dan anak-anak yang berakhlak al karimah. Kekayaan berupa budi pekerti mulia anak-anak kita; tidak ternilai dengan uang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaknya kita membiasakan membaca Al Qur'an. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;"Orang yang membaca al Qur'an dan mengamlaknnya kelak di hari kiamat akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang mulia. Dan orang yang membaca Al Qur'an dengan gagap dan agak berat lidahnya, maka baginya tetap mendapatkan pahala." (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita istiqamah di dalam membangun kualitas keluarga melalui kegiatan senja keluarga. Hal ini demi kebaikan anak-anak dan keluarga kita. Marilah kita laksanakan tanpa merasa terpaksa guna menjaga iman dan taqwa keluarga kita.Ya Allah, jadikanlah Al Qur'an syafa'at dan penutup atas segala aib. Dan jadikanlah Al Qur'an penerang di dalam kegelapan akhirat. Ya Allah, karuniakanlah rahmat Al Qur'an kepada kami. Amin Ya Rabb al alamin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5888564172145443104?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5888564172145443104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memanfaatkan-senja-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5888564172145443104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5888564172145443104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/memanfaatkan-senja-keluarga.html' title='Memanfaatkan Senja Keluarga'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-639949713903696188</id><published>2009-06-08T07:55:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:24:29.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Membangun Generasi yang Kuat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ada sejumlah anak yang mudah putus asa, rendah diri, dan selalu kebingungan. Sebagai akibatnya, ia mudah terjerumus di dalam kesesatan. Ia terjebak narkotika, berani melawan orangtua, suka menipu orangtua dan penyimpangan sosial lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua capaian hidup kita akan hilang begitu saja manakala generasi di belakang kita adalah generasi dengan penyakit rohani yang kompleks. Segala jerih payah orangtua baik harta benda, kedudukan maupun pangkat menjadi sirna begitu saja manakala kita diuji dengan berbagai penyimpangan sosial akibat perilaku anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memerintahkan kita agar memeprsiapkan generasi yang kuat lahir batin sebagaimana termaktub dalam surat al Nisa', ayat 4 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman kita pada generasi yang kuat bukanlah sekedar pada fisik atau tubuhnya saja. Melainkan lebih penting pada kekuatan mental. Di dalam sejarah kenabian disebutkan, ada seorang keturunan Bani Israil yang bernama Simson atau Sam'un. Dia memiliki kekuatan tubuh yang luar biasa. Tubuhnya kekar dan dia tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah berani di masa itu. Hal ini bukan saja karena otot-ototnya yang kekar, melainkan karena orangtuanya telah bernazar dengan Allah agar Simson menjadi abdi Allah yang setia. Allah mengabulkan nazarnya dan menganugerahi Simson keperkasaan tubuh untuk melawan kebathilan. Di kemudian hari, Simson menjadi pembesar Bani Israil. Meskipun ia memiliki kedigdayaan, namun kenyataannya, dia adalah seorang yang lemah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Simson runtuh manakala ia tidak menuruti perintah-perintah Allah. Dikisahkan bahwa ia bergaul dengan para penyembah berhala, peminum khamr, dan orang-orang durhaka yang akhirnya merusak dirinya. Di puncak pergaulannya, ia terjerumus dalam tipu daya perempuan yang telah memperbudaknya menjadi orang lemah dikarenakan ia telah dikendalikan oleh perempuan durhaka. Ia tidak memiliki lagi kekuatan pikiran dan jiwanya untuk tunduk kepada Allah. Sebaliknya ia tunduk kepada perempuan yang durhaka kepada Allah. Berharap pada kekuatannya yang besar, ternyata ia tersungkur oleh pengaruh-pengaruh perempuan yang memanjakan nafsu bejat. Di hadapan perempuan yang durhaka itu, Sismon memperlihatkan rahasia kekuatannya. Sekiranya Simson tetap berpegang teguh pada aqidah dan tidak memperlihatkan rahasia kepada si wanita, tentu ia terselamatkan dari tipu daya syetan yang hendak meruntuhkan mukjizatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selama ribuan tahun, manusia bergelut melawan tipu daya syetan melalui berbagai cara. Sebagai orangtua, kita berkewajiban menjauhkan anak-anak dari segala tipu daya syetan supaya tidak tersesat dari jalanNya. Kesesatan adalah suatu kelemahan, karena hanya akan mengantarkan kesengsaraan manusia di dunia dan akhirat. Kelemahan, kesesatan dan kedurhakaan inilah yang dikehendaki oleh syetan agar manusia menjadi golongannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika syetan telah berkuasa di dalam diri kita, maka sudah pasti kita akan lupa dengan Allah SWT. Sehingga manusia tidak memiliki sedikitpun kekuatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam surat Al Mujadalah, ayat 19 :&lt;br /&gt;"Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang sejati mengajarkan kita supaya menjauhkan sama sekali segala hal yang membahayakan serta menggunakan dengan bijaksana segala hal yang menyehatkan. Perintah-perintah Allah sudah pasti tidak membahayakan, sebaliknya larangan-larangan Allah sudah pasti membahayakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan anak yang kita terima dari Allah itu memiliki kekuatan yang sejati, kebiasaan-kebiasaan anak harus diatur dengan seksama. Orangtua, apakah ibu, ayah atau guru berperan dalam membiasakan kebaikan ataupun keburukan anak-anak. Setiap hari anak belajar dalam setiap kesempatan. Tidur, makan, berbicara, mengenakan pakaian bahkan buang air kecil pun anak-anak belajar dari apa yang diajarkan oleh orangtua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orangtua memiliki dorongan untuk memperkuat anaknya. Orangtua yang bijaksana dan tunduk pada Allah memperkuat anaknya dengan membiasakan kehidupan yang tunduk kepada Allah juga. Orangtua terlibat dalam tanggungjawab ini. Sehingga seringkali akibat dari kelalaian orangtua, anak-anak memiliki kekurangan jasmani dan rohani. Akibatnya anak-anak secara mental dan moral lemah. Orang yang tidak bermoral atau tidak tunduk kepada Allah dan rasulNya, seringkali mewariskan kecenderungan-kecenderungan a-susila kepada keturunannya ataupun lingkungannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan setiap generasi untuk jauh lebih merosot ke dalam jurang kehancuran makin tampak karena tidak adanya penguatan moral, iman dan mental. Oleh karenanya, ketika Tuhan berpesan agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah, maka pesan ini sesungguhnya tidak selalu berhubungan dengan anak-anak yang memiliki tubuh besar, otot kuat dan bisa mengalahkan lawan-lawannya. Namun sesungguhnya Allah sedang berbicara kepada kita mengenai generasi yang memiliki kekuatan jiwa untuk membangun diri, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara. Dan kekuatan jiwa ini dapat kita tumbuhkan melalui pelatihan dan pembiasaan untuk senantiasa tunduk kepada Allah dan rasulNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga harapan kita sebagai orang tua, dapat mewujudkan kewajiban kita sebagai orangtua dalam mempersiapkan generasi yang kuat lahir batin. Ingatlah wahai saudaraku, generasi yang kuat mental dan pikirannya tidak akan terwujud tanpa pendidikan yang memadai. Demikian pula, generasi yang sehat/kuat tubuhnya, tidak akan terwujud manakala kita tidak memperhatikan makanan yang halal dan thayyib.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya bukanlah orang yang kuat adalah orang yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu memenangkan pertempuran melawan hawa nafsunya. Dengan demikian, generasi yang kuat adalah generasi yang memiliki iman, cerdas emosi dan cerdas spiritual serta beramal shaleh. Generasi seperi inilah yang akan menjadi barakah dalam kehidupan kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-639949713903696188?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/639949713903696188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/membangun-generasi-yang-kuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/639949713903696188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/639949713903696188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/membangun-generasi-yang-kuat.html' title='Membangun Generasi yang Kuat'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1168998013224388482</id><published>2009-06-08T07:54:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:24:47.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menumbuhkan Gemar Membaca</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sungguh-sungguh melaksanakan perintah-perintah Allah dan rasulNya. Sesungguhnya taqwa menyelamatkan manusia dari kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu diperoleh dengan belajar. Membaca merupakan usaha yang paling utama. Untuk bisa membaca tulisan seseorang harus terlebih dahulu mengenal huruf. Meskipun demikian, membaca tidak hanya dipahami dengan membaca tulisan. Termasuk di dalam kegiatan membaca adalah memperhatikan alam semesta ataupun meneliti peristiwa atau kejadian-kejadian di sekitar kita.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman di dalam surat al 'Alaq ayat 1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.,"&lt;br /&gt;Perintah Allah ini menunjukkan bahwa setiap orang Islam harus benar-benar mampu dan gemar membaca. Siapapun yang gemar membaca akan bertambah ilmu pengetahuannya, meningkat wawasan dan pemahamannya di dalam kehidupan; sehingga menumbuhkan semangat menjalani kehidupan di dunia ini. Membaca berarti membuka jendela kehidupan dunia dengan penguasaan informasi, ilmu pengetahuan dan sekaligus membuat langkah awal kebudayaan dan peradaban.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peran keluarga sangat penting di dalam menumbuhkan rasa senang membaca di dalam diri anak-anak. Umpamanya, dengan mmeberi hadiah buku bagi anak-anak ketika naik kelas. Orangtua juga harus menjauhkan anak-anak dari membaca buku-buku, majalah, dan informasi yang merusak hati dan pikirannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak sejak dini perlu kita didik agar senang membeli buku dan membaca, sebab menuntut ilmu bagi setiap muslim hukumnya wajib. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mencari ilmu, hukumnya wajib bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan," (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan semangat membaca di dalam keluarga, orangtua pun seyogyanya gemar membaca. Apa saja yang dilakukan orangtua seringkali ditiru anak-anaknya. Maka sangat baik manakala orangtua juga memberi contoh membaca. Misalnya, orangtua senangnya ngobrol dan menonton TV siang amalam, tentu anak-anak akan malas-malasan apabila diperintah membaca buku atau pun belajar. Sebaliknya jika orangtua gemar membaca, Insya-Allah, anak-anak pun akan gemar membaca dan mudah diarahkan agar gemar membaca. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, orangtua pun tidak dapat seratus persen berhasil menumbuhkan kegemaran membaca pada anak-anaknya. Kita memerlukan pendukung berupa sarana – prasarana baik di dalam keluarga ataupun lingkungan. Kita dapat menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk membelikan buku anak-anaknya, setidaknya setahun dua kali. Seorang pakar Belanda, Erasmus Huis, menyatakan bahwa sebaiknya sejak usia 11 tahun, seorang anak telah memiliki perpustakaan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usaha meningkatkan gemar membaca juga dapat dilakukan di lingkungan masing-masing. Kita bisa bergotong royong membuat perpustakaan masjid, perpustakaan desa, ataupun kelompok membaca yang terdiri dari 5-10 orang. Buku-buku yang dimiliki, bisa dibaca secara bergiliran.&lt;br /&gt;Pendidikan membaca baik di dalam keluarga maupun di luar keluarga ini menjadi sarana yang tepat untuk mengembangkan kekuatan dasar manusia yaitu ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Tanpa membaca manusia tidak akan memiliki ilmu pengetahuan. Tanpa ilmu pengetahuan, manusia akan tersesat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Membaca merupakan perintah Allah. Karenanya tidak bijaksana, apabila ummat Islam tidak memiliki budaya membaca yang tinggi. Kita semua dapat saling mendukung dalam setiap usaha meningkat minat baca di kalangan ummat Islam. Karena&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diantara usaha itu adalah dengan mengajak keluarga, teman atau tetangga untuk membaca di perpustakaan desa. Demikian pula kita dapat menyelenggarakan perpusatakaan desa/perpustakan masjid. Perpustakaan ini dapat menjadi sarana hiburan yang murah dan efektif sekaligus dapat menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran akan arti pentingnya informasi dan ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usaha mengembangkan minat baca ini memang tidak dapat diketahui hasilnya dalam waktu 1-2 tahun. Usaha ini adalah usaha meningkatkan akal budi dan perdaban manusia, sehingga hasilnya mungkin baru dapat terlihat setelah 20 tahun. Namun kita semua yakin, anak-anak yang tumbuh dalam ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang luhur, akan menjadi berkah bagi dunia. Rasulullah SAW bersabda bahwa kehidupan dunia dan akhirat hanya bisa didapatkan dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bararangsiapa menghendaki kehidupan dunia, maka wajib baginya berbekal ilmu. Dan barangsia menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya berbekal ilmu. Dan barangsiapa menghendaki kehidupan dua-duannya, maka wajib baginya berbekal ilmu."(HR. Bukahri)&lt;br /&gt;Dengan memahami bahwa Rasulullah SAW berjuang tidak kenal lelah di dalam melahirkan ummat yang terbaik di dunia, maka kita sepatutnya menyadari bahwa kita sama sekali tidak menginginkan anak-anak tumbuh dalam kebodohan dan tidak memiliki akal budi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita semua akan ditimpa kehinaan baik di dunia maupun di akhirat, manakala ummat Islam menjadi ummat yang bodoh dan tidak memiliki akal budi. Na'udzubillahi min dzalik. Oleh karenanya marilah kita terus berusaha baik di dalam keluarga, di dalam sekolah maupun di dalam lingkungan kita, untuk bersama-sama meningkatkan kegemaran membaca di kalangan anak-anak kita. Kita semua yakin, usaha ini merupakan ibadah kepada Allah dan pasti kita akan mendapatkan hasilnya baik di dunia maupun di akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga kita sebagai orangtua dapat melaksanakan kewajiban kita di dalam mempersiapkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan dan akal budi. Ya Allah jangan jadikan kami orang-orang yang bodoh, dan jangan Engkau bebani kami atas dosa-dosa kebodohan anak-anak kami. Amin Ya rabb al' alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1168998013224388482?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1168998013224388482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menumbuhkan-gemar-membaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1168998013224388482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1168998013224388482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menumbuhkan-gemar-membaca.html' title='Menumbuhkan Gemar Membaca'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-8231464319139100962</id><published>2009-06-08T07:53:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T08:25:01.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menghindari Bahaya TV</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : " Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih baik bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat" (Q.S.24:30).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Televisi sesungguhnya ibarat sebuah rumah. Di dalam rumah biasanya ada tempat sampah untuk membuang kotoran dan segala hal yang tidak berguna bagi penghuni rumah. Demikian pula televisi. Bukan mustahil di dalam acara-acara televisi terdapat hal-hal yang kurang baik bagi perkembangan jiwa manusia, terutama perkembangan jiwa anak-anak sehingga harus dihindari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya cara pandang kita terhadap TV seharusnya lebih bijaksana. Yakni, kita tidak membiarkan anak-anak kita habis waktunya hanya untuk menonton TV seraya mengabaikan kegiatan yang lebih berguna seperti belajar dan mengaji. Orangtua seharusnya mempertimbangkan mana acara TV yang bermanfaat dan tidak bagi perkembangan jiwa anak. Sebab anak merupakan penjiplak paling hebat di dunia. Anak akan menirukan segala hal yang dilihat dan didengar, sehingga manakala orangtua tidak mengawasi dan memberikan bimbingan, mereka tidak akan mengetahui apa yang baik dan buruk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menyebabkan acara TV membahayakan :&lt;br /&gt;1. Sebagian besar acara TV bertentangan dengan ruh dan akidah Islam.&lt;br /&gt;2. Merangsang nafsu birahi anak-anak dan mengandung perbuatan keji dan dosa besar.&lt;br /&gt;3. Merusak pendidikan anak-anak yang telah diberikan oleh karena keluarga yang saleh dan shalehah karena model-model perilaku yang ditampilkan TV memliki pengaruh yang kuat dan tajam terhadap pola perilaku yang menyimpang.&lt;br /&gt;4. Sebagian besar acara TV tidak memiliki tujuan pendidikan Islam.&lt;br /&gt;5. Anak-anak terpengaruh baik perkataan maupun perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara-acara TV yang sedemikian bebas, mengakibatkan aqidah manusia menjadi rapuh, sehingga anak-anak tidak meyakini syari'at Allah, kurang amal shaleh dan kemakshiatan semakin merajelala. Banyak anak yang meninggalkan shalat, meninggalkan ngaji dan salah pergaulan. Juga banyak saudara-suadara kita yang menginjak remaja, sudah dewasa bahkan menjadi orangtua mengabaikan Allah dan RasulNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di waktu kecil anak-anak kita sudah mendapatkan pendidikan yang kuat. Mereka mengaji dan shalat, namun ketika menginjak remaja, seringkali timbul masalah baru akibat pengaruh-pengaruh buruk dari TV. Banyak anak kita hidup dengan cara apa yang dilihat di TV. Mereka menjadikan tontonan menjadi tuntunan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua, kita perlu mewaspadai perilaku anak yang menjurus pada ketidak hati-hatian dan menyimpang dari agama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya anak belum mampu memilah apa yang seharusnya menjadi perhatiannya. Rasa kagum pada sesuatu, akan membuat hatinya terpengaruh dan membutakan hatinya untuk melihat segala sesuatu secara benar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan kagum ini bisa melalui media seperti tontonan TV, Gambar-gambar iklan dan hiburan-hiburan atau segala jenis tontonan lainnya. Mereka kagum pada apa yang digambarkan oleh media ataupun panggung-panggung hiburan. Mereka kagum dan meniru pada apa yang dipertontonkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pengaruh buruk ini, dapat menipiskan rasa percaya diri, merapuhkan aqidah dan melemahkan iman kepada Allah SWT. Seakan-akan hidup merasa kurang dan tidak berharga apabila tidak hidup dengan cara seperti apa yang dilihat dalam tontonan. Citra diri manusia seperti ini, bukan tidak mungkin menumbuhkan kebencian terhadap tata karma agama, bahkan membuka kemungkinan timbulnya cinta pada budaya dan tata krama yang jauh di luar tuntunan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak atau lebih luas lagi kaum musliminin tidak lagi mengindahkan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Sebaliknya justru mengutamakan "teladan" yang dipertontonkan TV, film, dan media massa lainnya. Maka tidak heran, jika dunia Islam pun dilanda cara hidup yang mengutamakan bersenang-senang, mementingkan diri sendiri perzinaan, narkoba, minuman keras dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran tata social dan kehidupan masyarakat itu antara lain ditandai dengan adanya orang laki-laki yang menerkam wanita di tengah jalan dan menyetubuhinya (memerkosa), kekerasan dan disharmoni sosial. Peristiwa-peristiwa munkar dan keji ini terjadi ketika manusia sudah "menghalalkan" perzinaan, minuman memabukkan (termasuk narkoba) dan bermegah-megahan, tersebarnya biduan-biduanita serta banyak pembunuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat seperti itulah banyak yang mengidap penyakit bakhil, tidak peduli orang lain, pemarah, takut mati, suka bersenang-senang, dan diperbudak dunia. Manusia lebih menyukai memperindah masjid, tetapi tidak memakmurkannya, memperbanyak hiburan, egois, memegahkan diri dan menjunjung tinggi harkat biduan-biduanita daripada membantu saudara-saudaranya yang kelaparan, sakit, tidak bisa bersekolah dan tertindas atau menghidupkan majlis ilmu dan tempat -tempat pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah orangtua membiarkan anak-anak hidup dalam bahaya tindak kekerasan, narkoba, dan pergaulan yang menjauhkannya dari Allah SWT. Orangtua harus bertindak tegas terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan perilaku anak. Sebab dari anak-anak inilah, kita berharap masa depan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara akan tertata dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita semua perlu mewaspadai gejala-gejala yang berkembang di dalam masyarakat seperti maraknya perzinaan, perkosaan, pembunuhan, kekerasan, narkoba, tempat makshiat yang terorganisir dan tempat-tempat hiburan yang menyeret dunia muslim ke dalam jurang kehancuran. Yakni, kerapuhan akidah, dan degradasi moral serta amal shaleh dan etos hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, marilah kita dorong anak-anak untuk lebih suka membaca Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah serta buku-buku agama. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Marilah kita menundukkan diri memohon kepada Allah : semoga Allah memberkahi kita semua dengan keteguhan iman dan istiqamah beramal shaleh. Amin Ya Rabb al 'Alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-8231464319139100962?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/8231464319139100962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menghindari-bahaya-tv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8231464319139100962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/8231464319139100962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menghindari-bahaya-tv.html' title='Menghindari Bahaya TV'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-321757958074841333</id><published>2009-06-08T07:52:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:25:15.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Menyelamatkan Anak-anak dari Kehancuran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika kita mendapat rezeki berupa kesehatan, panjang umur, dan panen yang melimpah, kita pun bersuka cita. Pendek kata, ketika kita mendapatkan segala sesuatu yang menguntungkan, sudah pasti kita bersuka cita. Namun tidak ada suka cita yang lebih besar daripada mengetahui anak-anak kita hidup dalam kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua adalah orang kepercayaan Allah dimana segala perbuatan dan tindak tanduknya ditujukan untuk kesejahteraan dan keselamatan anak-anaknya. Melalui anak-anak yang dititipkan Tuhan, orangtua mengabdi kepada Allah. Karenanya, anak-anak akan memberikan kesaksian di hadapan Allah tentang amanat yang Allah yang dipikulnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang patuh kepada orangtua dan berbuat sesuai dengan jalan keselamatan Allah, sungguh merupakan karunia yang sangat besar. Betapa sedihnya orangtua manakala anak-anak tidak lagi bersilaturrahmi dengan saudara-saudaranya. Betapa gundahnya hidup manakala anak-anak menyiksa batin orangtua dengan kedurhakaannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh memiliki pengalaman pahit ketika Kan'an, anak laki-lakinya tidak beriman kepada Allah. Pada akhirnya, Nabi Nuh diperintahkan Allah membiarkan Kan'am tersesat dan ia tidak dapat diselamatkan dari bencana yang ditimpakan Allah berupa air bah. Nabi Nuh telah berusaha sungguh-sungguh agar Kan'an terselamatkan. Namun iblis lebih menguasai hati Kan'am sehingga ia menolak dan membantah ajakan ayahnya mengikuti jalan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan iman anak-anaknya merupakan bencana besar. Segala sesuatu yang dimiliki orangtua sama sekali tidak berguna manakala anak-anaknya berada dalam jurang kebinasaan dan kekafiran. Oleh sebab itu, terkadang orangtua mengambil keputusan untuk tidak mengakui anak-anaknya yang berada dalam kesesatan dan tidak lagi mau diajak dalam ketaqwaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita menyangkal amanat Allah ini. Anak-anak yang berbuat baik, berarti ia mendapatkan jalan Allah, dan anak-anak yang berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak boleh saja tidak pulang ke rumah, namun orangtua harus berani mengingatkan bahwa ia akan pulang ke hadirat Allah. Apakah kita tega membiarkan anak-anak kembali ke hadirat Allah tanpa bekal sedikitpun, sehingga ia terlunta-lunta di akhirat ? Meskipun hidayah datangnya dari Allah, namun orangtua mesti berusaha sungguh-sungguh agar anak-anak hidup dalam iman dan taqwa. Allah SWT berfirman dalam surat Al Qashash, ayat 56.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua bekal yang terbiak, yaitu ilmu dan budi pekerti.&lt;br /&gt;Tanpa ilmu dan budi pekerti, berarti orangtua meninggalkan anak-anak dalam belenggu abadi dunia dan hawa nafsu. Meninggalkan harta benda, juga baik, namun tanpa ilmu dan budi pekerti harta benda tersebut akan merusak dirinya disebabkan ia tidak dapat menundukkan harta bendanya, melainkan menjadi budak dari harta bendanya. Dan dalam belenggu dunia inilah, anak-anak sering hanya mengejar mimpi-mimpi yang ditawarkan iblis seperti percabulan, narkotika, miras dan pencurian. Meskipun mereka mendapatkan nikmat sesaat, namun mereka sesungguhnya menanggung siksaan abadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kejadian di sekitar kita cukup memberi peringatan bahwa semakin longgar kendali keluarga dan masyarakat, semakin meningkatkan kehancuran hidup anak-anak. Banyak anak yang mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasan Allah serta melecehkan semua kemulian syurga. Mereka menghujat dan melecehkan segala sesuatu yang diperintahkan Allah seraya menuruti hawa nafsunya seperti binatang yang tidak berakal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Al A'raf, ayat 179 yang artinya :.&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang tersesat inilah noda dalam amanat Tuhan pada kita. Mereka tidak malu melawan orangtua dan Tuhan. Mereka hidup dengan menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan. Mereka bagaikan awan, yang berlalu ditiup angin. Mereka bagaikan pohon-pohon dalam musim gugur yang tidak menghasilkan buah. Mereka bagaikan pohon-pohon yang terlepas dari akar-akarnya dan mati sama sekali. Anak-anak yang tak beriman dan bertaqwa bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan semua aib ke seluruh dunia. Dan mereka bagaikan bintang-bintang yang kelam selama-lamanya; tidak sedikitpun dapat menyinari dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh celaka manakala anak-anak mengikuti jalan iblis dan karena cobaan-cobaan iblis; mereka menceburkan diri ke dalam kesesatan. Siapakah yang dapat menyelematkan generasi ini ? Tidak ada lain semua berawal dari kekuatan keluarga di dalam do'a dan perencanaan supaya anak-anak tetap beriman dan bertaqwa. Sekolah dan masyarakat tidak mampu melayani iman dan taqwa anak-anak dengan sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memelihara diri dan keluarga dalam kasih dan ampunan Allah sambil menantikan rahmat Allah untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan dan penyelamatan kepada anak-anak yang ragu-ragu akan Allah Yang Maha Kuasa. Selamatkanlah anak-anak dengan jalan merebutnya dari kuasa iblis yang menjerumuskannya ke dalam kesengsaraan dan siksa api neraka. Marilah kita tunjukkan belas kasihan kepada anak-anak sambil membersihkan pakaian mereka yang dicemari oleh dosa-dosa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tegakkanlah iman dan taqwa pada anak-anak kita. Berilah pendidikan yang menjadikannya pandai, mengerti kebenaran, keadilan dan kejujuran, cerdas dan pengalaman, pengetahuan dan kebijaksanaan, kecerdikan dan perasaan agar anak-anak mengetahui iman dan tunduk pada hukum-hukum Tuhan serta makna kehidupan. Cegahlah anak-anak dari menuruti bujukan orang-orang yang berdosa. Barangsiapa mengindahkan pendidikan, dia menuju jalan kehidupan. Dan barangsiapa yang mengabaikan nasehat, ia akan tersesat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-321757958074841333?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/321757958074841333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menyelamatkan-anak-anak-dari-kehancuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/321757958074841333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/321757958074841333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/menyelamatkan-anak-anak-dari-kehancuran.html' title='Menyelamatkan Anak-anak dari Kehancuran'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-5288981418900285348</id><published>2009-06-08T07:51:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:25:46.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Anak-anak Ibarat Pohon yang Ditanam Orangtua</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita bertaqwa dan tunduk kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang bijak mendatangkan suka cita kepada orangtuanya, tetapi anak yang bebal dan durhaka adalah duka bagi orangtuanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diharapkan dari seorang penanam pohon ? Tentu saja buahnya. Betapa gembiranya manakala pohon yang ditanam berbuah lebat dan harum baunya. Sebaliknya, betapa sedihnya manakala pohon yang ditanam itu dililit benalu, tumbuh kerdil dan tidak berbuah. Karenanya si penanam harus menghilangkan hama dan penyakitnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak adalah pohon kebenaran. Anak-anak adalah pohon yang bibitnya berasal dari Allah agar menjadi hiasan dunia yang indah. Dan orangtualah penanamnya. Setiap ranting yang tidak berbuah, dipotongnya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan supaya lebih banyak berbuah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dapat dibersihkan dengan firman Allah. Orangtua harus membuat anak-anak dalam kasih sayang dan jalan Tuhan. Sama seperti ranting; tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri kalau ia tidak tinggal pada batang pohonnya. Demikian pula anak-anak, tidak bisa berbuah jika ia tidak menempel pada firman Allah. Firman Allah adalah batang pohon, dan anak-anak adalah rantingnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tinggal di dalam Allah, ia akan berbuah banyak. Sebab tanpa petunjuk Allah, berarti manusia berada di luar Allah. Jika anak-anak tidak hidup dalam firman Allah, mereka akan makin tersesat dan rusak hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak tinggal di dalam Allah, ia dibuang seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di dalam Allah berarti menerima firman-firman Allah sebagai hidupnya. Karenanya ia tunduk dan menjalankan perintah-perintah Allah. Ia menjalankan hidupnya dengan Allah. Dalam hal inilah anak-anak yang kita tumbuhkan, yaitu jika anak-anak itu berbuah banyak, maka orangtua akan bahagia. Anak-anak yang menjadi hamba Allah, adalah anak-anak yang tumbuh dengan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menetapkan bahwa anak-anak adalah ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah ini mengingatkan kita semua bahwa anak-anak merupakan ujian bagi setiap keluarga. Artinya, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara dapat celaka ataupun bahagia karena anak-anaknya, tergantung bagaimana orangtua mendidik anak-anaknya. Bahkan di sisi lain, Allah juga menyebut adanya ujian dari isteri-isteri dan harta benda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak setiap apa yang kita miliki dapat membahagiakan dan menyelamatkan hidup. Sebagian diantara mereka justru menjadi musuh dan menyesatkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat At Taghabun, ayat 13 dan 15 yang artinya :&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Firman ini menjelaskan bahwa :&lt;br /&gt;Pertama, isteri-isteri yang durhaka kepada Allah tentu saja tidak akan membahagiakan dan menyelamatkan hidup. Justru akan menjadi musuh. Tidak sedikit perbuatan-perbuatan jahat yang dilakuan seorang ayah atau suami dilandasi karena tuntutan isteri. Seorang suami yang tunduk pada tuntutan isteri-isterinya, sangat mungkin terjerumus dalam kesesatan. Namun jika isteri-isterinya adalah perempuan-perempuan yang salihah yang senantiasa tunduk kepada perintah Allah, maka hal-hal buruk tidak mungkin terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, harta benda yang tidak dimanfaatkan untuk kebaikan tidak akan mampu menyelamatkan hidup kita di hadapan Allah kelak di hari kiamat. Sebaliknya harta benda yang dibelanjakan dalam ketaatan kepada Allah seperti Zakat, Infak dan Sedekah, niscaya akan menyelamatkannya dari api neraka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Anak-anak yang tidak taat kepada Allah, juga akan menyengsarakan orangtua. Mereka sama sekali tidak dapat menyelematkan dan membahagiakan orangtua disebabkan kedurhakaan dan amal buruknya. Namun jika anak-anak hidup dalam firman Allah, niscaya ia akan mendo'akan dan membahagiakan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal buruk yang disebabkan oleh isteri-isteri, anak-anak dan harta benda bisa saja terjadi apabila kita mengabaikan perintah-perintah Allah. Jalan keluar untuk menghindari hal-hal buruk ini adalah bertaqwa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Taqwa kepada Allah memungkinkan kita mengatasi cobaan-cobaan isteri, anak-anak dan harta benda yang menjerumuskan ke dalam jurang kehancuran. Seperti halnya Nabi Ayub as yang hidup dengan isteri yang durhaka kepada Allah dan sangat memusuhi dirinya. Namun dengan ketaqwaan itu, Ayub as diselamatkan Allah dari kekufuran. Demikian pula Nabi Nuh as yang mengalami godaan dari kekufuran Kan'an anaknya serta Nabi Sulayman as yang mengalami cobaan dari kekuasaan dan harta bendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnanaan suka cita dan kegembiraan orangtua ada pada anak-anak Oleh karenanya semua hal buruk yang disebabkan oleh anak-anak ini harus kita perhatikan; agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang hidup dalam firman Allah; menjadi anak-anak shaleh, yang sedap dipandang mata dan menjadi contoh di dalam ketaqwaan. Inilah perintah Allah agar orangtua senantiasa mengasihi, mendidik dan mempersiapkan anak-anak dengan sebaik-baiknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pewarisan yang baik dari orangtua harus diikuti dengan pelatihan yang seksama serta pembentukan kebiasaan yang benar. Allah memerintahkan agar orangtua membuat anak-anak mereka mengerti akan kewajiban-kewajiban terhadap Allah. Ketetapan Allah adalah mendidik anak-anaknya dengan pendidikan agama. Inilah hal pertama yang dilakukan di dalam sekolah para Nabi, yakni membuat anak-anak mengerti kewajiban-kewajibannya kepada Allah sebagai benteng terhadap penyelewengan yang semakin merajalela. Pemahaman anak-anak terhadap kewajiban Ilahi ini berguna untuk menyediakan kesejahteraan rohani dan moral bagi anak-anak.&lt;br /&gt;Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya. Tidak ada kegembiraan yang lebih sempurna daripada melihat anak-anak tunduk patuh kepada Allah dan rasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak adalah pohon yang kita tanam. Jika ia berbuah kebajikan, tentu membahagiakan keluarga, masyarakat bangsa dan negara. Untuk meningkatkan kemakmuran bangsa, menyiapkan para pemimpin dan pembimbing yang mantap; kita memerlukan orang-orang muda atau anak-anak yang shaleh, cerdas, tekun belajar dan giat bekerja. Kita perlu mendorong agar anak-anak memanfaatkan waktu untuk belajar agama di masjid, mushalla, TPQ ataupun di dalam rumah. Jangan biarkan anak-anak tercemari oleh dosa-dosa dari keluarga ataupun masyarakat. Ketahuilah, masa depan kita tergantung kehidupan anak-anak sekarang. Semoga keluarga kita mendapatkan rahmat Allah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-5288981418900285348?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/5288981418900285348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/anak-anak-ibarat-pohon-yang-ditanam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5288981418900285348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/5288981418900285348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/anak-anak-ibarat-pohon-yang-ditanam.html' title='Anak-anak Ibarat Pohon yang Ditanam Orangtua'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-74828169137985533</id><published>2009-06-08T07:49:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:26:00.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Hakikat Tujuan Pendidikan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhir-akhir ini, semakin banyak anak-anak kita yang terjerumus di dalam bahaya di dalam hidupnya. Tingkah lakunya sudah menyimpang dari tuntunan Agama Islam seperti mengkonsumsi narkoba, minuman keras, pergaualan bebas dan perbuatan lainnya menyerupai zaman jahiliyyah. Sesungguhnya agama adalah sumber perilaku manusia. Akal dan nafsu kita sama sekali tidak memadai sebagai landasan hidup. Bahkan akal dan nafsu seringkali menjerumuskan kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan yang sesungguhnya adalah mengembalikan citra Allah di dalam jiwa manusia. Sebab dosa-dosa yang dilakukan manusia nyaris menghapuskan citra Allah dalam diri manusia. Dua tujuan penting pendidikan adalah :&lt;br /&gt;Pertama, untuk mengembalikannya kepada kesempurnaan fitrah manusia. Adalah menjadi tugas para orangtua dan guru dalam pendidikan orang-orang muda untuk bekerjasama dalam mewujudkan citra Allah di muka bumi. Setiap kemampuan, bakat dan kekuatan yang dikaruniakan Allah kepada kita, harus digunakan untuk kemualiaanNya dan untuk meninggikan derajat manusia. Jangan sampai kehidupan manusia jatuh dalam jurang kehancuran.&lt;br /&gt;Kalau saja prinsip ini mendapat perhatian, maka akan terdapat suatu perubahan besar di dalam beberapa metode pendidikan yang ada sekarang. Sebagai ganti dari kecenderungan kesombongan dan ambisi pribadi murid, para guru akan berupaya untuk membangkitkan kesukaan pada kebaikan, kebenaran dan keindahan. Murid tidak akan berusaha menyombongkan diri, melainkan mematuhi perintah Ilahi dan menerima teladan rasul-rasulNya. Sebagai ganti kecenderungan murid terhadap nafsu meninggikan diri yang merusak; para guru akan mengarahkan pikiran dan hati murid kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? Permulaan hikmat kebijaksanaan hidup adalah mengenal dan taqwa atau takut kepada Allah. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah, ayat 269 yang artinya :&lt;br /&gt;"Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, untuk mendapatkan pengetahuan dan membentuk tabi'at yang selaras dengan kehendak Ilahi, haruslah menjadi tujuan dari setiap pekerjaan pendidik baik orangtua maupun guru. Sebab segala perintah Allah adalah benar dan manusia memperoleh pengertian dari perintah-perintah Allah. Melalui serangkaian ilham dan kitab alam semesta kita harus meraih pengetahuan tentang Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita harus waspada bahwa berdiam diri, tidak melarang dan tidak mendidik anak-anaknya dengan pendidikkan yang baik, besok di hari akhirat, bukan saja anak-anak yang melanggar tuntunan Islam yang akan mendapat siksa, namun juga orangtuanya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya manusia yang terberat siksanya di hari kiamat adalah orang yang menjadikan keluarganya bodoh atau tidak mengetahui syari'at Allah."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hadist yang lain Nabi bersabda :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan bodoh ( tidak mengetahui syari'at Allah) , maka seakan-akan ia menanggung dosa yang dikerjakan anak-anaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sebagian dari cara mendidik kebaikan adalah orangtua harus berani memerintahkan anak-anaknya agar melaksanakan shalat lima waktu. Orangtua harus memperhatikan apakah anak-anaknya sudah melaksanakan shalat ataukah mereka melalaikannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orangtua juga dapat memerintahkan anak-anaknya mengikuti shalat berjama'ah di mushalla atau masjid serta mengikuti pengajian agama. Sebab dengan sering mendengarkan pengajian agama, Allah akan memberi pertolongan berupa hidayah untuk mengamalkan ilmu agama. Dan Insya Allah kelak di akhirat, akan dimudahkan Allah jalan menuju syurga. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;"Barangsiapa menempuh jalan mencari ilmu agama, maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju syurga."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para alim ulama mengajarkan kepada kita bahwa barangsiapa yang tidak ngaji atau tidak kemasukan ilmu syari'at selama 40 hari berturut-turut, maka ia termasuk orang yang hatinya tertutup dan keras. Padahal orang-orang yang hatinya keras ini termasuk golongan yang akan masuk dalam neraka Well sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT surat Az Zumar, ayat 22 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu usaha-usaha menuntut ilmu agama, pengajian-pengajian dan kegiatan keagamaan baik di dalam rumah, mushala maupun masjid, kita lakukan sungguh-sungguh agar keluarga kita, anak-anak kita, semakin bertambah ketaqwaan dan budi pekertinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW ditanya :&lt;br /&gt;"Sebab apa banyak orang masuk syurga wahai Rasulullah ? Rasulullah SAW menjawab " taqwa kepada Allah dan budi pekerti yang baik."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan yang nyata dalam pendidikan tergantung pada kesetiaan manusia dalam melaksanakan perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-74828169137985533?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/74828169137985533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hakikat-tujuan-pendidikan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/74828169137985533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/74828169137985533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hakikat-tujuan-pendidikan.html' title='Hakikat Tujuan Pendidikan'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-6895210461642818994</id><published>2009-06-08T07:45:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T08:26:17.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Berbasis Kenabian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah memerintahkan agar anak-anak yang dilahirkan mengerti Allah, sebagaimana Allah telah mengajarkan nama-nama ciptaanNya kepada Nabi Adam as. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah, ayat 31 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lambang-lambang atau nama-nama itulah pelajaran yang ditanam Allah dengan kuat dalam pikiran dan hati Nabi Adam as. Pikiran yang masih jernih itu dilatih untuk mengerti Allah melalui pemandangan alam dengan friman-firman yang diwahyukan. Bintang-bintang, pepohonan, bunga-bunga, gunung-gunung dan anak-anak sungai semuanya merupakan tanda-tanda Allah Yang Maha Mencipta. Bahkan di dalam diri kita sendiri pun, kita diharuskan memperhatikan kekuasaanNya. Allah berfirman dalam suart Adz-Dzariyat, ayat 20-21 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah ini menjelaskan agar kita senantiasa memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada pada makhluk-Nya. Orang yang memahami kekuasaan Allah akan terdorong untuk mengakui kehebatan Allah di dalam setiap ciptaan-Nya. Petunjuk ini merupakan awal dari iman kita kepada Allah SWT. Wahai saudara-saudaraku, rendahkanlah dirimu di hadapan Allah, sehingga ibadah yang kita lakukan merupakan bukti iman kepada Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para Nabi telah bergiat dalam mendidik dan membimbing kaumnya. Tujuannya adalah untuk memperkuat rohani dan moral dari penyimpangan-penyimpangan yang semakin merajalela serta mempersiapkan pemimpin-pemimpin keluarga, masyarakat dan bangsa. Anak-anak muda sejak ribuan tahun yang lalu berhadapan dengan penyelewengan dan berbagai penyakit masayarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam sejarah kenabian, Isma'il as telah mengumpulkan orang-orang muda yang shaleh, cerdas dan suka belajar. Mereka disebut dengan "anak-anak Nabi." Para guru yang fasih dalam kebenaran Ilahi mengantarkan murid-muridnya menikmati hubungan dengan Allah dan menerima hukum-hukum Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid di sekolah kenabian ini menghidupi diri sendiri dengan cara bercocok tanam atau bertukang. Di kalangan Bani Israil, membiarkan anak-anak tumbuh tanpa melakukan pekerjaan yang berguna dianggap sebagai suatu kejahatan. Dalam sekolah kenabian, walaupun dia akan dididik untuk suatu jabatan yang suci sebagai 'ulama atau pemuka hukum Allah, namun setiap anak diajarkan beberapa jenis pekerjaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula banyak guru di sekolah kenabian menghidupi diri sendiri dengan kerja kasar. Namun hal ini tidak mengurangi kemuliaan mereka sebagai pendidik di kalangan Bani Israil. Bahkan di zaman sahabat Nabi 'Isa as, diantara mereka ada yang bekerja sebagai tukang pembuat tenda. Mereka hidup sebagai pendidik seraya menghidupi diri sendiri. Setidaknya ada tiga hal pokok pelajaran utama di sekolah-sekolah kenabian, yakni tentang hukum Allah, sejarah orang-orang suci, musik yang suci dan kesusasteraan.&lt;br /&gt;Pertama, adalah menjadi tujuan utama dari semua pelajaran yang diberikan di sekolah kenabian untuk mempelajari kehendak Allah dan kewajiban manusia terhadap Allah. Dan iman menjadi tujuan utama dari semua system pelajaran ini. Para siswa diajari bagaimana beribadah, bagaimana menghampiri Allah, bagaimana mempraktikkan iman di dalam hidup dan bagaimana mamahami dan menuruti pengajaran Rasul-Nya. Firman-firman Allah diwujudkan dalam nubuwwat dan perjalanan hidup para rasul yang suci.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, di dalam sejarah orang-orang suci terlihat jejak-jejak Allah. Kebenaran-kebenaran Allah diperlihatkan dalam perilaku para rasul. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, musik dan kesusasteraan. Musik dan kesusasteraan tidak diarahkan untuk membangkitkan nafsu rendah manusia, melainkan untuk mendidik perasaan halus, untuk membangun rasa penyerahan di dalam jiwa dan pengucapan syukur kepada Allah.&lt;br /&gt;Betapa banyak orang yang menggunakan karunia musik dan sastra demi meninggikan diri, bukan untuk memuliakan Allah. Kegemaran terhadap musik seringkali menjadi salah satu alat-alat yang paling ampuh yang digunakan setan untuk memalingkan pikiran dan tanggungjawab dari merenungkan kehidupan akhirat. Musik dan kesusasteraan yang tidak memuliakan Allah seringkali melalaikan manusia dari mengingat mati, syurga dan neraka. Allah SWT berfirman dalam surat Luqman, ayat 6-7 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.&lt;br /&gt;Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hati harus menghayati setiap firman-firman Allah. Oleh karenanya musik dan kesusateraan yang melalaikan dari Allah adalah "lahw al hadist," yang tidak meningkatkan iman dan mendorong berbuat amal shaleh. Sebaliknya, musik dan kesusateraan dapat membentuk suatu bagian dari ibadah kepada Allah; dan kita harus usahakan agar kita mendengarkan perkataan-perkataan yang baik. Musik, nyanyian, syair ataupun karya-karya sastra yang memuliakan Allah dapat meningkatkan iman kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para guru di sekolah kenabian menginginkan keselamatan manusia. Dan hal ini dimulai dari memberi pendidikan firman-firman Allah. Kiranya persis seperti yang sering diceritakan Al Maghfurlah Mbah Muntaha Al Hafidh bahwa sekiranya tidak ada orang-orang yang dengan tulus ikhlash mengajar agama pada anak-anak, maka kehidupan ini akan rusak. Beliau sering mengutip sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mendidik anak-anak hingga dapat mengucapkan La ilaha illa Allah (tiada Tuhan selain Allah), maka ia masuk syurga." (HR. Turmudzi)."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Betapa pentingnya anak-anak mengenal Allah, sehingga siapapun yang mendidik anak-anak sehingga memiliki iman dan tauhid yang kuat, ia akan diberi ganjaran syurga. Hal inilah yang menjadi perhatian di dalam sekolah kenabian, selalu diajarkan firman-firman Allah sehingga anak didik mendengar dan merasakan kemuliaan Allah. Kebiasaan mendengarkan firman-firman Allah akan membantu anak-anak kita memahami tujuan kehidupan manusia. Jika tidak demikian, maka anak-anak tidak akan terbimbing dalam rahmat Allah, melainkan dalam pengajaran hawa nafsu dan syetan. Anak-anak akan menganggap hawa nafsu sebagai Tuhannya.&lt;br /&gt;Maka, marilah kita penuhi kehidupan anak-anak dengan firman-firman Allah, agar kehidupan ini mendapatkan rahmat dan barakah Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-6895210461642818994?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/6895210461642818994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/pendidikan-berbasis-kenabian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6895210461642818994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/6895210461642818994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/pendidikan-berbasis-kenabian.html' title='Pendidikan Berbasis Kenabian'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-1532510767224807116</id><published>2009-06-08T07:43:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T08:26:41.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekerja'/><title type='text'>Bekerjalah Untuk Duniamu Seolah-olah Kau Akan Hidup Selamanya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di dunia, kita memerlukan teman. Demikian pula di akhirat kita memerlukan teman. Sebaik-baik teman adalah teman yang dapat membantu kita di kala sedih, susah dan kekurangan. Kesedihan dan kesusahan di dunia dapat diatasi dengan berbagai cara. Namun kesedihan dan kesusahan di akhirat, hanya dapat diatasi manakala kita memiliki teman yang bernama "amal shaleh."&lt;br /&gt;Dalam sebuah syair disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Carilah teman dari perilakumu. Namun sesungguhnya temanmu di dalam kubur adalah amal-amalmu."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika amalnya bagus, amal ini akan menjadi teman yang menyenangkan. Sebaliknya jika amalnya jelek, amal ini akan menjadi teman yang menyengsarakan. Teman yang berakhlak buruk akan menyengsarakan. Demikian pula amal-amal yang buruk hanya akan menambah beban di akhirat manakala bertemu dengan Tuhan. Allah SWT berfriman dalam surat Al An'am, ayat 31 yang artinya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal shaleh yang kita kerjakan tidak semata-mata dalam bentuk ibadah seperti shalat, zakat, puasa dan haji. Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan dalam hubungan sesama manusia yang bernilai ibadah. Misalnya menghormati tamu, berbuat baik kepada tetangga, menengok orang sakit, mendoakan orang yang telah meninggal dunia, dan membantu fakir miskin. Rasulullah SAW memberi petunjuk bahwa ada 7 (tujuh) amal yang bila dikerjakan pahalanya akan terus mengalir.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengajarkan ilmu pengetahuan. Amal kebaikan ini meliputi usaha meningkatkan pendidikan di dalam keluarga dan masyarakat seperti memberi beasiswa kepada anak-anak kurang mampu dan menyelenggarakan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) dan madrasah atau menjadi guru ngaji di mushalla dan masjid. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengalirkan air sungai. Usaha memperlancar aliran air sungai atau membuat irigasi, memberikan manfaat besar kepada para petani, sehingga amal ini merupakan amal kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menggali sumur atau mengusahakan air bersih.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menanam pohon kayu atau reboisasi dan penghijauan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendirikan masjid atau berinfak untuk memakmurkan masjid.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mewariskan kitab suci al Qur'an atau memasyarakatkan al Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meninggalkan anak-anak sholeh yang mendo'akan orangtua&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan bimbingan Rasulullah Muhammad SAW kita memahami bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan umum, untuk memajukan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat merupakan amal jariyyah yang akan diberi pahala oleh Allah SWT secara terus menerus. Sesungguhnya kita tidak mampu memikul dosa-dosa ketika menghadap Allah SWT di akhirat kelak. Namun dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan di dunia, maka amal shalih ini akan menjadi kendaraan yang memudahkan kita menghadap Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesungguhnya orang yang memiliki amal shaleh akan mengendai amal shalehnya itu pada hari kiamat."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bukan tidak mungkin semua kesenangan-kesenangan di dunia ini, justru akan menyengsarakan kita di akhirat. Yakni, manakala hidup kita tidak ditujukan untuk mengabdi kepada Allah, maka Allah akan berpaling dari kita di akhirat kelak. Kita akan memikul dosa-dosa dikarenakan kita sibuk dengan urusan dunia dan meninggalkan Allah.&lt;br /&gt;Dalam sebuah syair disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kau akan hidup selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmuseolah-olah kau akan mati besok."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selagi hidup di dunia, kita harus bekerja keras agar kita dapat hidup secara layak, memberi manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara. Namun usaha kita untuk mencapai kemuliaan dunia, harus disertai dengan usaha kita untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Kemuliaan di dunia tidak akan ada artinya apapun manakala di akhirat kelak kita datang menemuai Allah seraya memikul dosa-dosa disebabkan melalaikan Allah SWT.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat Asy-Syura, ayat 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :"Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal kebajikan merupakan cara untuk memperingan beban kita di akhirat kelak. Hal-hal sederhana pun dapat kita jadikan sebagai amal ibadah kita seperti berbuat baik kepada keluarga, tetangga, teman sekerja, masyarakat, membersihkan sampah di selokan, menanam pohon di kawasan kritis, berbagi air bersih, memperlancar aliran sungai dan memasyarakatkan Al Qur'an. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesungguhnya kita semua mengharap kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun kebahagiaan dunia – akhirat ini tidak akan kita peroleh tanpa usaha dan amal ibadah. Seorang pekerja tidak akan memperoleh hasil apapun tanpa pekerja, seorang petani tidak akan memperoleh apapun tanpa menanam, seorang peternak ikan tidak akan memperoleh hasil apapun tanpa menebar benih. Demikian pula seorang hamba Allah tidak akan memperoleh keuntungan akhirat, tanpa berbuat kebajikan. Semoga kita mendapat rahmat dan ampunan Allah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-1532510767224807116?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/1532510767224807116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/bekerjalah-untuk-duniamu-seolah-olah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1532510767224807116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/1532510767224807116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/bekerjalah-untuk-duniamu-seolah-olah.html' title='Bekerjalah Untuk Duniamu Seolah-olah Kau Akan Hidup Selamanya'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-397855296283097444</id><published>2009-06-08T07:41:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T08:26:56.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Khutbah Perayaan Idul Adha</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;br /&gt;Sebagai permulaan di pagi Hari Raya Idul Adha yang penuh barakah ini, marilah kita semua mempersembahkan rasa syukur atau terima kasih yang setinggi-tingginya ke hadirat Allah SWT, karena Allah masih memilahara, menjaga, mengurus dan mememberi rezeki kepada kita dengan berbagai macam nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diantara nikmat tersebut adalah kita masih diberi kesempatan hidup hingga pagi ini, sehingga kita berpeluang memperbanyak bekal amal salih untuk perjalanan ke akhirat. Di pagi ini, kita berkumpul disini, bersama-sama bertakbir, bertahmid dan bertasbih serta mengerjakan shalat Idul Adha. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini pula, ummat Islam yang sedang menjalankan ibadah haji menyembelih binatang Qurban sebagai perwujudan taat dan syukur kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;br /&gt;Berqurban menjadi amal yang penting untuk senantiasa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Berkorban adalah berbagi nikmat Allah kepada sesama manusia. Dan berkorban adalah nikmat yang besar bagi orang yang mampu berkorban. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan semua itu adalah nikmat yang besar, karena hal tersebut merupakan nikmat yang dapat dibawa sampai ke akhirat. Sebaliknya nikmat duniawi seperti harta benda dan jabatan hanya dapat dipakai di dunia ini saja. Bahkan terkadang nikmat tersebut tidak dapat digunakan lagi, betapapun kita masih hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita patut mengucapkan terima kasih yang sungguh-sungguh lahir dari hati yang paling dalam, karena kita benar-benar mendapat perhatian dan karunia Allah yang berharga. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia tidak henti-hentinya menghadapi ujian berat. Diantaranya adalah musibah gempa bumi dan tsunami, yang terjadi di Aceh, Bantul, dan Cilacap. Dan beberapa bulan yang lalu, semburan lumpur panas yang telah menenggelamkam beberapa desa, kecelakaan transportasi, badai, dan bencana alam lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Musibah tersebut telah menghancurkan harta benda dan menghilangkan nyawa ribuan manusia. Dampak dari musibah tersebut, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang terkena musibah langsung, namun juga jutaan orang lainnya. Mereka mengalami kesulitan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Pasar, gedung sekolah, perkantoran dan rumah sakit, tidak dapat digunakan lagi. Untuk membangun kembali, diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat banyak. Semua ini, tentu tidak mudah menghadapinya. Akibat berbagai bencana dan krisis ini, kita benar-benar berada dalam situasi yang sangat terpuruk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;br /&gt;Sesungguhnya, bila kita memahami hakikat ujian tersebut, kita ini sebenarnya sedang diuji keteguhan imannya oleh Allah SWT. Sejauh mana sesungguhnya kekuatan iman dan taqwa kita kepada Allah. Selama ini bangsa kita mengaku beriman dan bertaqwa kepada Allah, tetapi sikap dan amal perbuatan yang terjadi di masyarakat tidak mencerminkan sebagai bangsa yang beriman dan bertaqwa. Bahkan banyak terjadi kemungkaran dan kedzaliman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah mengingatkan kita dengan berbagai macam cobaan. Dengan cobaan tersebut diharapkan kita semua sadar dan insaf terhadap kesalahan dan kehilafahan, sabar menghadapinya dan istiqomah di jalan Allah. Ketahuilah bahwa hukum Allah seperti hukum grafitasi. Siapapun yang tidak melaksanakannya pasti akan ditimpa kehancuran. Ibaratnya, siapapun yang menjatuhkan diri dari bangunan bertingkat pasti akan terluka dan celaka, sekalipun ia orang Islam. Sebaliknya siapapun yang turun dari gedung bertingkat dengan cara yang benar, pasti akan selamat, sekalipun ia bukan orang beriman. Insya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;br /&gt;Berbagai musibah yang terjadi, harus kita jadikan sebagai saat yang tepat untuk mengubah karakter, watak ataupun sifat kita semua. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai upaya memperbaharui kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Pemimpin yang berperasaan.&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Q.S.5:51).&lt;br /&gt;Diperlukan kepemimpinan yang mampu mengelola dan memberi teladan yang baik guna membawa masyarakat dalam sebuah kehidupan yang baru. Kita harus memiliki kepekaan dan kesadaran atas berbagai peristiwa yang menimpa. Bukankah Allah SWT telah menegaskan di dalam berbagai firmanNya, yaitu tentang bagaimana kehidupan ummat di masa lampau, baik yang taat maupun yang durhaka. Semua itu telah menunjukkan kepada kita, agar kita senantiasa mengambil pelajaran dan yakin terhadap janji dan ancaman Allah SWT.&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, bahwa kita harus senantiasa mengubah diri kita ke arah yang lebih baik, sebab perubahan suatu masyarakat sangat tergantung pada perubahan manusia. Yaitu perubahan di dalam amal perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengikis sikap munafik.&lt;br /&gt;Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok" (Q.S.2:14).&lt;br /&gt;Seorang hamba Allah tidak cukup dengan menyatakan iman kepada Allah SWT. Iman harus diwujudkan dalam setiap amal perbuatan di dunia ini. Apa yang telah dikaruniakan Allah hendaknya tidak dipergunakan untuk mendurhakai Allah dan rasulNya. Melainkan harus dipergunakan sebagai sarana untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Bisa jadi, apa yang kita anggap menyenangkan di dunia ini, akan menyusahkan di akhirat. Apa yang mulia di dunia ini, adalah kehinaan di akhirat. Dan apa yang glamor dan popular di dunia ini, justru akan membuat kita kesepian dan tak memiliki penolong di akhirat.&lt;br /&gt;Ketika seseorang bersyukur dan berkorban untuk Allah, maka sesungguhnya ia sedang mengurangi bebannya di akhirat. Makin banyak berkorban di jalan Allah, makin dekat dengan taqwa. Dan makin taqwa seseorang, makin ringan bebannya di hadapan Allah. Sebaliknya, makin durhaka kepada Allah, ia makin berat tanggungannya di hadapan Allah, meskipun di dunia dirasakan enak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar 3 X&lt;br /&gt;Yang Ketiga, merasa hamba Allah.&lt;br /&gt;Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (Q.S.51:56).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam cobaan, ujian ataupun musibah yang menimpa, kita harus bisa memaknai sebagai sebuah perlambang atau isyarat peringatan perlunya kita membangun kehidupan yang baru dengan mengubah cara merasa, cara berpikir dan cara hidup kita, sehingga mampu mengubah amal perbuatan kita. Kita semua harus memperbaharui dan memperbaiki amal perbuatan kita, sehingga kehidupan menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Kita juga senantiasa harus memohon ampunan Allah SWT, agar kelak kita kembali ke hadiratNya sebagai manusia yang mendapat ridha Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita senantiasa mengingat akan janji dan ancaman Allah yang pasti terjadi. Hendaknya kita mengingat semua karunia Allah yang telah melimpah begitu banyak kepada kita semua.&lt;br /&gt;Dengan cara itu, kita menjadi manusia yang bisa rumangsa. Bagaimanapun, kita adalah hamba Allah. Setinggi apapun pangkat, sebanyak apapun harta benda, semulia apapun keturunan dan ilmu pengetahuan, kita semua adalah hamba Allah yang lemah. Tiada daya dan kekuatan tanpa izin Allah. Apa yang kita miliki, semuanya tidak lebih dari karunia Allah yang Maha Kaya, yang dititipkan kepada kita sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal, yaitu akhirat. Perasaan ini pula, yang akan mengantarkan kita untuk senantiasa muhasabah atau mengoreksi diri sendiri.&lt;br /&gt;Dengan menyadari janji dan ancaman Allah, kita akan tumbuhkan rasa hamba di hadapan Allah, sehingga kita dapat mengetahui apa yang telah dilakukan dan apa yang seharusnya dilakukan.&lt;br /&gt;Tanpa merasa sebagai hamba Allah, kita menjadi makhluk yang sombong dan tidak tahu berterima kasih kepada Allah SWT. Padahal sifat inilah yang telah menjadikan manusia jauh dari Allah, menganggap diri hebat, serba kecukupan dan tidak berharap kepada Allah. Karena kesombongan, manusia merasa aman dari siksa Allah. Karena kesombongan pula, manusia menyepelekan janji dan ancaman Allah. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan hati kita ke hadiratNya, memohon dengan sungguh-sungguh ke hadirat Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang Keempat. Mengubah cara hidup.&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa sesungguhnya manusia harus tahu darimana dia berasal dan kemana akan kembali. Dunia ini adalah ladang menuju akhirat. Segala kebanggaan dunia ini tidak akan bermanfaat apa-apa di akhirat, kecuali kita menghadap Allah dengan hati yang bersih.&lt;br /&gt;"dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,&lt;br /&gt;(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,&lt;br /&gt;kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Q.S. Asy-Syu'ara:87-89)."&lt;br /&gt;Maka. Allah memberi jalan kepada kita agar berserah diri kepada Allah secara total. Janganlah kehidupan ini justru membawa kita pada kehancuran diakibatkan kekufuran kepada Allah dan rasulNya.&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Q.S.2:208).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar 3 X&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudara-saudaraku, demi rahmat Allah, aku menasehatkan kepadamu supaya kalian mempersembahkan tenaga, pikiran dan kekayaanmu di jalan Allah. Janganlah engkau menghambur-hamburkan karunia Allah di jalan syetan. Gunakanlah karunia Allah untuk membebaskan saudara-saudara kita yang berada dalam penderitaan, kebodohan, penindasan dan tipu daya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Korbankanlah hidupmu di jalan Allah, tunduklah pada perintah Allah dan yakinlah akan balasan-balasan Allah di akhirat. Inilah ibadah sejati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka janganlahlah kalian menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan ibadah dan budimu sehingga engakau dapat membedakan mana kehendak Allah dan kehendak iblis. Dan siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati ikhlash; siapa yang menjadi pemimpin, hendaklah melakukannya dengan tekun, siapa yang menunjukkan kemurahan hendaklah ia melakukannya dengan suka cita. Usahakanlah dirimu tidak menindas dan tidak mempersulit saudara-suadaramu. Berilah jalan yang benar, semoga engkau dimudahkan di akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai bersyukur, rasa berhutang budi pada-Mu, malu dengan-Mu, tunduk pada-Mu dan takut ancaman-Mu. Ya Allah, jadikanlah kami orang yang dapat meninggalkan kebiasaan buruk, dan jadikanlah kami orang yang memulai perbuatan baik. Ya Allah kami ingin menjadi hamba yang sangat bertawakkal kepada-Mu dengan sepenuh hati. Dan kami berlindung dengan-Mu dari siksa yang sangat pedih, yang disediakan bagi orang-orang yang mengingkari-Mu. Dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur dan mau berkorban. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-397855296283097444?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/397855296283097444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/khutbah-perayaan-idul-adha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/397855296283097444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/397855296283097444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/khutbah-perayaan-idul-adha.html' title='Khutbah Perayaan Idul Adha'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-3748290657823503830</id><published>2009-06-08T07:38:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:28:06.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Hidup di Jalan Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT telah mengaungerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk kehidupan manusia, karenanya Allah memerintah kepada kita agar selalu bertaqwa dimanapun berada : di kantor, di rumah, di tempat kerja, di pasar dan dimanapun berada. Taqwa inilah yang menjadi bekal ketika menghadap Allah SWT di akhirat kelak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kuasaNya, Allah menjanjikan kepada kita kegembiraan yang sangat berharga dan sangat besar, yaitu kehidupan yang damai dan sejahtera. Dengan ketaqwaan itu, kita boleh mengambil bagian dalam kuasa Allah dan terlepas dari hawa nafsu yang membinasakan dunia. Taqwa berarti melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk melepaskan jeratan hawa nafsu, kita harus sungguh-sungguh berusaha meningkatkan iman, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan dan amal shaleh seperti seperti mengormati orangtua, mengasihi sesama makhlukNya dan berbuat baik kepada tetangga mengasihi saudara-saudara seiman dan kasih kepada semua orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila iman, kasih sayang dan kebajikan ini ada dalam diri kita, maka kita akan giat dan berhasil mengenal Allah. Janganlah kita memaksa Allah mengenal kita, namun kenalilah diri kita sehingga kita sungguh-sungguh mengenal Allah. Akan tetapi bila kita tidak memiliki pengetahuan dan ketekunan dalam mengenal diri, kita akan buta dan picik, karena lupa bahwa dosa-dosanya makin hari makin menumpuk dan sulit dimaafkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengenal diri, kita hanya akan merasa hebat, bangga diri, dan sombong dari karunia-karunia Allah sehingga menganggap segala sesuatu yang telah dicapai di dunia ini pasti bermanfaat dan dapat menyelamatkannya dari bencana dan azab Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Al An'am, ayat 162, yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu wahai saudara-saudaraku jamaa'ah jum'ah yang dimuliakan Allah, berusahalah sungguh-sungguh supaya kita teguh hidup di jalan Allah, sebab jika hidup di jalan Allah, tidak akan tersandung dan tersesat di dalam menuju Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keselamatan dan kebahagiaan yang diperoleh tentu tidak ingin kita nikmati bersama, karena itu marilah kita sesama ummat Islam saling mengingatkan kewajiban-kewajiban kita terhadap Allah seperti shalat, zakat, puasa dan berbuat baik kepada orangtua dan sesama makhlukNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun kita telah mengetahui dan teguh dalam kebenaran iman dan jalan Ilahi, namun terkadang kita melupakan kewajiban bersama untuk selalu mengingatkan agar menempuh jalan Ilahi di manapun berada. Selagi kita hidup kita seringkali lupa bahwa kekuatan, jabatan, kehebatan, popularitas dan kekayaan, tidak akan berguna manakala nyawa telah meninggalkan kita. Apa yang telah kita raih di dunia ini tidak akan menolong kita dari siksa Allah, manakala kita sombong terhadap Allah dengan tidak melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Ingatlah, kita berasal dari setets air hina yang tidak bernilai apa-apa. Namun karena kasih sayang Allah, kita menjadi berguna di dunia. Dan akhirnya, kita tidak akan berguna apapun di hadapan Allah, selain amal shaleh dan ketaqwaan kepada Allah.&lt;br /&gt;Allah mengingatkan kita dalam surat Asy-Syu'ara, 88-91.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kita tidak tahu kapan Allah akan mematikan kita. Jika Allah tidak memberi kesempatan kepada kita untuk segera memperbaharui diri, tentu Allah telah mencabut nyawa pagi hari hari tadi. Dan Allah akan melemparkan kita ke dalam neraka dunia berupa laknat dan kehancuran hidup. Untuk kedurhakaan kita kepada Allah, hukuman telah tersedia. Barangisapa yang durhaka kepada Allah dan menyombongkan diri dari tuntunan Allah, kelak di akhirat akan terlunta-lunta. Allah SWT berfirman dalam surat Thaha 124-127 yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".&lt;br /&gt;Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".&lt;br /&gt;Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah ini mempertegas bahwa barangsiapa yang sombong, berpaling dan tidak mau menundukkan diri di hadapan Allah, ia akan mengalami kehidupan tidak berguna. Tanpa tuntunan Allah dan rasulNya, apa pun yang telah dicapai di dunia tidak memberi manfaat bagi kehidupannya. Sebaliknya menjadikan tidak melihat mana yang benar, mana yang salah; mana jalan syetan mana jalan Ilahi; mana hawa nafsu mana nurani; mana kewajiban Ilahi dan mana hak azasi. Akibatnya, ia hidup dalam kegelapan. Bagaimanakah kita akan berjalan di sebuah lorongan panjang yang gelap gulita ?&lt;br /&gt;Dengan menjadikan capaian-capaian hidupnya untuk Allah, Insya Allah manusia akan selamat di akhirat.&lt;br /&gt;Sebagai contoh : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Allah memberikan kita kesehatan, maka kesehatan ini digunakan untuk berjuang di bidang pendidikan, pelayanan fakir miskin, pelayanan kesehatan masyarakat dan sebagainya. Kesehatan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Tidak sebaliknya untuk menambah dosa dengan perbuatan-perbuatan yang mendzalimi diri sendiri dan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah memberikan kita kekuatan, maka kekuatan ini digunakan untuk membantu orang-orang lemah, bukan sebaliknya untuk memperdaya dan menganiaya orang-orang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita istiqamah di dalam jalan Allah. Semoga kita memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-3748290657823503830?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/3748290657823503830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hidup-di-jalan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3748290657823503830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/3748290657823503830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/hidup-di-jalan-allah.html' title='Hidup di Jalan Allah'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-7069737071845870290</id><published>2009-06-08T07:36:00.002+07:00</published><updated>2009-06-08T08:28:23.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Ajaran Islam tentang Kesejahteraan Bersama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Keimanan seseorang harus terus dibuktikan, dan salah satu buktinya adalah menyingkirkan duri dari jalanan, sebagaimana sabda Rasulullah .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Duri adalah material (benda) yang akan mengganggu pengguna jalan. Duri tak pernah pandang bulu, bisa menusuk dan menyakiti siapapun yang menginjaknya. Pengguna jalan bisa siapapun, terlepas dari jenis kelamin, agama, jabatan, kepentingan politiknya dan status sosialnya.&lt;br /&gt;Duri yang dibiarkan di jalanan, akan menghalangi aktifitas publik (umum) karena itu Islam yang memiliki semangat "menyebarkan keselamatan bagi siapapun" menegaskan; menyingkirkan hal-hal yang mengganggu aktifitas ruang publik (masyarakat) merupakan bukti keimanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada hadist ini terlihat semangat dasar ajaran Islam dalam memperbaiki setiap "penyakit" yang dapat merusak kehidupan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadist duri ini memberi dua keinsyafan.&lt;br /&gt;Pertama, bahwa masalah yang kita hadapi di ruang publik adalah masalah bersama. Suatu masalah seperti setitik nila. Ia mungkin jatuh pada sudut tertentu di belanga susu, namun nila itu akan membuat seluruh susu menjadi tercemar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran bertahun-tahun hancur hanya karena sekali kebohongan. Kebersihan yang dibangun bertahun-tahun hancur hanya karena sedikit saja kekotoran. Kerja keras yang dilakukan bertahun-tahun hancur, hanya karena sedikit saja keteledoran. Rasa aman yang dibangun dengan susah payah, akan lenyap hanya karena tindakan kerusuhan dan kekerasan sesaat. Keimanan dan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun akan runtuh, hanya karena pengkhianatan sesat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keinsyafan kedua, bahwa tindakan iman dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Membuang duri adalah hal sederhana, namun Nabi Muhammad menegaskan, dalam kesederhanaan itu bila memberi keselamatan bagi manusia lain, terletak bukti dari keimanan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat adalah ruang publik. Setiap orang berada di dalam ruang public dan senantiasa membutuhkan ruang publik. Jika ada hal-hal yang merugikan kepentingan bersama, maka sepantasnya kita dapat mengatasinya. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh seseorang mungkin akan merugikan kepentingan bersama, sehingga tujuan-tujuan keselamatan bersama dan kebaikan bersama di dalam masyarakat terganggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semangat "menyebarkan keselamatan bagi siapapun," menunjukkan bahwa setiap orang Islam wajib menjaga keselamatan bersama. Bahkan kita tidak boleh memandang agama, suku, ras ataupun kepentingan politiknya. Keimanan kita kepada Allah SWT menjadi dasar bagi setiap tindakan kita agar selalu memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi siapapun. Oleh karenanya, setiap duri yang ada di dalam kehidupan kita, harus dihilangkan, agar seluruh masyarakat menikmati keselamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari bendanya, duri adalah benda yang remeh. Namun duri yang remeh ini dapat mencelakakan setiap orang sehingga harus dibuang. Ini artinya setiap benda dan tindakan yang berpotensi merugikan kepentingan umum, harus dapat kita hindari.&lt;br /&gt;Keselamatan yang diajarkan Islam, sesungguhnya merupakan kewajiban bersama. Kita tidak bisa berharap banyak terhadap kehidupan yang lebih baik manakala perilaku kita justru tidak membawa kemaslahatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Duri, hanyalah symbol yang diceritakan Nabi, sebab sesungguhnya terdapat duri-duri lainnya dalam kehidupan bermasyarakat. Dan ketika orang lain mengetahui, bahwa di suatu tempat terdapat banyak duri, maka sudah barang tentu orang tersebut akan menghindarinya.&lt;br /&gt;Kondisi ini juga bisa terjadi pada masyarakat yang kecil, misalnya desa, kecamatan, atau kabupaten. Kita akan menghadapi hambatan yang besar manakala pihak-pihak lain selalu merasa dirugikan dan tidak terjamin keselamatannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saatnya kita memperbaiki keadaan masyarakat kita secara bersama-sama. Kita harus mengetahui apa saja duri yang ada di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Usaha ini tidak akan berhasil manakala, kita tidak memiliki kepedulian untuk menyelamatkan sesama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Islam adalah orang yang menyelamatkan saudaranya sesama muslim dari lisan dan tangannya, dan orang yang hijrah, adalah orang yang pindah dari apa yang dilarang Allah (HR. Bukhari)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini membimbing kita bahwasanya&lt;br /&gt;Pertama, setiap muslim harus mampu menjaga keselamatan saudara-saudaranya sesama muslim dari bahaya lisan dan tangan. Bahaya lisan bisa berupa kata-kata yang menyakitkan dan fitnah yang seringkali mengakibatkan kehancuran di dalam masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bahaya tangan. Tangan adalah symbol penerima amanat. Siapapun orangnya yang diberi amanat harus menjamin keselamatan setiap orang Islam. Tidak boleh mempergunakan amanat tersebut sebagai alat untuk merugikan sesama muslim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Janganlah bahaya tangan ini hanya dipandang dalam pengertian amanat politik, namun juga amanat-amanat yang lain seperti amanat di dalam keluarga, di dalam pekerjaan dan sebagainya. Lisan dan tangan inilah yang seringkali merugikan masyarakat apabila tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hijrah. Hijrah sejati adalah kemampuan seseorang untuk menjauhi segala larangan Allah. Bukti dari hijrah ini adalah memperbaiki diri sehingga bukannya merugikan masyarakat dengan lisan dan tangannya, melainkan justru menyelamatkan masyarakat. Orang yang bersedia memberi keselamatan kepada orang lain, akan menyingkrikan duri-duri lisan maupun tangannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barakah dari keselamatan itu sungguh luar biasa. Ketika kita menginjak jalan yang tidak berduri, tentu kita akan merasa aman dan nyaman. Ketika lisan kita mengucapkan hal-hal yang baik, tentu teman, keluarga, saudara-saudara, relasi dan handai taulan kita akan merasa nyaman hatinya. Demikian pula apabila tangan kita melakukan hal-hal yang baik, tentu teman, keluarga, saudara-saudara, relasi, masyarakat dan handai taulan kita akan merasa terbebas dari bahaya dan perbuatan yang merugikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barakah keselamatan ini tidak dapat terhitung nilainya. Sebab kita tidak dapat hidup tenang manakala di sekitar kita banyak hal yang membahayakan dan merugikan masyarakat.&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga kita dapat hidup dengan memberikan keselamatan masyarakat. Sesungguhnya Allah akan memberikan siksa yang sangat pedih bagi orang-orang yang berbuat aniaya.&lt;br /&gt;Berkata Dzulqarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. (Al Kahfi:87)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7229872987310153461-7069737071845870290?l=menujucahayaterang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/feeds/7069737071845870290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/ajaran-islam-tentang-kesejahteraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7069737071845870290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7229872987310153461/posts/default/7069737071845870290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menujucahayaterang.blogspot.com/2009/06/ajaran-islam-tentang-kesejahteraan.html' title='Ajaran Islam tentang Kesejahteraan Bersama'/><author><name>jatiningjati.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7229872987310153461.post-6387139907496437463</id><published>2009-06-08T07:35:00.001+07:00</published><updated>2009-06-08T08:28:39.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Kewajiban Manusia Berserah Diri Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT dan senantiasa bersyukur karena Allah memberi kita kesempatan untuk mengatasi berbagai musibah dan diberi keteguhan hati dalam menghadapi setiap ujian Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang pun mengharap musibah. Namun musibah tetap datang baik yang bersifat lokal, regional, nasional maupun internasional. Hanya dalam hitungan menit, angin kencang telah merobohkan rumah, tanaman, pepohonan, gardu listrik dan sebagainya, sehingga menimbulkan banyak kerusakan dan kerugian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam musibah yang datang tidak hanya meluluhlantakkan harta benda, namun juga nyawa manusia. Hanya dalam hitungan detik bumi rusak, manusia kehilangan harta benda, sanak saudara dan hidup dalam kesengsaraan karena penyakit, kurangnya bahan makanan dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Musibah ini, menunjukkan betapa lemahnya manusia di hadapan Allah SWT. Sehingga semua hal yang dibanggakan manusia di dunia ini, tidak akan ada artinya, manakala Allah SWT menghendaki kehancuranNya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun manusia tidak boleh menyerah begitu saja. Manusia dianugerahi Allah suatu kekuatan yang besar agar mampu menghadapi setiap musibah yang datang. Dengan adanya tolong menolong, saling mengasihi dan berbagi serta saling peduli menjadikan manusia kuat menghadapi setiap musibah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Musibah memang membuat manusia menderita. Namun dilihat dari sudut mental spiritual, musibah merupakan jalan naik menuju hidup yang lebih baik. Musibah merupakan momentum atau isyarat bagi manusia menuju perubahan. Sebab, musibah memberi peluang kepada kita untuk mempelajari pengalaman menyedihkan, hingga kita menemukan kehidupan sejati dan hakikat keberadaan manusia di alam semesta ini. Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah, ayat 155-156.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya akan Kuberikan kepadamu kecemasan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa serta buah-buahan, tetapi berbahagialah orang yang bersabar,&lt;br /&gt;" yakni orang yang ketika menemui musibah berkata :”Sesungguhnya kita kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali.”&lt;br /&gt;"Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut disebutkan adanya beberapa ujian yakni:&lt;br /&gt;Pertama, rasa takut. Manusia akan mengalami cobaan rasa khawatir dan takut disebabkan adanya bencana-bencana seperti seperti banjir, longsor dan gempa bumi, kecelakaan pesawat, kapal, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kelaparan. Akhir-akhir ini kita mendengar berita adanya kurang gizi dan keadaaan rawan pangan di sejumlah tempat. Diantara mereka ada yang makin nasi aking, makan sehari sekali hingga kurus kering. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kemiskinan. Diantara kehidupan kita ada yang fakir dan miskin. Mereka lemah secara ekonomi. Banyak juga diantaranya yang semula berharta jatuh miskin. Allah memberi rezeki kepada siapa pun yang dikehendakiNya dan mencabut harta benda kepada siapapun yang dikehendakiNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kekurangan jiwa Manusia akan dicoba dengan kematian saudara-saudaranya ataupun orang yang dikasihinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keenam, buah-buahan. Pohon-pohon buah tidak berproduksi secara maksimal disebabkan berbagai hama dan penyakit; sehingga tidak memenuhi kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;Setiap musibah pada hakikatnya adalah musibah kita bersama. Yakni apakah kita mampu berbagi dengan mereka dalam memberikan perhatian dan bantuan, ataukah kita akan berdiam diri begitu saja tidak memperdulikan mereka. Musibah memberi perluang kepada manusia untuk menumbuhkan sikap sabar, teguh pendirian, iman dan taqwa. Sebab seringkali karena musibah itulah, manusia menjadi ingat Allah. Dan kita disadarkan bahwa sesungguhnya semuanya milik Allah dan akan kembali kepadaNya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ujian sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an tersebut sudah mewakili betapa setiap musibah membuat manusia menderita dan terkadang putus asa. Namun Allah menjanjikan kebahagiaan bagi siapapun yang bersabar. Arti bersabar disini adalah tetap teguh di dalam iman dan Islam. Yakni tetap menjalankan ibadah sesuai dengan perintahNya, tidak berburuk sangka kepada Allah dan berputus asa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang saleh membedakan manfaat musibah dengan tiga kelompok. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, musibah sebagai penebus dan pembebas dosa yang pernah dilakukannya.&lt;br /&gt;Kedua, musibah sebagai pengingat dan penguji kesabaran seseorang.&lt;br /&gt;Ketiga, musibah sebagai tangga naik menuju kualitas hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena itu, ketika musibah menimpa, selain kita pasrah (tawakkal) kepada Allah; kita juga harus berusaha keras agar musibah tersebut tidak terulang kembali. Karenanya, kita pun perlu melakukan muhasabah atau mengevaluasi diri sendiri kiranya dosa dan kesalahan apa yang telah diperbuat pada masa-masa sebelumnya. &lt;/div&gt;
